Konsumsi Protein Hewani Masih Rendah, Perkuat Industri Peternakan Kini!

Konsumsi protein hewani di Indonesia masih tergolong rendah, menjadi tantangan besar bagi sektor peternakan yang berperan penting dalam penyediaan gizi dan penggerak ekonomi nasional. Keterbatasan akses terhadap teknologi, lemahnya rantai pasok, serta minimnya sinergi antar sektor menjadi beberapa faktor yang memperburuk kondisi ini. Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH), Kementerian Pertanian RI, berkomitmen untuk memperkuat sektor ini guna meningkatkan penyediaan protein hewani berkualitas dan berkelanjutan.

Dalam forum Sinergi Peternakan Nasional yang digelar pada 3 Juli 2025 di Surabaya, Sekretaris Ditjen PKH, Tri Melasari, menegaskan bahwa penguatan industri peternakan harus melibatkan kolaborasi erat antara berbagai pihak, termasuk kementerian, pelaku usaha, akademisi, organisasi profesi, dan masyarakat sipil. “Forum ini bukan hanya sarana pameran, tetapi juga tempat bertukar informasi dan bersinergi untuk penguatan peternakan dan kesehatan hewan Indonesia,” imbuhnya.

PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF), sebagai salah satu pelaku industri, menunjukkan kesiapan menghadapi tantangan ini dengan langkah strategis mendatangkan sapi dari Brasil. Keberadaan perusahaan-perusahaan seperti ini sangat dibutuhkan untuk mendukung upaya peningkatan produksi protein hewani di dalam negeri.

Managing Director Napindo, Arya Seta, menekankan pentingnya forum Indo Livestock 2025 dalam mendorong pertukaran informasi dan teknologi antara pemangku kepentingan. Dengan dukungan Ditjen PKH, acara ini diharapkan bisa menjadi titik tolak bagi kolaborasi investasi domestik dan internasional yang menguntungkan semua pihak.

Salah satu inisiatif konkret dalam meningkatkan kesadaran gizi adalah peluncuran Gerakan Sosialisasi SDTI (Susu, Daging, Telur, dan Ikan) 2025 dengan tema “Fondasi Gizi Anak Indonesia.” Gerakan ini bertujuan memberikan edukasi gizi kepada orang tua, guru, dan anak muda, serta menggugah kepedulian mereka terhadap pentingnya asupan protein hewani yang berkualitas. Aksi simbolis yang dilakukan siswa dari berbagai jenjang pendidikan, termasuk mahasiswa dari Ikatan Senat Mahasiswa Peternakan Indonesia (ISMAPETI), menunjukkan komitmen generasi muda untuk mendukung perubahan pola konsumsi yang lebih sehat.

Dengan lebih dari 300 peserta dari 15 negara, Indo Livestock 2025 berhasil menarik perhatian global. Acara ini tidak hanya menampilkan teknologi terbaru di bidang peternakan dan akuakultur, tetapi juga berfungsi sebagai wadah diskusi untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi sektor peternakan. Diharapkan, forum ini mampu menarik 15.000 pengunjung profesional yang akan memberikan manfaat bagi seluruh ekosistem peternakan di Indonesia.

Akhirnya, untuk memperkuat industri peternakan, kolaborasi antar sektor, dukungan terhadap penelitian dan pengembangan, serta pelatihan bagi peternak kecil perlu ditingkatkan. Kesadaran masyarakat akan pentingnya protein hewani dalam pola makan sehari-hari juga harus digalakkan. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan konsumsi protein hewani di Indonesia dapat meningkat dan sektor peternakan semakin berdaya saing.

Berita Terkait

Back to top button