Klinik Pertamina IHC menutup enam tahun perjalanannya dengan capaian yang cukup besar, yakni melayani lebih dari 1,5 juta pelanggan sejak mulai beroperasi pada 2020. Angka itu menegaskan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan yang mudah dijangkau terus meningkat.
Di balik capaian tersebut, jaringan klinik ini juga berkembang jauh dari titik awalnya di Jabodetabek. Kini, Klinik Pertamina IHC telah hadir di 53 klinik yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Balikpapan, Prabumulih, dan Tanjung.
Layanan Bertambah, Tidak Lagi Sekadar Klinik Dasar
Direktur Klinik Pertamina IHC Devi Desianti Pritasari mengatakan pertumbuhan jaringan diiringi dengan pengembangan lebih dari 39 jenis layanan kesehatan. Layanannya mencakup dokter umum dan dokter gigi, dokter spesialis, Medical Check Up, laboratorium dan farmasi, kesehatan kerja, fisioterapi, psikologi, telekonsultasi, home care, vaksinasi internasional, serta berbagai program kesehatan berbasis teknologi.
Menurut Devi, setiap kunjungan menyimpan tanggung jawab untuk menghadirkan pelayanan yang aman, ramah, mudah dipahami, dan berpusat pada kenyamanan pasien. Ia menegaskan bahwa angka 1,5 juta bukan sekadar statistik, melainkan bentuk kepercayaan yang harus dijaga.
| Aspek | Data Utama | Keterangan |
|---|---|---|
| Usia Operasi | 6 tahun | Mulai beroperasi pada 2020 |
| Pelanggan Terlayani | Lebih dari 1,5 juta | Sejak mulai beroperasi |
| Jumlah Klinik | 53 klinik | Tersebar di seluruh Indonesia |
| Jenis Layanan | Lebih dari 39 | Mencakup layanan primer, spesialistik, dan berbasis teknologi |
Dari Kesehatan Primer Hingga Kesehatan Kerja
Klinik Pertamina IHC kini melayani melalui Klinik Pratama, Klinik Utama, Unit Kesehatan Kerja, klinik perusahaan, dan layanan korporasi. Layanannya mencakup kesehatan primer dan spesialistik, pemeriksaan dan deteksi dini, pemulihan, kesehatan berkelanjutan, hingga program kesehatan kerja yang disesuaikan dengan risiko di lingkungan industri.
Perluasan layanan ini menjawab perubahan kebutuhan masyarakat yang tidak hanya datang saat sakit. Pemeriksaan berkala, pendampingan gaya hidup, pemulihan cedera, kesehatan mental, dan akses konsultasi yang lebih mudah menjadi bagian dari pendekatan yang kini makin dibutuhkan.
Devi mengatakan klinik ingin hadir sebagai mitra menjaga kesehatan, bukan hanya tempat berobat ketika tubuh sudah jatuh sakit. “Semakin dini risiko diketahui, semakin besar peluang seseorang untuk tetap sehat, produktif, dan menikmati waktu bersama orang-orang yang dicintainya,” ujarnya.
Edukasi Kesehatan Di Hari Jadi Ke-6
Dalam peringatan hari jadinya, Klinik Pertamina IHC menggelar webinar “Move Smart, Think Smart: Mengenal Cedera Olahraga, Pemulihan, dan Kesehatan Otak” pada Kamis, 16 Juli 2026. Webinar itu menghadirkan dr. Andhika Raspati, Sp.KO; dr. Alvita Ratnasari, Sp.Ak; dr. Chikita Medika Putri, Sp.N; dan dr. Ulfa Titiswari.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas literasi kesehatan agar masyarakat memahami olahraga yang aman, tanda cedera, proses pemulihan, serta pentingnya menjaga kesehatan saraf dan otak. Memasuki tahun ketujuh, Klinik Pertamina IHC menyatakan akan terus memperkuat mutu pelayanan, kompetensi tenaga kesehatan, pemanfaatan teknologi, dan kolaborasi dengan semangat “Grow Together, Serve Better”.
Dengan arah itu, Klinik Pertamina IHC ingin memastikan setiap pelanggan merasa didengarkan, dilayani dengan aman, dan didampingi dengan empati.






