PCOS Resmi Jadi PMOS, Gejala Ini Sering Terlewat Namun Menentukan Diagnosis

Sindrom ovarium polikistik yang selama ini dikenal sebagai PCOS kini resmi diusulkan berganti nama menjadi polyendocrine metabolic ovarian syndrome atau PMOS. Perubahan ini muncul setelah proses konsensus global yang melibatkan ribuan pasien dan tenaga kesehatan dari berbagai negara.

Langkah tersebut diambil karena istilah PCOS dinilai tidak lagi cukup mewakili kondisi yang sebenarnya. Nama lama juga dianggap kerap memunculkan salah paham, baik di masyarakat maupun di kalangan medis.

Mengapa Nama PCOS Diubah

Para peneliti menilai istilah “polycystic ovary” menyesatkan karena seolah-olah penyakit ini selalu berkaitan dengan kista pada ovarium. Padahal, kondisi ini jauh lebih luas karena melibatkan gangguan hormon, metabolisme, dan fungsi banyak organ tubuh.

Ketua peneliti dari Monash University Australia, Prof. Helena J. Teede, mengatakan perubahan nama dibutuhkan agar diagnosis dan penanganan pasien menjadi lebih tepat. Tim peneliti juga menilai nama baru dapat membantu mengurangi stigma yang selama ini melekat pada penderita.

Dalam publikasi di The Lancet, tim peneliti menulis bahwa nama lama tidak mencerminkan kompleksitas penyakit ini dan sering membuat pasien terlambat mendapat diagnosis. Mereka juga menyoroti bahwa fokus pada ovarium membuat banyak pasien bingung karena tidak semua penderita memiliki kista ovarium.

Apa yang Dimaksud PMOS

PMOS digambarkan sebagai gangguan multisistem yang memengaruhi hormon, metabolisme, dan fungsi ovarium secara bersamaan. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada siklus haid, tetapi juga pada kesehatan tubuh secara menyeluruh.

Gangguan yang bisa muncul antara lain ovulasi tidak teratur, menstruasi yang tidak lancar, infertilitas, dan peningkatan hormon androgen pada perempuan. Selain itu, PMOS juga berkaitan dengan obesitas, diabetes tipe 2, hipertensi, kolesterol tinggi, dan penyakit jantung.

Peneliti menyebut sekitar 85 persen penderita PMOS mengalami resistensi insulin. Kondisi ini membuat tubuh kesulitan mengontrol gula darah dan dapat memperburuk gangguan hormon.

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Gejala PMOS sering beragam sehingga banyak perempuan tidak menyadari dirinya mengalami kondisi ini. Keluhan yang muncul bisa terkait reproduksi, metabolisme, maupun perubahan fisik yang tampak sehari-hari.

Berikut gejala yang umum ditemukan pada PMOS:

  1. Siklus menstruasi tidak teratur
  2. Sulit hamil atau mengalami gangguan kesuburan
  3. Berat badan mudah naik
  4. Tumbuh rambut berlebih di wajah atau tubuh
  5. Jerawat dan kulit berminyak
  6. Rambut menipis atau rontok
  7. Mudah lelah
  8. Gangguan gula darah dan kolesterol

Selain itu, penderita juga dapat mengalami depresi, kecemasan, dan gangguan tidur. Karena gejalanya tidak selalu sama pada setiap orang, kondisi ini kerap terlambat dikenali.

Proses Panjang Menuju Nama Baru

Perubahan nama PCOS menjadi PMOS tidak terjadi secara singkat. Prosesnya melibatkan 56 organisasi akademik, klinis, dan komunitas pasien dari berbagai negara.

Tim peneliti juga melakukan survei global terhadap 14.360 responden yang terdiri dari pasien dan tenaga kesehatan multidisiplin. Di samping itu, proses penetapan nama dilakukan lewat workshop internasional dan diskusi ilmiah bertahap.

Nama PMOS dipilih berdasarkan beberapa prinsip, termasuk akurat secara ilmiah, mudah dipahami, tidak menimbulkan stigma, serta mudah diterapkan dalam sistem kesehatan global. Peneliti menilai pendekatan ini penting agar komunikasi antara pasien dan tenaga medis menjadi lebih jelas.

Dampak pada Diagnosis dan Layanan Kesehatan

Perubahan istilah ini diharapkan tidak hanya memperbaiki pemahaman publik, tetapi juga mempercepat diagnosis. Selama ini, peneliti menilai istilah PCOS terlalu menonjolkan sisi ovarium, padahal gangguan ini juga mencakup aspek endokrin dan metabolik.

Nama baru juga diharapkan membuat pelayanan kesehatan lebih menyeluruh. Dengan istilah yang lebih tepat, penanganan pasien bisa lebih fokus pada risiko jangka panjang, termasuk gangguan gula darah, tekanan darah, dan kesehatan mental.

Perubahan nama dari PCOS ke PMOS akan dilakukan bertahap selama tiga tahun. Setelah itu, istilah PMOS akan dimasukkan ke sistem klasifikasi penyakit internasional milik WHO dan digunakan dalam pembaruan pedoman internasional penanganan penyakit pada 2028.

“Kami ingin perubahan nama ini meningkatkan kesadaran, mempercepat diagnosis, dan memperbaiki kualitas hidup pasien di seluruh dunia,” tulis tim peneliti dalam publikasi tersebut.

Source: lifestyle.bisnis.com

Terkait