6 Fakta Kesehatan Mata Lansia yang Sering Diabaikan, dari Katarak hingga Mata Kering

Kesehatan mata pada usia lanjut sering menurun perlahan tanpa gejala yang jelas. Karena itu, pemeriksaan rutin menjadi langkah penting agar gangguan bisa diketahui lebih cepat sebelum penglihatan terlanjur terganggu.

Lifestyle.bisnis.com melaporkan, pemeriksaan mata lengkap idealnya dilakukan setiap 1-2 tahun bagi usia 40-64 tahun, meski tidak ada keluhan. Untuk usia 65 tahun ke atas, pemeriksaan sebaiknya dilakukan setiap 1 tahun sekali.

Zakaria Effendi dari Refraksionis Optisien Optik 99K menjelaskan bahwa pemeriksaan bisa dibuat lebih sering bila ada faktor risiko seperti diabetes, hipertensi, riwayat glaukoma dalam keluarga, rabun tinggi, atau pernah menjalani operasi mata. Dalam kondisi itu, jadwal kontrol dapat dilakukan setiap 3-12 bulan sesuai anjuran dokter mata.

Gangguan Mata yang Paling Sering Muncul pada Lansia

GangguanCiri UtamaPenanganan/Pencegahan
KatarakPenglihatan kabur, silau saat melihat cahaya, warna tampak kusam, ukuran kacamata sering berubah tetapi tetap tidak jelasOperasi saat sudah mengganggu aktivitas
GlaukomaSering tanpa gejala awal, berisiko merusak saraf mata dan memicu kebutaan permanenTetes mata, laser, atau operasi untuk mengendalikan tekanan mata
Degenerasi makula terkait usia (AMD)Sulit membaca, wajah tampak tidak jelas, garis lurus terlihat bengkokRisiko meningkat dengan usia, merokok, dan faktor genetik
Retinopati diabetikSering tanpa gejala pada awal, bisa menyebabkan perdarahan retina hingga kebutaanKontrol gula darah dan pemeriksaan mata rutin
Mata keringMata mengganjal, perih, mudah lelah, penglihatan kadang kaburAir mata buatan dan menjaga kelembapan mata
PresbiopiaSulit melihat tulisan kecil dari jarak dekatKacamata baca atau lensa multifokal

Katarak disebut sebagai penyebab utama kebutaan yang dapat diobati karena lensa mata menjadi keruh akibat proses penuaan. Sementara itu, glaukoma kerap dijuluki pencuri penglihatan karena bisa berkembang tanpa disadari sampai kerusakannya berat.

Degenerasi makula terkait usia menyerang bagian makula yang berfungsi melihat detail. Kondisi ini bisa membuat membaca lebih sulit dan wajah orang lain tampak tidak jelas, meski penglihatan tepi biasanya tetap baik.

Retinopati diabetik menjadi ancaman bagi penderita diabetes karena kadar gula darah tinggi merusak pembuluh darah retina. Pada tahap awal, gangguan ini sering tidak bergejala sehingga pemeriksaan rutin sangat penting.

Makanan dan Minuman yang Mendukung Kesehatan Mata

Pola makan seimbang dinilai lebih penting daripada mengandalkan satu jenis makanan tertentu. Untuk menjaga kesehatan mata, sayuran hijau seperti bayam, kangkung, dan brokoli dapat membantu karena mengandung lutein dan zeaxanthin.

Wortel, labu, ubi, dan sayuran berwarna oranye menjadi sumber beta-karoten. Buah-buahan kaya vitamin C seperti jeruk, jambu biji, kiwi, dan stroberi juga dianjurkan.

Ikan berlemak seperti salmon, sarden, tuna, dan makarel menyumbang omega-3, sedangkan telur, terutama kuning telur, mengandung lutein dan zeaxanthin. Kacang-kacangan, biji-bijian, daging tanpa lemak, seafood, dan kacang-kacangan juga disebut sebagai sumber vitamin E dan seng.

Minuman yang baik untuk mendukung kesehatan mata antara lain air putih yang cukup, susu atau produk olahan susu sesuai kebutuhan gizi, serta teh hijau tanpa gula berlebihan karena mengandung antioksidan. Di sisi lain, konsumsi gula berlebihan, makanan ultra-proses, dan lemak jenuh tinggi sebaiknya dibatasi.

Rokok juga perlu dihindari karena dapat meningkatkan risiko katarak dan degenerasi makula. Untuk pengguna kacamata, lensa tidak perlu diganti berdasarkan jadwal tetap, melainkan mengikuti hasil pemeriksaan dan kondisi penglihatan.

Lensa baru dibutuhkan bila ukuran sudah berubah, penglihatan mulai kabur atau tidak nyaman, muncul sakit kepala dan mata cepat lelah, atau lensa rusak dan lapisan pelindungnya mengelupas. Pada usia di atas 40 tahun, pemeriksaan mata tetap menjadi acuan utama, sedangkan pada usia di atas 65 tahun atau bila ada faktor risiko, kontrol tahunan lebih disarankan.

Beberapa Mitos yang Perlu Diluruskan

Anggapan bahwa terlalu sering membaca membuat minus atau plus bertambah tidak sepenuhnya benar. Membaca tidak menyebabkan presbiopia atau rabun bertambah secara langsung, tetapi mata bisa cepat lelah bila pencahayaan buruk atau ukuran kacamata sudah tidak sesuai.

Mitos lain yang sering muncul adalah katarak bisa sembuh dengan obat tetes atau ramuan herbal. Hingga saat ini, katarak yang sudah mengganggu penglihatan hanya dapat diatasi secara efektif dengan operasi.

Masih ada pula anggapan bahwa mata sehat berarti tidak ada keluhan. Padahal, glaukoma dan retinopati diabetik sering tidak menimbulkan gejala pada tahap awal, sehingga pemeriksaan rutin tetap dibutuhkan.

Holywings Peduli mengusung tema “Mata Sehat, Lansia Bahagia” melalui cek kesehatan mata gratis, seminar edukasi, dan pembagian kacamata gratis khusus bagi lansia. Kegiatan itu juga mencakup pemeriksaan ketajaman penglihatan, konsultasi dengan Refraksionis Optisien atau Optometrist, pemeriksaan refraksi, serta edukasi soal penyakit mata yang umum dialami lansia.

Andrew Susanto, Komisaris Utama Holywings Group dan Ketua Program CSR Holywings Peduli, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan membantu para lansia memperoleh akses pemeriksaan mata yang baik sekaligus kacamata yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Menurut dia, penglihatan yang baik membuat lansia tetap mandiri, produktif, dan lebih nyaman beraktivitas sehari-hari.

Source: lifestyle.bisnis.com
Terkait