Bahaya Daging Olahan: Risiko Kanker Usus yang Perlu Diwaspadai!

Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa konsumsi daging merah dan olahan dapat meningkatkan risiko kanker kolorektal pada individu muda, yaitu mereka yang berusia di bawah 60 tahun. Studi yang dilakukan oleh Cleveland Clinic ini menemukan bahwa metabolit hasil pencernaan, yang terkait dengan daging merah dan olahan, menjadi faktor utama dalam tingginya kasus kanker kolorektal di kalangan generasi muda.

Kanker kolorektal, yang berkembang di usus besar atau rektum, sebelumnya lebih umum terjadi pada orang dewasa yang lebih tua. Namun, kini ada peningkatan signifikan dalam jumlah kasus pada usia muda. Dr. Suneel Kamath, ahli onkologi gastrointestinal dan peneliti utama dalam studi ini, menjelaskan bahwa pola makan memberikan pengaruh yang lebih besar dibandingkan mikrobioma—kumpulan mikroorganisme dalam tubuh—terhadap risiko kanker pada pasien muda. Dr. Kamath menyarankan pentingnya konsultasi pola makan dengan dokter untuk pencegahan kanker.

“Kita bisa menyaring risiko dengan tes sederhana berdasarkan biomarker,” imbuh Dr. Kamath. Peneliti lain, Dr. Thejus Jayakrishnan dan Dr. Naseer Sangwan, juga menegaskan bahwa pola makan adalah pendorong utama perbedaan risiko kanker pada pasien muda dan tua. Mereka menemukan bahwa pasien muda yang menderita kanker kolorektal memiliki kadar metabolit arginin dan siklus urea yang lebih tinggi, yang diduga akibat konsumsi jangka panjang daging merah dan olahan.

Di Indonesia, kanker kolorektal menempati urutan ke-4 dalam jumlah kasus kanker terbanyak pada tahun 2022, setelah kanker payudara dan serviks. Menurut Kementerian Kesehatan, kanker ini juga merupakan penyebab kematian kelima akibat kanker di negara ini.

Walaupun hingga saat ini tidak ada cara pasti untuk mencegah kanker kolorektal, sejumlah langkah dapat diambil untuk mengurangi risiko. Yayasan Kanker Indonesia merekomendasikan gaya hidup sehat yang dapat memperkecil kemungkinan terkena penyakit ini. Beberapa perubahan yang disarankan meliputi:

1. Konsumsi makanan tinggi serat setiap hari, seperti sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian.
2. Batasi konsumsi makanan berlemak, daging merah, dan makanan cepat saji.
3. Lakukan aktivitas fisik secara rutin.
4. Hindari kebiasaan merokok dan minum alkohol.
5. Jaga berat badan tetap ideal atau turunkan berat badan jika mengalami obesitas.
6. Kendalikan kadar gula darah, terutama bagi penderita diabetes.

Mengadaptasi pola makan sehat, rutin berolahraga, serta menghindari faktor risiko tertentu adalah langkah proaktif yang dapat diambil untuk melindungi kesehatan. Perhatian terhadap pola makan yang lebih baik, khususnya dalam mengurangi konsumsi daging olahan dan merah, dapat membawa dampak positif bagi kesehatan pencernaan dan menurunkan risiko kanker di masa mendatang.

Kepedulian terhadap pola makan dan gaya hidup sehat harus ditingkatkan, terutama di kalangan generasi muda, untuk menghadapi tren peningkatan kasus kanker kolorektal yang mengkhawatirkan ini. Penelitian lebih lanjut akan diperlukan untuk memahami lebih jauh tentang hubungan antara konsumsi daging olahan dan kanker kolorektal, serta untuk mengembangkan strategi pencegahan yang lebih efektif di masa depan.

Berita Terkait

Back to top button