Sering mengandalkan obat pereda nyeri untuk mengatasi sakit kepala bisa berbalik menjadi masalah baru bila dipakai terlalu sering. Alih-alih mereda, nyeri kepala justru dapat muncul berulang dan sulit hilang jika konsumsi obat tidak sesuai anjuran dokter.
Dokter spesialis saraf subspesialis neurokritikal dan intensif dr Ramdinal Aviesena Zairinal menjelaskan bahwa obat punya dua sisi. Saat digunakan sesuai petunjuk medis, obat membantu meredakan gejala, tetapi jika dipakai sembarangan, efek negatif justru bisa muncul pada tubuh.
Risiko sakit kepala akibat penggunaan obat berlebihan
Kondisi ini dikenal sebagai medication-overuse headache atau MOH, yaitu sakit kepala yang dipicu oleh penggunaan obat secara berlebihan. Menurut dr Sena, penggunaan obat nyeri yang tidak sesuai anjuran atau dilakukan dalam jangka panjang dapat memicu kebalikannya, yakni sakit kepala karena overuse.
Ia menyebut contoh obat yang sering dikonsumsi bebas seperti parasetamol dan ibuprofen. Obat-obatan ini memang mudah dibeli, tetapi jika dipakai terus-menerus tanpa pengawasan, keluhan nyeri kepala bisa justru menetap dan tidak kunjung membaik.
Kebiasaan yang sering memicu overuse
Salah satu pemicu utamanya adalah kebiasaan melakukan self-diagnose atau diagnosis mandiri tanpa pemeriksaan dokter. Pola ini sering diperkuat oleh informasi kesehatan yang beredar di media sosial dan membuat sebagian orang langsung memilih obat sendiri.
Kebiasaan lain yang juga berisiko adalah membeli obat kembali setelah resep pertama habis tanpa konsultasi ulang. Situasi ini dapat membuat dosis dan lama penggunaan melampaui anjuran, sehingga obat tidak lagi dipakai secara terkontrol.
Sakit kepala tidak selalu keluhan ringan
Dr Sena menegaskan, anggapan bahwa semua sakit kepala bisa selesai dengan obat bebas merupakan pandangan yang keliru. Sakit kepala tidak selalu berkaitan dengan migrain, karena dalam beberapa kondisi bisa menjadi tanda masalah yang lebih serius.
Ia mencontohkan kemungkinan sakit kepala yang berkaitan dengan perdarahan otak, yang memerlukan pemeriksaan medis cepat dan tepat. Karena itu, keluhan yang sering muncul atau tidak membaik sebaiknya tidak langsung dianggap sepele hanya karena tersedia obat over the counter atau OTC.
Hal yang perlu diperhatikan saat sakit kepala sering kambuh
Penggunaan obat pereda nyeri tetap memiliki manfaat bila diberikan dengan cara yang benar. Namun, frekuensi konsumsi, jenis obat, dan durasi pemakaian perlu diperhatikan agar tidak memicu efek sebaliknya.
Jika sakit kepala terus berulang meski sudah minum obat, kondisi itu perlu dinilai lebih lanjut oleh tenaga medis. Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan apakah keluhan muncul karena penggunaan obat yang berlebihan atau karena ada penyebab lain yang membutuhkan penanganan berbeda.
