Pemerintah DKI Jakarta kini memberikan perhatian besar terhadap kesehatan mental dengan meluncurkan layanan konsultasi psikologis selama 24 jam, yang dikenal sebagai JakCare. Layanan ini diharapkan dapat diakses secara maksimal oleh masyarakat, terutama di kalangan wanita dan anak-anak yang mengalami kekerasan. Hal ini diumumkan oleh Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, drg. Ani Ruspitawati, dalam acara Seminar dan Workshop Perumahsakitan yang diadakan di Jakarta.
Layanan JakCare Terkoneksi dengan Rumah Sakit
JakCare merupakan inovasi yang memungkinkan masyarakat untuk berkonsultasi dengan psikolog klinis kapan saja. Menurut Ani, sistem ini sudah terhubung dengan seluruh rumah sakit yang berada di bawah naungan Pemprov DKI Jakarta. Dengan demikian, masyarakat akan lebih mudah mengakses layanan kesehatan jiwa tanpa harus menunggu jam kerja. Strategi ini diharapkan dapat meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap isu kesehatan mental yang semakin penting.
Ani juga menyampaikan bahwa adanya layanan ini merupakan langkah strategis dalam mewujudkan Jakarta sebagai salah satu kota global. Ia menegaskan pentingnya kerjasama antara pemerintah dan rumah sakit dalam meningkatkan layanan kesehatan mental. “Kami berharap dapat menjangkau semua pelayanan kesehatan jiwa yang ada di setiap rumah sakit di Jakarta,” imbuhnya.
Kampanye Kesadaran Kesehatan Mental
Isu kesehatan mental merupakan fokus utama pemerintah, terutama dengan adanya target untuk menjadikan Jakarta sebagai salah satu dari 20 kota teratas dalam Global City Index di masa depan. Menyadari bahwa target tersebut tidak dapat dicapai tanpa kerjasama komprehensif antara berbagai pihak, Ani menekankan pentingnya edukasi dan sosialisasi yang lebih luas mengenai layanan kesehatan mental kepada masyarakat.
Dalam konteks ini, Jakarta juga memiliki potensi besar dengan rasio tempat tidur rumah sakit mencapai 2,6 per 1.000 penduduk, melebihi standar minimum WHO. Hal ini menunjukkan bahwa akses terhadap layanan kesehatan, termasuk kesehatan mental, cukup baik di Ibu Kota.
Pendirian Rumah Sakit Berbasis Kompetensi
Menurut Ketua Persatuan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Wilayah DKI Jakarta, dr. Yanuar Jak, penting bagi semua rumah sakit untuk memahami dan menerapkan konsep Rumah Sakit Berbasis Kompetensi. Di dalam seminar tersebut, Yanuar menekankan bahwa rumah sakit harus beradaptasi dengan regulasi dan standar baru yang akan diterapkan setelah UU Nomor 17 Tahun 2023 mulai berlaku pada 1 Juli 2025.
Dengan adanya seminar dan workshop ini, diharapkan manajemen rumah sakit bisa mempersiapkan diri dengan baik untuk menghadapi perubahan dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, termasuk dalam aspek kesehatan mental.
Rencana Wisata Medis di Jakarta
Inisiatif untuk mengembangkan wisata medis di Jakarta juga diunggulkan. Pemerintah DKI berencana agar Jakarta tidak hanya menjadi pusat layanan kesehatan, tetapi juga destination untuk wisata kesehatan bagi pasien domestik maupun mancanegara. Ini bisa menjadi peluang untuk menarik lebih banyak pengunjung yang ingin berobat sekaligus berlibur di Jakarta.
Layanan JakCare dan proyek terkait kesehatan mental lainnya merupakan langkah maju dalam membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan jiwa. Dengan dukungan yang kuat dari pemerintah dan rumah sakit, diharapkan masalah kesehatan mental tidak lagi menjadi stigma, tetapi dipandang sebagai aspek penting dalam kesehatan secara keseluruhan.
Dengan demikian, layanan konsultasi psikolog selama 24 jam yang diinisiasi oleh Dinas Kesehatan DKI Jakarta ini tidak hanya relevan untuk menjawab kebutuhan mendesak masyarakat, tetapi juga merefleksikan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesehatan mental di Ibu Kota. Mari manfaatkan layanan ini dan jaga kesehatan mental kita bersama.





