
Pernahkah Anda merasakan telapak kaki Anda seperti ditusuk-tusuk, terutama saat Anda pertama kali melangkah di pagi hari? Jika iya, kemungkinan Anda mengalami plantar fasciitis. Ini adalah kondisi umum yang ditandai dengan nyeri pada telapak kaki yang disebabkan oleh peradangan pada fascia plantar, jaringan tebal yang menghubungkan tumit dengan jari-jari kaki. Menurut informasi dari Kementerian Kesehatan, plantar fasciitis adalah penyebab utama nyeri tumit pada orang dewasa dan dapat menghasilkan rasa sakit yang menyiksa di sekitar tumit.
Gejala Plantar Fasciitis
Gejala utama dari plantar fasciitis adalah nyeri tajam yang biasanya terjadi di bagian bawah telapak kaki dekat tumit. Rasa nyeri ini paling terasa saat melakukan langkah pertama setelah bangun tidur, dan sering kali berkurang saat aktivitas berjalan meningkat. Namun, rasa sakit ini dapat kembali muncul setelah berdiri terlalu lama atau saat Anda bergerak setelah beristirahat. Menurut Mayo Clinic, selain itu, penderita juga bisa merasakan nyeri setelah berdiri dalam waktu lama atau saat berdiri setelah duduk, yang memperburuk kondisi sepanjang hari.
Penyebab dan Mekanisme Kerja
Walaupun penyebab pasti dari plantar fasciitis tidak sepenuhnya dipahami, ada beberapa faktor yang dapat memicu kondisi ini. Peradangan ini terjadi akibat robekan kecil yang muncul pada fascia plantar akibat ketegangan ataupun tekanan berulang. Ini sering terjadi pada pelari jarak jauh dan individu dengan obesitas, yang memberikan tekanan tambahan pada jaringan ini.
Faktor lain yang dapat meningkatkan risiko termasuk mekanisme kaki yang tidak tepat, seperti kaki datar atau lengkungan kaki yang tinggi, serta jenis pekerjaan yang mengharuskan seseorang berdiri atau berjalan dalam waktu lama. Pekerjaan yang lebih berisiko seperti guru atau pekerja pabrik sangat rentan terhadap kondisi ini.
Faktor Risiko
Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang untuk mengalami plantar fasciitis:
- Usia: Umumnya terjadi pada orang berusia antara 40 dan 60 tahun.
- Aktivitas fisik: Jenis olahraga yang memberikan tekanan besar pada tumit, seperti lari, dapat memicu timbulnya gejala.
- Mekanika kaki: Kaki yang datar atau memiliki lengkungan yang tinggi dapat mempengaruhi cara tekanan didistribusikan ke plantar fascia.
- Obesitas: Berat badan berlebih menambah tekanan pada fascia plantar.
- Pekerjaan yang mengharuskan Anda berdiri: Memiliki risiko lebih tinggi bagi mereka yang berdiri lama di permukaan keras.
Mengabaikan kondisi ini dapat menyebabkan nyeri kronis yang tidak hanya terbatas pada tumit, tetapi juga dapat mempengaruhi cara berjalan, yang pada gilirannya dapat menyebabkan masalah pada lutut, pinggul, atau punggung.
Penanganan dan Perawatan
Penatalaksanaan plantar fasciitis dapat dilakukan melalui terapi konservatif maupun, dalam beberapa kasus, tindakan operasi. Langkah awal yang bisa diambil pasien adalah dengan memberikan istirahat pada kaki yang sakit. Mengurangi atau menghentikan aktivitas yang menyebabkan nyeri adalah metode yang disarankan. Selain itu, kompres dingin dapat diterapkan pada kaki untuk membantu mengurangi nyeri dalam jangka pendek.
Dokter biasanya meresepkan obat anti-inflamasi dan menganjurkan penggunaan bantalan tumit atau insole untuk memperbaiki posisi kaki. Fisioterapi juga merupakan pilihan yang efektif, yang meliputi teknik-teknik seperti ultrasound therapy dan stretching exercises. Perawatan ini dapat membantu mengurangi nyeri dan memperbaiki porositas jaringan fasia.
Secara keseluruhan, plantar fasciitis adalah kondisi yang perlu diperhatikan agar tidak mengganggu aktivitas sehari-hari. Jika Anda merasakan gejala serupa, segera konsultasikan dengan tenaga medis untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.





