Penyanyi pop Meghan Trainor baru-baru ini mengungkapkan bahwa dirinya sedang mengalami sindrom langka yang dikenal sebagai burning tongue syndrome atau sindrom lidah terbakar. Dalam episode terbaru podcastnya, "Workin’ On," yang ditayangkan pada 10 Juli 2025, pelantun lagu "All About That Bass" ini membagikan pengalaman pribadinya selama tiga hari terakhir. Dalam pengakuannya, Meghan merasakan sensasi terbakar di ujung lidahnya, tanpa adanya bercak putih atau gejala lainnya yang terlihat.
“Ikuti saya dalam perjuangan ini. Saya sedang sakit, tetapi saya tidak minum antibiotik. Saya akan melawan penyakit ini,” ungkap Meghan dengan semangat. Hal ini menunjukkan ketidakpastian yang dihadapinya ketika mengalami gejala tersebut. Menurut keterangan dokter giginya, kondisi ini termasuk dalam kategori sindrom mulut terbakar, yang sering kali sulit untuk didiagnosis secara tepat.
Sindrom lidah terbakar ini ditandai dengan sensasi nyeri atau panas di dalam mulut, mirip dengan rasa terbakar yang terjadi setelah mengonsumsi minuman panas. Menurut informasi dari Mayo Clinic, sindrom ini dapat berkembang tanpa penyebab yang jelas. Hal ini bisa menimbulkan kecemasan, apalagi bagi seorang penyanyi yang mengandalkan kesehatan mulutnya dalam karier.
Dalam upaya untuk mengatasi gejalanya, Meghan menyebut bahwa ia mulai menerapkan pola makan bebas gluten, susu, dan kuning telur untuk menjaga kesehatan. “Saya merasa kurang sehat, tetapi saya menikmati hidup, kecuali untuk keadaan ini. Rasanya seperti tubuh saya sedang marah, dan saya tidak tahu alasannya,” tambahnya.
Gejala dan Perawatan
Kondisi ini meski tergolong ringan, tetap saja bisa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Bagi sebagian orang, gejala ini dapat berlangsung selama beberapa minggu atau bahkan bulan. Jika tidak ditangani dengan benar, sindrom ini bisa menyebabkan masalah serius jika seseorang menjadi kurang banyak berbicara atau menghindari makanan tertentu karena rasa yang tidak nyaman.
Cara umum untuk meredakan gejala sindrom lidah terbakar antara lain berkumur dengan obat kumur atau menggunakan obat pereda nyeri. Pengobatan bisa bervariasi tergantung pada intensitas gejala dan respons individu terhadap perawatan. Meghan saat ini mencoba beberapa metode untuk mengatasi ketidaknyamanannya, sembari berharap dapat segera pulih.
Dukungan dari Penggemar
Setelah mengungkapkan kondisi yang dialaminya, banyak penggemar yang memberikan dukungan kepada Meghan. Melalui media sosial, banyak dari mereka yang menyampaikan harapan dan doa agar ia segera pulih. Dukungan ini sangat berarti, mengingat kesehatan mental dan emosional seorang artis juga sangat berpengaruh pada karya dan kinerjanya.
Meghan Trainor dikenal sebagai sosok yang penuh semangat dan inspiratif, dan pengakuan ini hanya menambah kedalaman karakternya di mata publik. Meskipun mengalami kesulitan, semangatnya untuk bangkit dan terus berkarya tidak pernah padam. Ia adalah contoh bahwa meski berada di puncak karier, masalah kesehatan bisa dialami siapa saja, termasuk selebritas.
Kesadaran tentang Kesehatan
Pernyataan Meghan juga membawa perhatian lebih terhadap sindrom lidah terbakar yang tidak banyak dikenal. Banyak orang mungkin mengalami kondisi ini tanpa menyadari apa itu, sehingga bisa memperburuk keadaan jika dibiarkan tanpa penanganan. Kesadaran tentang kondisi ini sangat penting, terutama bagi mereka yang bekerja di bidang yang mengutamakan kesehatan mulut, seperti penyanyi, pembicara publik, atau bahkan profesi dalam bidang kesehatan.
Dalam dunia yang semakin sibuk ini, menjaga kesehatan adalah prioritas yang harus ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari. Meghan menunjukkan bahwa meski menghadapi tantangan, tetap ada jalan untuk berjuang dan beradaptasi demi kehidupan yang lebih baik.





