Terapi Presisi Buka Harapan Hidup Lebih Panjang bagi Pasien Kanker Perempuan

Pengobatan kanker kini semakin bergerak menuju pendekatan yang lebih personal. Terapi presisi memberi harapan hidup lebih panjang bagi pasien kanker perempuan karena pilihan obat dapat disesuaikan dengan karakteristik biologis tumor.

Pendekatan ini penting ketika beban kanker pada perempuan masih tinggi, terutama kanker payudara, serviks, dan ovarium. Dokter tidak lagi memandang semua kasus dengan nama kanker yang sama sebagai penyakit yang identik.

Senior Consultant Medical Oncologist Parkway Cancer Centre Singapura, Dr. See Hui Ti, menyatakan bahwa terapi presisi telah menjadi pendekatan yang semakin luas digunakan dalam penanganan kanker. Tujuannya bukan hanya meningkatkan efektivitas terapi, tetapi juga mengurangi dampak pada sel-sel sehat.

“Saat ini kami memahami bahwa kanker bukanlah satu penyakit yang sama pada setiap pasien. Dua orang yang sama-sama didiagnosis kanker payudara dapat memiliki karakteristik biologis yang berbeda sehingga pendekatan terapinya pun harus disesuaikan dengan profil masing-masing pasien,” kata Dr. See di Jakarta, Kamis (16/7/2026).

Data kanker perempuan masih tinggi

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO memperkirakan terdapat sekitar 2,4 juta kasus baru kanker payudara di dunia sepanjang 2024. Pada periode yang sama, jumlah kasus baru kanker serviks secara global diperkirakan mencapai 604 ribu kasus.

Di Indonesia, Global Cancer Observatory atau GLOBOCAN mencatat 408.661 kasus kanker baru pada 2022. Jumlah kematian akibat kanker pada tahun yang sama mencapai 242.988 kasus.

Cakupan DataJenis atau IndikatorJumlah Kasus
Global 2024Kanker payudara baru2,4 juta
Global 2024Kanker serviks baru604 ribu
Indonesia 2022Seluruh kasus kanker baru408.661
Indonesia 2022Kematian akibat kanker242.988

Pada perempuan di Indonesia, kanker payudara menjadi jenis yang paling banyak didiagnosis dengan 66.271 kasus baru. Setelah itu, kanker serviks tercatat sebanyak 36.964 kasus baru dan kanker ovarium mencapai 15.130 kasus.

Profil tumor menentukan pilihan terapi

Terapi Presisi Kanker bertumpu pada pemeriksaan histopatologi dan analisis molekuler yang makin berkembang. Pemeriksaan tersebut membantu dokter mengenali karakter kanker secara lebih rinci sebelum menentukan strategi pengobatan.

Pada kanker payudara, pemeriksaan dapat membedakan subtipe hormone receptor-positive, HER2-positive, dan triple-negative breast cancer. Masing-masing subtipe memiliki respons yang berbeda terhadap terapi, sehingga penanganannya tidak dapat disamaratakan.

Informasi biologis tumor memungkinkan dokter memilih terapi hormonal, terapi target, terapi anti-HER2, imunoterapi, atau kombinasi dari beberapa metode. Pilihan tersebut disesuaikan dengan profil tumor dan kondisi klinis pasien.

Menurut Dr. See, perkembangan ini menjadi tonggak penting dalam penanganan kanker dibandingkan pendekatan satu hingga dua dekade lalu. Strategi yang lebih terarah ikut meningkatkan peluang pasien mendapatkan hasil terapi yang lebih optimal.

“Tingkat harapan hidup pasien kini makin tinggi,” imbuhnya. Namun, pemilihan terapi tetap bergantung pada karakteristik kanker yang ditemukan pada setiap pasien.

Harapan menjaga kualitas hidup dan fungsi reproduksi

Inovasi terapi kanker juga diarahkan untuk menjaga kualitas hidup pasien selama dan setelah pengobatan. Pada kondisi tertentu, kemajuan teknik bedah dapat membantu perempuan berusia muda mempertahankan fungsi reproduksinya.

Peluang untuk memiliki keturunan tetap dapat dipertimbangkan sesuai kondisi klinis masing-masing pasien. Karena itu, pemeriksaan yang rinci dan penentuan terapi yang tepat menjadi bagian penting dari penanganan kanker perempuan.

Source: lifestyle.bisnis.com
Terkait