Di tengah meningkatnya kesadaran akan kesehatan di era modern, Alster Lake Clinic (ALC) di Sanur, Bali, telah mengumumkan kehadirannya sebagai pionir dalam memberikan terapi sel anti-aging berstandar internasional. Terobosan ini diharapkan dapat menjadi respon terhadap meningkatnya prevalensi penyakit tidak menular (PTM) di Indonesia yang kini menjadi ancaman serius. Data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan bahwa PTM, termasuk diabetes, penyakit jantung, dan kanker, menjadi penyebab utama kematian di seluruh dunia. Dengan adanya klinik ini, masyarakat tidak perlu lagi mencari solusi kesehatan ke luar negeri.
Konsep Preventive Medicine
ALC diluncurkan secara resmi pada 25 Juni 2025 dan membangun visinya untuk memajukan preventive medicine—atau pengobatan preventif—yang tidak hanya fokus pada pengobatan setelah timbulnya penyakit, tetapi lebih kepada pencegahan. Dr. Olivia, dokter kedokteran regeneratif di ALC, menekankan pentingnya pencegahan penyakit melalui pengenalan peradangan kronis yang sering kali diabaikan. “Banyak orang muda merasa sehat, padahal dalam tubuh mereka masih ada peradangan ringan yang bisa berujung pada penyakit serius,” ujarnya.
Terapi Sel: Game Changer untuk Kesehatan
Salah satu penawaran unggulan ALC adalah terapi infus bio-organik yang secara langsung memperbaiki kondisi biologis tubuh dari dalam. Prof. Dr. med. Fred Fändrich, pemimpin klinik dan seorang ahli imunologi terkemuka, menjelaskan bahwa salah satu penyebab penurunan kesehatan seiring bertambahnya usia adalah penumpukan sel-sel senescent atau sel-sel zombie yang dapat merusak jaringan sehat. “Mengurangi sel-sel senescent dan mengembalikan keseimbangan microenvironment tubuh adalah kunci,” paparnya.
Terapi ini dikenal sebagai game’s changer yang mampu memberikan hasil lebih cepat dibandingkan perubahan gaya hidup biasa. Kombinasi antara pendekatan medis dan gaya hidup sehat diharapkan dapat menurunkan tingkat inflamasi dan membantu orang menjaga kesehatan lebih lama.
Dukungan Pemerintah dan Fasilitas Modern
Klinik yang berdiri di atas lahan seluas 5.600 m² ini mengantongi dukungan langsung dari pemerintah. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, hadir dalam peresmian dan menyatakan bahwa ini adalah terobosan pertama di Indonesia untuk mencanangkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) untuk layanan kesehatan bertaraf dunia. Meskipun pembangunan fasilitas utama dan laboratorium berstandar Good Manufacturing Practice (GMP) dijadwalkan rampung pada kuartal pertama 2026, ALC sudah mulai melayani pasien dengan terapi infus terbatas.
Masa Depan Wisata Kesehatan di Indonesia
Kehadiran ALC di Bali memberikan harapan baru bagi industri kesehatan di Indonesia, sekaligus membuka peluang bagi negara ini untuk menjadi destinasi wisata kesehatan global. Masyarakat lokal kini bisa mendapatkan layanan terapi sel berkualitas tinggi tanpa perlu bepergian ke luar negeri. Hal ini berpotensi menarik wisatawan internasional yang mencari terapi alternatif dan inovatif.
Dr. Olivia menambahkan, "Sehat bukan hanya hasil dari pengobatan di rumah sakit. Sehat adalah bagaimana kita menjalani hari-hari kita—sadar, melakukan pencegahan dini, dan terbuka pada teknologi medis yang terbukti.”
Dengan adanya ALC, Indonesia menunjukkan komitmennya terhadap sistem kesehatan masa depan, yang berfokus pada pencegahan dan perpanjangan masa hidup secara nyata, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Masyarakat kini memiliki akses ke terapi inovatif yang dapat membantu mereka meraih kesehatan optimal, sekaligus mendukung upaya untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat kesehatan terkemuka di kawasan Asia Tenggara.





