
Ribuan peserta memadati Lapangan Sepak Bola Universitas Pendidikan Ganesha di Buleleng saat BPJS Kesehatan Fun Run 2026 digelar bersama Universitas Pendidikan Ganesha dan Komunitas Lari Early Miles. Kegiatan ini dirancang untuk mendorong masyarakat bergerak aktif sekaligus memperkuat pemahaman tentang Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui aktivitas yang ringan dan menyenangkan.
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, menekankan bahwa kebiasaan sehat bisa dimulai dari langkah sederhana. Ia menyebut olahraga lari sebagai salah satu cara yang mudah dilakukan untuk menjaga kesehatan tubuh dan menekan risiko penyakit kronis.
Dorongan gaya hidup sehat untuk usia muda
BPJS Kesehatan menyoroti bahwa penyakit kronis seperti Diabetes Melitus (DM) dan Hipertensi (HT) kini tidak hanya dialami kelompok lanjut usia. Masalah kesehatan itu juga semakin banyak ditemukan pada usia muda dan kelompok produktif.
Karena itu, BPJS Kesehatan mendorong masyarakat untuk rutin beraktivitas fisik, menjaga pola makan, memperhatikan kesehatan mental, dan melakukan skrining kesehatan sejak dini. Upaya ini dinilai penting agar faktor risiko bisa diketahui lebih cepat sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih berat.
Prihati menyampaikan bahwa olahraga punya manfaat besar bagi tubuh. Aktivitas fisik dapat membantu menjaga kesehatan jantung, mengontrol gula darah, dan menurunkan risiko penyakit kronis yang terus meningkat di kalangan usia produktif.
Lonjakan kasus DM dan hipertensi pada peserta JKN
BPJS Kesehatan mengungkapkan adanya tren kenaikan kasus DM dan HT dalam beberapa tahun terakhir, terutama pada peserta JKN di bawah usia 45 tahun. Berdasarkan data periode 2021–2025, jumlah peserta JKN yang terdiagnosis DM naik dari 240 ribu kasus menjadi lebih dari 401 ribu kasus.
Kenaikan itu setara sekitar 67,4 persen. Pada periode yang sama, kasus hipertensi juga meningkat dari 706 ribu kasus menjadi lebih dari 1 juta kasus, atau naik sekitar 43,9 persen.
Kenaikan kasus tersebut ikut berdampak pada pembiayaan layanan kesehatan. BPJS Kesehatan mencatat pembiayaan DM naik dari Rp 3,9 triliun pada 2021 menjadi Rp 8,7 triliun pada 2025.
Sementara itu, pembiayaan hipertensi meningkat dari Rp6,2 triliun menjadi Rp15,1 triliun pada periode yang sama. Secara kumulatif, sejak 2014 hingga 2025, BPJS Kesehatan telah mengeluarkan sekitar Rp 151,4 triliun untuk pembiayaan DM dan HT.
Skrining kesehatan makin mudah diakses
Selain mengajak masyarakat aktif bergerak, BPJS Kesehatan juga mendorong pemanfaatan layanan skrining kesehatan. Pemeriksaan ini dapat dilakukan di fasilitas kesehatan maupun melalui Aplikasi Mobile JKN.
Prihati menjelaskan bahwa layanan digital itu mempermudah peserta mengakses berbagai fitur kesehatan. Di dalamnya tersedia antrean online, informasi peserta, dan skrining riwayat kesehatan untuk membantu deteksi dini risiko penyakit.
Pemeriksaan sejak awal dianggap penting karena penyakit kronis sering berkembang tanpa gejala yang jelas pada tahap awal. Dengan skrining rutin, masyarakat dapat lebih cepat mengetahui kondisi kesehatan dan mengambil langkah pencegahan yang diperlukan.
Keterlibatan generasi muda dan dukungan lintas sektor
Kegiatan Fun Run tersebut juga dihadiri Sekretaris Daerah Buleleng Gede Suyasa, jajaran Forkopimda, stakeholder, mitra BPJS Kesehatan, mahasiswa, komunitas lari, tenaga kesehatan, dan masyarakat umum. Kehadiran berbagai unsur itu menunjukkan dukungan luas terhadap kampanye hidup sehat.
Gede Suyasa mengapresiasi kegiatan tersebut karena dinilai tidak hanya mengajak masyarakat berolahraga, tetapi juga memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Dukungan juga datang dari Wakil Rektor 3 Universitas Pendidikan Ganesha, I Ketut Sudiana, yang menilai keterlibatan generasi muda penting untuk membangun kesadaran kesehatan sejak usia produktif.
Kegiatan seperti Fun Run dipandang menjadi ruang edukasi yang efektif karena menggabungkan olahraga, partisipasi publik, dan pesan pencegahan penyakit. Di tengah meningkatnya kasus DM dan hipertensi pada usia muda, pendekatan semacam ini menjadi salah satu cara untuk menumbuhkan kebiasaan sehat yang lebih berkelanjutan di masyarakat.
Source: www.beritasatu.com








