Di tengah meningkatnya angka kasus hipertensi dan diabetes, PT Medela Potentia Tbk menjalankan inisiatif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai kesehatan melalui dua kegiatan skrining kesehatan. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Juni 2025 dan berhasil menarik perhatian lebih dari seribu warga, yang berpartisipasi untuk memeriksa tekanan darah, kadar gula darah, serta kolesterol mereka.
Rangkaian Skrining Kesehatan
Skrining kesehatan pertama diadakan pada tanggal 11 Juni 2025 di Desa Pasirsari, Cikarang, Jawa Barat, diikuti oleh acara kedua yang berlangsung di Yogyakarta pada 22 Juni 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk mendeteksi penyakit kronis secara dini, yang menjadi salah satu fokus utama perusahaan dalam upaya meningkatkan kesehatan masyarakat. Menurut hasil skrining kesehatan tahun 2024, hipertensi menjadi masalah kesehatan yang paling umum dengan persentase mencapai 44,4%, diikuti kolesterol tinggi 38,8%, dan gula darah tinggi sebesar 10,9%.
Statistik Kesehatan yang Mengkhawatirkan
Data dari Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa pada periode Februari hingga April 2025, 20,9% dari penduduk usia di atas 18 tahun terdeteksi mengidap hipertensi sementara 5,9% mengalami diabetes. Survei Kesehatan Indonesia 2023 juga menunjukkan bahwa 67% penduduk belum pernah memeriksa kadar gula darah, menandakan minimnya kesadaran akan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin. Kegiatan skrining ini diharapkan dapat mengubah pola pikir masyarakat tentang kesehatan, dari reaksi darurat menjadi tindakan preventif yang cerdas.
Antusiasme Masyarakat
Keterlibatan manajemen PT Medela Potentia dan relawan dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen perusahaan terhadap isu kesehatan masyarakat. Di Cikarang, hadir Harris Lesmana, Direktur Hubungan Investor, dan Cahyadi Suwindra Sugondo, Direktur Teknologi Informasi, yang turut serta dalam proses skrining. Setyawan Pantja Juwono, Direktur Operasional PT Anugrah Argon Medica, menuturkan, “Kami bersyukur masyarakat Kota Yogyakarta menyambut kegiatan ini dengan antusias, artinya kesadaran masyarakat sudah baik untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.”
Kolaborasi dengan Pihak Ketiga
Untuk memastikan keakuratan dalam skrining, Medela Potentia menjalin kerjasama dengan penyedia perangkat medis global. Kansy Widiarty dari PT Djembatan Dua menegaskan pentingnya alat kesehatan yang terdaftar dan memiliki akurasi yang baik untuk diagnosis penyakit. "Akurasi pengukuran alat kesehatan sangat penting karena berkaitan dengan diagnosis suatu penyakit,” katanya.
Inovasi Digital di Dunia Kesehatan
Dalam rangka memberikan kemudahan bagi masyarakat setelah skrining, PT Medela Potentia juga meluncurkan GoApotik, platform digital yang memudahkan akses masyarakat terhadap produk kesehatan. Layanan ini juga dilengkapi dengan konsultasi daring melalui platform Dkonsul. Ruth Retno Dewi, Direktur PT Karsa Inti Tuju Askara, menjelaskan, “GoApotik hadir memberikan kemudahan kepada masyarakat yang membutuhkan obat-obatan untuk preventif maupun penyakit kronis.”
Transformasi Kesehatan yang Berkelanjutan
Krestijanto Pandji, Direktur Utama PT Medela Potentia, menyatakan bahwa kegiatan ini sejalan dengan semangat transformasi kesehatan pemerintah. Melalui pendekatan pentahelix, yang melibatkan berbagai stakeholder—pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat, dan media—perusahaan percaya bahwa kualitas hidup masyarakat Indonesia dapat ditingkatkan. “Skrining kesehatan merupakan langkah preventif yang penting dalam menghadapi tren peningkatan penyakit tidak menular,” ungkapnya.
Dengan inisiatif ini, PT Medela Potentia berharap untuk mendorong masyarakat agar lebih peduli terhadap kesehatan mereka melalui edukasi, pelayanan berbasis komunitas, dan pemanfaatan teknologi digital. Inisiatif ini tidak hanya bertujuan untuk mendeteksi penyakit sejak dini, tetapi juga untuk membangun ekosistem kesehatan yang berkelanjutan dan inklusif bagi seluruh masyarakat.





