Kenaikan berat badan akibat pengobatan dapat menjadi persoalan serius bagi pasien skizofrenia yang memakai antipsikotik generasi kedua. Dampaknya bukan hanya pada kondisi fisik, tetapi juga berisiko membuat pasien enggan melanjutkan terapi yang dibutuhkan.
Uji klinis yang dimuat dalam JAMA Psychiatry memberi gambaran bahwa semaglutide berpotensi membantu menangani masalah metabolik tersebut. Pada pasien tertentu, obat ini dikaitkan dengan penurunan berat badan dan perbaikan pengendalian gula darah tanpa perburukan gejala kejiwaan selama penelitian.
Kenaikan Berat Badan Jadi Tantangan Pengobatan
Antipsikotik generasi kedua dapat memengaruhi sejumlah sistem di otak dan tubuh. Efek itu dapat meningkatkan nafsu makan sekaligus mengubah metabolisme energi, sehingga risiko kelebihan berat badan hingga obesitas meningkat.
Bagi pasien dengan gangguan jiwa berat, perubahan berat badan tidak dapat dipandang sebagai efek samping ringan. Obesitas dapat meningkatkan risiko komplikasi penyakit kronis, sementara kekhawatiran terhadap berat badan juga dapat memengaruhi kepatuhan dalam minum obat.
Sejumlah penelitian menunjukkan kenaikan berat badan termasuk alasan utama pasien skizofrenia menjadi tidak patuh menjalani pengobatan antipsikotik. Situasi ini penting karena terapi yang terputus dapat menyulitkan pengendalian kondisi kejiwaan pasien.
Karena itu, berbagai organisasi kesehatan internasional mendorong pemantauan kesehatan fisik sebagai bagian dari evaluasi rutin. Pemeriksaan tersebut mencakup berat badan, kadar gula darah, tekanan darah, dan profil lipid atau lemak darah.
Hasil Uji Semaglutide pada Pasien Tertentu
Studi bertajuk Semaglutide Treatment of Antipsychotic-Treated Patients With Schizophrenia, Prediabetes, and Obesity: The HISTORI Randomized Clinical Trial melibatkan 154 pasien berusia 18 hingga 60 tahun. Seluruh peserta didiagnosis skizofrenia atau gangguan terkait serta menjalani pengobatan antipsikotik.
Penelitian itu secara khusus menilai pasien yang mengalami prediabetes dan obesitas atau kelebihan berat badan. Dengan demikian, temuannya tidak dapat langsung diterapkan kepada seluruh pasien skizofrenia dengan kondisi yang berbeda.
| Indikator | Hasil pada Kelompok Semaglutide |
|---|---|
| Rata-rata perubahan berat badan | Turun 9,21 kilogram |
| Kadar HbA1c | Turun 0,46 persen |
| Profil lemak darah | Menunjukkan perbaikan |
| Gejala kejiwaan | Tidak ditemukan perburukan selama penelitian |
Penurunan HbA1c menunjukkan membaiknya pengendalian gula darah pada kelompok yang menerima semaglutide. Perbaikan profil lemak darah juga tercatat sebagai bagian dari hasil metabolik penelitian tersebut.
Menurut laporan health.kompas.com, hasil ini membuka perspektif bahwa perawatan gangguan jiwa berat dapat berjalan beriringan dengan penanganan risiko metabolik. Keberhasilan terapi tidak hanya dinilai dari stabilitas gejala kejiwaan, melainkan juga kemampuan menjaga kesehatan fisik pasien.
Penggunaan Obat Tetap Memerlukan Pengawasan
Di Indonesia, zat aktif semaglutide dipasarkan Novo Nordisk dalam dua produk dengan indikasi berbeda. Ozempic digunakan untuk terapi diabetes melitus tipe 2, sedangkan Wegovy ditujukan untuk manajemen berat badan sesuai indikasi yang telah disetujui.
| Produk | Indikasi | Status Penggunaan |
|---|---|---|
| Ozempic | Diabetes melitus tipe 2 | Obat resep dengan pengawasan tenaga kesehatan |
| Wegovy | Manajemen berat badan sesuai indikasi | Obat resep dengan pengawasan tenaga kesehatan |
Semaglutide merupakan obat resep yang penggunaannya harus didasarkan pada penilaian tenaga kesehatan. Pasien tidak dianjurkan mengubah pengobatan kejiwaan atau menambahkan terapi penurunan berat badan tanpa pengawasan medis.
Pendekatan penanganan pasien skizofrenia juga membutuhkan kerja lintas disiplin. Psikiater dapat bekerja bersama dokter penyakit dalam atau endokrinolog, ahli gizi, perawat, psikolog, serta tenaga kesehatan lain sesuai kebutuhan pasien.
Pemantauan rutin memungkinkan risiko metabolik dikenali lebih awal saat pasien menjalani terapi antipsikotik. Langkah ini dapat membantu menjaga kesinambungan pengobatan sambil memberi perhatian pada kesehatan fisik yang kerap terdampak.







