
Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) baru saja merilis rekomendasi klinis terbaru terkait vaksinasi Human Papillomavirus (HPV), yang menyoroti pentingnya perlindungan terhadap kanker serviks di Indonesia. Rekomendasi ini ditujukan khususnya kepada dua kelompok: wanita pranikah dan wanita pascapersalinan. Hal ini mengingat kanker serviks merupakan salah satu jenis kanker yang paling umum dan berbahaya di Indonesia, dengan lebih dari 36.000 kasus baru dan lebih dari 20.000 kematian per tahun, menurut data Globocan 2022.
Kanker serviks disebabkan oleh infeksi HPV, dengan lebih dari 95% kasus berkaitan dengan tipe HPV risiko tinggi. "Upaya pencegahan harus terus ditingkatkan, dan wanita dewasa yang belum divaksinasi, khususnya di fase pranikah dan pascapersalinan, perlu mendapatkan perhatian lebih," jelas dr. Fitriyadi Kusuma, perwakilan dari Kelompok Kerja Eliminasi Kanker Serviks POGI.
Vaksinasi HPV sangat dianjurkan dilakukan sebelum seseorang aktif secara seksual. Untuk wanita pranikah, rekomendasi POGI menyarankan pemberian vaksin 9vHPV atau 4vHPV dalam 3 dosis, di mana dosis pertama sebaiknya diberikan sebelum menikah. Ini penting untuk mencegah risiko terkena kanker serviks hingga 90%. Selain itu, wanita yang sudah menikah namun kemudian hamil setelah menerima dosis pertama dapat melanjutkan vaksinasi setelah melahirkan.
Bagi ibu yang sedang menyusui, POGI juga merekomendasikan agar mereka dapat menerima vaksinasi HPV. Ini adalah langkah penting untuk memastikan bahwa perlindungan terhadap kanker serviks tetap dapat diakses oleh wanita di berbagai tahap kehidupan mereka. Vaksin dapat diberikan bersamaan dengan layanan skrining serviks, dan tidak ada kebutuhan untuk skrining HPV sebelum vaksinasi.
Keputusan ini didasarkan pada data dan bukti ilmiah mutakhir yang menunjukkan efektivitas vaksinasi dalam mencegah kanker serviks. "Vaksinasi HPV dapat mengurangi risiko infeksi HPV yang berpotensi menyebabkan kanker serviks. Kami berharap panduan ini diadopsi oleh tenaga kesehatan sebagai bagian dari layanan kesehatan rutin," tambah dr. Fitriyadi.
Meskipun terdapat kemajuan dalam upaya pencegahan kanker serviks, banyak wanita usia reproduktif di Indonesia yang masih belum memperoleh vaksinasi. Setiap jam, dua wanita di Indonesia kehilangan nyawa akibat kanker serviks, menjadikannya isu kesehatan masyarakat yang mendesak. POGI berharap dengan menyasar wanita di fase pranikah dan pascapersalinan, vaksinasi HPV dapat lebih banyak diakses, dan diharapkan dapat menekan angka kematian akibat penyakit tersebut.
Rincian rekomendasi untuk vaksinasi HPV bagi wanita pranikah dan pascapersalinan mencakup:
Wanita Pranikah
- Usia >15 Tahun: Vaksin 9vHPV/4vHPV: 3 dosis pada 0, 2, dan 6 bulan atau 2vHPV 3 dosis pada 0, 1, dan 6 bulan.
- Waktu Pemberian Optimal: Sebelum menikah.
- Tidak perlu skrining HPV sebelum vaksinasi.
Wanita Pascamelahirkan
- Usia >15 Tahun: Vaksin 9vHPV/4vHPV: sesuai dengan jadwal di atas.
- Waktu Pemberian Optimal: Segera setelah persalinan.
- Vaksin dapat dikombinasikan dengan layanan nifas dan skrining serviks.
Dengan melibatkan dokter, bidan, dan tenaga kesehatan lainnya dalam mendistribusikan informasi dan layanan vaksinasi ini, diharapkan akan terjadi peningkatan kesadaran dan perlindungan terhadap kanker serviks di kalangan wanita Indonesia. POGI menekankan bahwa vaksinasi harus menjadi bagian integral dari layanan kesehatan reproduksi yang lebih luas dan berkelanjutan.





