8 Tanda Pascasunat yang Perlu Diwaspadai untuk Pemulihan yang Aman

Pelaksanaan sunat pada anak laki-laki sering kali dilakukan untuk berbagai alasan, termasuk kesehatan, tradisi, dan keyakinan. Meskipun prosedur ini umumnya aman, orang tua harus tetap waspada terhadap gejala yang mungkin muncul setelah sunat. Penting untuk mengenali delapan tanda pascasunat yang dapat mengindikasikan adanya komplikasi dan memerlukan penanganan medis segera.

1. Pendarahan berlebih
Pasca sunat, sedikit darah pada perban atau popok selama satu hingga dua hari pertama adalah hal yang umum. Namun, pendarahan yang terus-menerus dan banyak, yang membasahi perban secara berulang, perlu perhatian medis. Ini bisa menjadi pertanda adanya gangguan pembekuan darah atau luka yang tidak tertutup dengan baik.

2. Kemerahan atau pembengkakan berlebihan
Kemerahan ringan di sekitar luka pascasunat biasanya normal. Namun, jika kemerahan meluas dengan disertai pembengkakan yang signifikan atau rasa panas, segera konsultasikan kepada dokter. Gejala ini ini dapat menandakan infeksi atau peradangan yang serius.

3. Keluarnya nanah atau cairan berbau
Adanya cairan kuning atau putih dengan bau tidak sedap dari luka sunat dapat menandakan infeksi. Nanah sering kali disertai dengan rasa nyeri atau demam, yang memerlukan evaluasi medis lebih lanjut untuk mencegah komplikasi.

4. Demam tinggi
Suhu tubuh yang sedikit meningkat setelah sunat mungkin terjadi sebagai respons terhadap prosedur. Namun, demam di atas 38 derajat Celcius yang berlangsung lebih dari dua hari menjadi tanda bahwa perlu evaluasi medis, karena ini bisa menandakan adanya infeksi.

5. Kesulitan buang air kecil
Jika anak tidak buang air kecil dalam waktu enam hingga delapan jam setelah sunat, atau jika mengalami kesulitan dan nyeri saat buang air kecil, ini bisa menjadi tanda iritasi atau penyumbatan. Jika urin bercampur darah atau berbau kuat, segera hubungi dokter.

6. Luka tidak menunjukkan perbaikan
Luka sunat biasanya akan mulai sembuh dalam tujuh hingga sepuluh hari. Jika setelah lima hingga tujuh hari luka masih terlihat merah, bengkak, atau basah tanpa tanda-tanda penyembuhan, hal ini dapat menunjukkan infeksi atau proses penyembuhan yang tertunda.

7. Rasa nyeri yang berlebihan
Normal bagi anak untuk mengalami rasa nyeri ringan sampai sedang dalam beberapa hari pertama pascasunat. Namun, jika rasa nyeri tersebut hebat dan tidak mereda dengan obat pereda nyeri, atau bahkan semakin memburuk, ini bisa mengindikasikan komplikasi serius.

8. Perubahan warna kulit yang tidak normal
Perubahan warna kulit di sekitar luka—seperti kebiruan, kehitaman, atau sangat pucat—merupakan tanda yang perlu diwaspadai. Hal ini bisa menunjukkan adanya gangguan aliran darah atau infeksi serius yang memerlukan intervensi medis segera.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Tanda-tanda Ini Muncul?
Jika salah satu gejala di atas muncul, orang tua harus segera menghubungi dokter. Mengobati sendiri dengan obat atau salep tanpa resep dokter tidak disarankan, karena dapat memperburuk situasi. Penting juga untuk memantau kondisi anak dengan seksama, terutama dalam tujuh hingga sepuluh hari setelah sunat, serta mengikuti jadwal kontrol yang diberikan dokter.

Dengan mengenali tanda-tanda ini dan memberikan perawatan yang tepat, orang tua dapat membantu anak pulih dengan aman dan nyaman. Jika ragu, selalu penting untuk berkonsultasi dengan tenaga medis profesional guna memastikan kesehatan anak pascasunat terjaga.

Berita Terkait

Back to top button