Pengobatan gastroesophageal reflux disease (GERD) di Indonesia masih berada pada tahap yang terbatas, dengan prevalensi mencapai 67,9% pada tahun 2021, seperti yang diungkapkan dalam studi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Meskipun pengobatan paling umum untuk kondisi ini adalah inhibitor pompa proton (PPI), efektifitasnya masih diragukan, terutama dalam mengatasi gejala pada malam hari. Selain itu, penggunaan P-CAB (Potassium-Competitive Acid Blocker) di Indonesia saat ini kurang dari 1%, menunjukkan adanya kebutuhan mendesak akan alternatif pengobatan yang lebih efektif.
Daewoong Pharmaceutical telah mengambil langkah inovatif dengan melakukan uji klinis terkait penggunaan P-CAB pada pasien GERD di Indonesia. Hasil studi menunjukkan bahwa Fexuprazan, obat baru dalam golongan P-CAB, mampu meredakan gejala GERD dengan lebih cepat dan bertahan lebih lama dibandingkan PPI. Menurut Ketua Umum Perkumpulan Gastroenterologi Indonesia (PGI) Prof. Ari Fahrial Syam, “Fexuprazan menunjukkan kemampuan meredakan gejala seperti heartburn dan refluks asam lambung lebih cepat dibandingkan esomeprazole. Obat ini hanya perlu dosis sekali sehari, membuatnya sangat menjanjikan sebagai opsi terapi inovatif.”
Fexuprazan bekerja dengan cara menghambat produksi asam lambung secara kompetitif pada reseptor kalium di lambung. Keunggulan lain dari obat ini adalah fleksibilitas konsumsi yang tidak terpengaruh oleh asupan makanan. Ini menjadikannya alat yang lebih efektif dalam mengatasi gejala GERD, terutama di malam hari, ketika banyak pasien mengalami peningkatan ketidaknyamanan.
Meskipun kehadirannya masih terbatas di Indonesia, Fexuprazan telah diperkenalkan di 30 negara. Daewoong Pharmaceutical telah mengajukan izin edar untuk obat ini di 19 negara lainnya dan menandatangani kontrak ekspor dengan lima negara. Target selanjutnya adalah memperluas jangkauan ke 100 negara pada tahun 2027, termasuk Indonesia.
Menurut Kepala Divisi Bisnis Daewoong di Indonesia, Baek In-Hyun, komitmen perusahaan adalah untuk menyediakan pilihan pengobatan yang lebih cepat dan nyaman bagi pasien GERD. “Fexuprazan adalah obat baru yang telah terbukti efektif di tingkat global,” ujarnya.
Di tengah tantangan besar dalam pengobatan GERD, keberadaan Fexuprazan memberi harapan baru. Ketersediaan opsi terapi yang lebih baik sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien. Dengan pendekatan inovatif dan hasil yang menjanjikan dalam uji klinis, Fexuprazan diharapkan dapat menjadi solusi yang mengganti metode pengobatan yang kurang efektif saat ini.
Penting bagi pasien dan penyedia layanan kesehatan untuk selalu mengikuti perkembangan terbaru dalam pengobatan GERD. Penelitian yang berkelanjutan dan keterlibatan dalam studi klinis akan berkontribusi pada pemahaman yang lebih baik dan pengembangan terapi yang lebih efektif di masa mendatang.





