Diet Mediterania Bukan Cuma Soal Sehat, Ada Risiko Strok yang Juga Turun

Diet Mediterania sering dipandang hanya sebagai pola makan untuk menjaga jantung dan mengontrol berat badan. Padahal, manfaatnya disebut lebih luas karena juga berkaitan dengan risiko strok yang lebih rendah.

Febe Christianto, Dokter Spesialis Gizi RSUP Dr. Kariadi, menjelaskan bahwa pola makan ini berakar dari kebiasaan masyarakat di kawasan Laut Mediterania, seperti Yunani dan Italia. Diet Mediterania menonjolkan makanan nabati dan pembatasan pangan olahan, sehingga tidak sekadar menjadi menu sehat harian, tetapi juga gaya hidup yang lebih berkelanjutan.

Fokus Utama Diet Mediterania

Dalam penjelasannya, Febe menyebut diet Mediterania menitikberatkan pada buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, biji-bijian utuh, dan polong-polongan. Sumber lemak utamanya berasal dari minyak zaitun, sementara ikan dan makanan laut dianjurkan untuk dikonsumsi secara rutin.

Produk susu seperti yogurt dan keju masih boleh dikonsumsi, tetapi tidak berlebihan. Sebaliknya, daging merah, makanan olahan, gula rafinasi, dan pangan tinggi lemak jenuh dianjurkan untuk dibatasi.

Kelompok PanganAnjuranKeterangan
Pangan nabatiDitekankanBuah, sayuran, kacang-kacangan, biji-bijian utuh, polong-polongan
Lemak utamaDiutamakanMinyak zaitun
Ikan dan makanan lautDisarankan rutinSumber lemak sehat dan omega-3
Produk susuBoleh, secukupnyaYogurt dan keju dalam porsi tidak berlebihan
Daging merah, makanan olahan, gula rafinasiDibatasiUntuk mengurangi asupan lemak jenuh

Menurut lifestyle.bisnis.com, pola makan ini bukan hanya soal susunan menu, tetapi juga cara membentuk kebiasaan makan yang bisa dijalankan dalam jangka panjang. Febe menegaskan bahwa prinsip utamanya adalah memilih makanan alami, segar, dan minim proses.

Risiko Strok Lebih Rendah

Di luar manfaat umum untuk kesehatan, diet Mediterania juga dikaitkan dengan perlindungan terhadap strok. Febe menyebut sejumlah penelitian menunjukkan risiko strok sekitar 18% lebih rendah pada orang yang menerapkan pola makan ini dibandingkan mereka yang tidak mengikutinya.

Efek itu berlaku untuk strok iskemik akibat penyumbatan maupun strok hemoragik yang disebabkan perdarahan. Perlindungan tersebut dikaitkan dengan tingginya asupan sayuran, buah-buahan, biji-bijian utuh, minyak zaitun, dan ikan berlemak.

Kandungan serat, vitamin, mineral, dan antioksidan dari buah serta sayuran membantu menjaga fungsi pembuluh darah. Sementara itu, lemak tak jenuh dari minyak zaitun dan ikan berperan dalam mengendalikan kadar kolesterol dan peradangan.

Tidak Selalu Bisa Diterapkan Sama untuk Semua Orang

Meski prinsip diet Mediterania dapat diterapkan banyak orang, Febe mengingatkan bahwa pola makan ini tetap perlu disesuaikan pada kondisi tertentu. Orang dengan penyakit ginjal, alergi kacang-kacangan atau makanan laut, serta kebutuhan gizi khusus sebaiknya tidak menjalankannya secara sembarangan.

Karena itu, konsultasi dengan dokter spesialis gizi klinik disarankan sebelum memulai pola makan ini. Penyesuaian penting dilakukan agar manfaat diet Mediterania tetap sesuai dengan kondisi tubuh masing-masing.

Source: lifestyle.bisnis.com
Terkait