Lemak Bukan Musuh Anak, Cara Memilih Yang Tepat Untuk Tumbuh Kembangnya

Lemak memegang peran penting dalam tumbuh kembang anak, terutama pada masa awal kehidupan ketika otak dan tubuh berkembang sangat cepat. Karena itu, orang tua perlu cermat memilih sumber lemak yang tepat agar kebutuhan kalori dan nutrisi anak tetap terpenuhi.

Sejumlah ahli menegaskan bahwa lemak tidak bisa disamakan dengan anggapan negatif yang selama ini sering melekat pada nutrisi ini. Pada anak di bawah dua tahun, lemak justru menjadi komponen penting dalam menu harian, termasuk pada MPASI, karena membantu mencukupi energi dan mendukung perkembangan otak.

Mengapa lemak dibutuhkan anak

Dokter spesialis anak dr. Ian Suryadi Suteja, M.Med. SC., Sp.A. menjelaskan bahwa lemak termasuk salah satu dari tiga makronutrisi utama, bersama karbohidrat dan protein. Ia menyebut kebutuhan lemak anak di bawah dua tahun mencapai 39 persen dari kebutuhan kalori harian, sedangkan anak di atas dua tahun sekitar 34 persen.

Menurut dr. Ian, otak anak dibentuk dalam dua tahun pertama kehidupan dan lemak menjadi salah satu bahan utamanya. Jika asupan lemak tidak cukup, perkembangan otak anak dapat berjalan tidak optimal.

Pilih jenis lemak sesuai kebutuhan anak

Lemak terbagi menjadi lemak hewani dan lemak nabati, lalu dibedakan lagi menjadi lemak jenuh dan lemak tak jenuh. Lemak jenuh banyak berasal dari produk hewani, sementara lemak tak jenuh lebih banyak ditemukan pada sumber nabati.

Lemak tak jenuh seperti DHA, omega-3, dan omega-6 penting bagi anak karena berperan dalam perkembangan otak. Lemak ini juga dibutuhkan bakteri baik di usus anak, sehingga turut mendukung kesehatan pencernaan.

Di sisi lain, lemak jenuh tetap dibutuhkan anak, terutama bila berat badan belum ideal atau asupan nutrisinya masih kurang. Satu gram lemak jenuh mengandung 9 kkal, jauh lebih tinggi dibanding karbohidrat dan protein yang masing-masing hanya 4 kkal.

Sumber lemak yang bisa dipilih

Sumber lemak jenuh yang umum tersedia antara lain susu, butter, keju, daging, ayam, dan santan. Lemak ini bisa dimasukkan langsung ke dalam masakan MPASI atau ditambahkan sebagai pelengkap menu.

Contohnya, bubur bisa ditambah lemak daging, atau nasi dibuat lebih padat energi dengan butter. Sup daging juga bisa menjadi salah satu cara menyajikan lemak dalam menu anak secara lebih praktis.

Orang tua juga bisa memilih lemak dalam bentuk kemasan, tetapi label komposisinya perlu dibaca dengan teliti. Pastikan kandungan lemak jenuhnya berada di urutan awal, porsinya paling dominan, dan produk tersebut tidak mengandung pengawet.

Cara mengenali lemak yang baik

dr. Ian mengingatkan agar orang tua tidak keliru memilih lemak untuk anak. Lemak jenuh yang baik umumnya akan memadat pada suhu ruang dan mencair saat dipanaskan.

Karena itu, orang tua diminta memilih lemak jenuh asli, bukan produk dengan sekadar rasa daging. Perbedaan ini penting karena kualitas sumber lemak akan memengaruhi nilai gizi yang diterima anak.

Membantu anak yang sulit makan

Dalam praktik sehari-hari, banyak orang tua menghadapi anak yang susah makan, picky eater, atau mengalami gerakan tutup mulut saat disuapi. Pada kondisi seperti ini, makanan tetap perlu dibuat padat gizi dan padat kalori meski jumlah suapan yang masuk sedikit.

Selebgram Umma Mega menceritakan bahwa ia memilih makanan yang aromanya menggugah selera untuk anaknya saat mengalami susah makan. Ia menambahkan lemak ke menu yang disukai anak, seperti ayam kecap dan mi ayam buatan rumah, agar makanan terasa lebih menarik.

Baca label sebelum membeli produk lemak kemasan

CEO Bumboo, Jeffrey Sutanto, menilai setiap suapan anak harus bernilai karena momen makan sering menjadi tantangan bagi orang tua. Ia menekankan pentingnya memilih sumber kalori yang baik, termasuk lemak hewani, terutama ketika anak hanya makan sedikit.

Jeffrey juga menyoroti pentingnya komposisi produk kemasan. Menurutnya, orang tua perlu memastikan bahan utama benar-benar lemak hewani asli dan memperhatikan kandungan lain yang menyertainya.

Pada akhirnya, memilih lemak yang sehat untuk anak berarti memastikan asupan energi cukup, perkembangan otak tetap didukung, dan bahan yang digunakan benar-benar sesuai kebutuhan usia. Orang tua dapat menyesuaikan pilihan lemak dari sumber hewani maupun nabati, selama komposisinya jelas, kualitasnya baik, dan penyajiannya membantu anak makan dengan lebih mudah.

Source: lifestyle.bisnis.com
Exit mobile version