Ring Jantung Bukan Akhir, Dokter Ungkap Kenapa Sumbatan Bisa Kembali Lagi

Author: Qoo Media

Pemasangan ring jantung memang membantu membuka pembuluh darah koroner yang menyempit atau tersumbat. Namun, tindakan ini tidak menghilangkan seluruh risiko, sehingga sumbatan bisa muncul lagi bila faktor penyebabnya tidak dikendalikan.

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Mitra Keluarga Kemayoran, Nancy Virginia, menjelaskan bahwa penyumbatan ulang dapat terjadi di dalam ring yang sudah dipasang, di bagian lain pembuluh darah yang sama, atau pada pembuluh darah koroner yang berbeda. “Jadi, penyumbatan ulang tidak selalu terjadi pada tempat yang sama,” ujarnya dalam acara Love The Beat di Jakarta, Sabtu, (13/6/2026).

Sumbatan bisa muncul kembali di beberapa lokasi

Kondisi ini menunjukkan bahwa pemasangan ring hanya menangani bagian yang tersumbat saat itu. Penyakit jantung koroner tetap bisa berkembang jika akar masalahnya tidak dibenahi.

Nancy menegaskan bahwa keberhasilan jangka panjang tidak hanya ditentukan oleh tindakan medis. Faktor teknis saat prosedur memang berpengaruh, tetapi kondisi kesehatan pasien setelah pemasangan ring juga memegang peran besar.

Faktor risiko yang perlu dikendalikan

Risiko penyumbatan ulang meningkat ketika hipertensi, diabetes, dan kolesterol tinggi tidak terkontrol. Kebiasaan merokok juga mempercepat kerusakan pembuluh darah dan dapat memicu terbentuknya sumbatan baru.

“Sebagus apa pun teknik pemasangan, sebaik apa pun hasil tindakan, bahkan semahal apa pun ring yang digunakan, jika faktor-faktor risiko tersebut tidak terkontrol dengan baik, maka sumbatan dapat terbentuk kembali,” kata Nancy.

Perubahan gaya hidup tetap penting

Nancy menekankan bahwa obat dan tindakan medis saja belum cukup untuk menjaga kesehatan jantung. Pasien tetap perlu menjalani perubahan gaya hidup yang konsisten agar kadar kolesterol lebih terkendali dan risiko sumbatan tidak kembali naik.

Langkah dasar yang dianjurkan adalah memilih makanan dengan lebih bijak dan menerapkan pola makan sehat. Kebiasaan ini penting karena asupan harian sangat memengaruhi kadar kolesterol dalam tubuh.

Olahraga, berat badan, dan kebiasaan harian

Aktivitas fisik rutin juga perlu dijaga dalam keseharian. Nancy merekomendasikan olahraga 30 menit per hari, dengan frekuensi lima hingga tujuh kali dalam seminggu.

Menjaga berat badan ideal, berhenti merokok, menghindari penggunaan vape, serta membatasi konsumsi alkohol juga masuk dalam upaya menjaga kesehatan jantung. Menurut Nancy, kebiasaan tersebut dapat membantu memperbaiki profil kolesterol secara keseluruhan dan menurunkan risiko penyakit kardiovaskular.

Pentingnya kontrol dan pengobatan teratur

Bagi pasien yang memiliki risiko tinggi dan sudah mendapat terapi dari dokter, kepatuhan terhadap pengobatan menjadi hal yang tidak boleh diabaikan. Jadwal kontrol rutin juga perlu dijalani agar perkembangan kondisi bisa dipantau dan penanganan dapat diberikan tepat waktu.

Nancy menyebut evaluasi kadar kolesterol umumnya bisa dilakukan setelah sekitar tiga bulan menjalani pola makan sehat dan kebiasaan hidup yang lebih baik secara konsisten. Dengan pemantauan yang baik, risiko penyumbatan ulang dapat ditekan lebih optimal setelah pemasangan ring jantung.

Source: lifestyle.bisnis.com
Terbaru