Jangan Abaikan Warna Ingus Anda: Tanda Penting untuk Kesihatan Serius

Warna ingus yang sering kita abaikan ternyata bisa menjadi indikator penting mengenai kondisi kesehatan kita. Perubahan warna dan konsistensi lendir dari hidung ini dapat menjadi sinyal adanya infeksi, alergi, atau bahkan penyakit yang lebih serius seperti Alzheimer dan Parkinson. Menurut Dr. Raj Sindwani, seorang dokter spesialis THT dari Cleveland Clinic, perubahan warna ingus menunjukkan bahwa tubuh sedang melawan sesuatu.

Rata-rata, tubuh manusia memproduksi sekitar 100 mililiter ingus setiap hari, sebagian besar mungkin tidak kita sadari karena akan tertelan. Namun, apabila tampaknya terdapat perubahan warna atau jumlah ingus yang meningkat drastis, hal tersebut patut untuk diwaspadai. Kondisi ingus yang ideal adalah berwarna bening, yang menandakan kesehatan normal. Sebaliknya, jika ingus berubah warna, berikut adalah petunjuk yang bisa diambil:

  1. Putih atau kuning pucat: Muncul saat tubuh sedang melawan virus flu atau pilek.
  2. Kuning kehijauan: Menunjukkan adanya infeksi bakteri atau sinusitis.
  3. Merah muda atau kemerahan: Disebabkan oleh pembuluh darah kecil di hidung pecah akibat mengusap terlalu keras.
  4. Cokelat: Mungkin akibat paparan asap rokok atau polusi berat.
  5. Hitam: Meski jarang, ini bisa menandakan adanya infeksi jamur yang serius.

Perlu dicatat bahwa tidak hanya warna yang harus diwaspadai, tetapi juga jumlah ingus yang berlebihan dapat menandakan masalah kesehatan. Produksi lendir yang berlebih kerap disebabkan oleh alergi atau infeksi, namun bisa juga menjadi gejala awal penyakit neurologis seperti Parkinson. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa lendir hidung mungkin menyimpan jejak protein tertentu yang dapat terkait dengan Alzheimer.

Sebuah studi terbaru yang dipublikasikan pada Juli 2025 dalam Journal of Allergy and Clinical Immunology mengungkapkan bahwa perokok berat dengan kadar protein IL-26 tinggi dalam ingus mereka memiliki risiko lebih besar terkena penyakit paru obstruktif kronis (COPD). Hal ini menunjukkan pentingnya memantau kesehatan melalui indikator yang mungkin tampak sepele.

Meskipun saat ini belum umum digunakan sebagai alat diagnosis, memantau warna dan jumlah ingus dapat menjadi langkah awal untuk mendeteksi gangguan kesehatan lebih dini. Oleh karena itu, seseorang perlu bertindak jika mendapati perubahan mencolok dalam warna ingus yang diikuti dengan gejala lain. Penting bagi publik untuk memahami bahwa warna ingus bisa menjadi sinyal penting dari tubuh yang tidak boleh diabaikan.

Kondisi seperti flu dan pilek mungkin umum dan seringkali dapat diobati dengan perawatan mandiri. Namun, jika warna ingus berubah secara dramatis atau disertai gejala seperti demam tinggi, sakit kepala, atau rasa nyeri lainnya, sebaiknya konsultasikan dengan dokter. Ingus kita mungkin tampak sepele, tapi bisa memberikan informasi berharga mengenai kesehatan kita. Menjaga kebiasaan memantau kondisi ini dapat menjadi langkah sederhana yang sangat bermanfaat.

Berita Terkait

Back to top button