Batu ginjal dan kencing batu seringkali dianggap sama oleh masyarakat umum karena keduanya menimbulkan rasa sakit yang hebat saat buang air kecil. Namun, di balik rasa nyeri yang mirip itu, sebenarnya terdapat perbedaan mendasar dalam lokasi dan mekanisme terjadinya kedua kondisi ini. Batu ginjal terbentuk di dalam ginjal, sedangkan batu kencing terbentuk di saluran kemih, khususnya di ureter. Dalam artikel ini, akan dibahas lebih lanjut tentang perbedaan antara batu ginjal dan kencing batu, gejalanya, serta langkah pertolongan pertama yang bisa diambil.
Perbedaan Lokasi dan Gejala
Menurut dr. Hastarita Lawrenti, Medical Manager PT Kalbe Farma Tbk, perbedaan utama antara batu ginjal dan batu kencing terletak pada lokasi serta gejala yang ditimbulkan. Batu ginjal biasanya menimbulkan sakit di daerah pinggang, sedangkan batu kencing lebih dirasakan di bagian saluran kemih. Untuk pria, ureter cenderung lebih panjang dibandingkan dengan wanita, sehingga dapat mempengaruhi rasa sakit yang dialami.
Gejala batu ginjal sering kali disertai mual dan muntah, sedangkan batu kencing gejalanya lebih khas seperti kencing yang tidak tuntas, yang banyak dikenal sebagai anyang-anyangan. "Banyak yang tidak mengetahui tentang anyang-anyangan, jadi mereka mengeluhkan kesulitan buang air kecil atau merasakan buang air kecil tetapi tidak tuntas," jelas dr. Hastarita.
Langkah Pertolongan Pertama
Ketika mengalami gejala batu kencing, langkah pertama yang perlu diambil adalah banyak mengonsumsi air putih untuk membantu meluruhkan batu. Jika batu yang ada cukup besar, rasa nyeri bisa mencapai tingkat yang tinggi, sehingga disarankan untuk menggunakan obat peluruh batu saluran kemih yang bisa didapatkan di apotek, seperti Nephrolit. Obat ini terbuat dari bahan herbal alami, menawarkan pilihan yang menarik bagi mereka yang cenderung memilih terapi herbal.
Obat tersebut mengandung ekstrak dari daun kejibeling, kumis kucing, tempuyung, meniran, dan daun sendok, yang semuanya memiliki manfaat untuk membantu meluruhkan batu ginjal dan mempermudah buang air kecil. Feri Sumarianto, Group Marketing Head PT Hexpharm Jaya Laboratories, menambahkan bahwa Nephrolit sebaiknya diambil saat gejala muncul sehingga tidak menimbulkan ketergantungan.
Sebaliknya, untuk batu ginjal, pengobatan yang disarankan biasanya meliputi pereda nyeri dan obat-obatan untuk membantu meluruhkan batu, seperti allopurinol untuk batu asam urat. Jika batu ginjal berukuran lebih besar, perawatan lebih lanjut mungkin diperlukan, termasuk penggunaan teknologi gelombang kejut (ESWL) untuk memecah batu atau bahkan operasi jika batu sangat kompleks.
Penyebab dan Pencegahan
Baik batu ginjal maupun batu kencing biasanya disebabkan oleh pengendapan mineral seperti kalsium, oksalat, dan asam urat dalam tubuh. Dr. Hastarita menyebutkan bahwa kondisi ini sering kali disebabkan oleh kurangnya asupan air. "Minuman yang cukup membantu mineral keluar dari tubuh melalui kencing. Sebaiknya setiap individu memenuhi kebutuhan cairan minimal 2 liter per hari, terutama bagi mereka yang beraktivitas padat," imbuhnya.
Penting juga untuk diperhatikan bahwa konsumsi vitamin C yang berlebihan bisa menjadi masalah jika tidak diimbangi dengan cukup cairan. "Cairan yang kurang dapat menyebabkan vitamin C terakumulasi dan mengendap, yang bisa berisiko membentuk batu," tegas dr. Hastarita.
Dalam menjaga kesehatan ginjal dan mencegah terjadinya batu ginjal maupun kencing batu, kebiasaan minum yang baik, pola makan sehat, serta pengendalian konsumsi suplemen yang berpotensi menyebabkan endapan mineral sangatlah penting. Masyarakat dianjurkan untuk tidak abai terhadap sinyal tubuh agar dapat segera mengambil tindakan yang tepat saat merasakan gejala-gejala yang mencurigakan.





