
Selenium merupakan mineral esensial yang berperan penting dalam kesehatan manusia, termasuk dalam mencegah kanker. Nutrisi ini mendukung berbagai fungsi vital, seperti sistem imun, perbaikan DNA, kesehatan jantung, dan kognisi. Faktanya, sebuah tinjauan terhadap lebih dari 350.000 orang mengungkap bahwa kadar selenium yang tinggi dalam darah berkaitan dengan risiko lebih rendah terhadap beberapa jenis kanker, seperti kanker payudara, paru-paru, usus besar, dan prostat.
Selenium dapat diperoleh melalui berbagai jenis makanan, termasuk kacang Brazil, telur, ikan, daging sapi, ayam, nasi merah, jamur shitake, susu, dan yogurt. Kementerian Kesehatan RI merekomendasikan konsumsi selenium sebesar 30 mikrogram per hari untuk laki-laki dewasa dan 24 – 25 mikrogram per hari untuk perempuan. Pada saat yang sama, konsumsi yang berlebihan dapat berakibat fatal. Karenanya, penting bagi individu untuk berkonsultasi dengan profesional medis sebelum menambah asupan selenium melalui suplemen.
Manfaat Selenium dalam Mencegah Kanker
Salah satu manfaat signifikan dari selenium adalah kemampuannya untuk mengurangi risiko beberapa jenis kanker. Selenium membantu melawan kerusakan DNA dan stres oksidatif dalam tubuh. Melalui mekanisme ini, selenium memperkuat sistem kekebalan tubuh dan berkontribusi pada penghancuran sel-sel kanker. Menariknya, perlindungan yang dihasilkan hanya diambil dari sumber makanan alami dan bukan dari suplemen.
Kesehatan Jantung dan Selenium
Selenium juga berperan dalam menjaga kesehatan jantung. Pola makan yang kaya selenium dapat membantu mengurangi risiko penyakit jantung. Analisis dari 25 studi observasional menunjukkan bahwa peningkatan kadar selenium dalam darah dapat mengurangi risiko penyakit jantung sebesar 24%. Hal ini disebabkan oleh kemampuan selenium untuk menurunkan penanda peradangan, yang menjadi faktor utama penyebab penyakit jantung.
Selenium sebagai Antioksidan
Sebagai senyawa antioksidan kuat, selenium membantu mencegah kerusakan sel akibat radikal bebas yang dihasilkan selama proses metabolisme. Radikal bebas, meskipun dapat melindungi tubuh dari infeksi, juga dapat menyebabkan kerusakan jika tidak terkontrol. Selenium mengontrol jumlah radikal bebas dalam tubuh, sehingga melindungi sel dari kerusakan lebih lanjut.
Dukungan bagi Sistem Imun
Selenium memberikan dukungan besar bagi sistem imun. Sifat antioksidannya membantu mengurangi radikal bebas dan peradangan, yang memungkinkan sel-sel kekebalan bekerja dengan lebih efektif. Penelitian menunjukkan bahwa suplemen selenium dapat memperkuat sistem imun, terutama pada penderita influenza, tuberkulosis (TBC), dan hepatitis C.
Potensi dalam Meredakan Gejala Asma
Selenium juga memiliki potensi dalam mengurangi gejala asma. Penyakit ini seringkali dikaitkan dengan peningkatan stres oksidatif dan peradangan di dalam tubuh. Beberapa studi menunjukkan bahwa selenium dapat membantu meredakan gejala asma. Namun, penelitian dalam bidang ini masih beragam, dan dibutuhkan studi lebih lanjut untuk memahami perannya secara komprehensif.
Sebagai mineral yang ditemukan dalam dua bentuk, organik dan anorganik, selenium memiliki potensi luar biasa untuk memberikan manfaat kesehatan, terutama dalam mencegah kanker. Namun, penting untuk diingat bahwa keseimbangan dalam konsumsi selenium adalah kunci. Kelebihan asupan bisa berbahaya, bahkan berpotensi menyebabkan keracunan. Oleh karena itu, perhatian terhadap sumber makanan yang kaya selenium dan konsultasi dengan ahli kesehatan sangat dianjurkan.





