
Banyak orang yang mengalami migrain atau sakit kepala berulang, dan sebagian besar dari mereka mungkin tidak menyadari bahwa makanan tertentu dapat memicu kondisi tersebut. Migrain merupakan gangguan neurologis kompleks yang melibatkan berbagai aspek dalam tubuh, di antaranya pembuluh darah, sistem saraf, dan keseimbangan neurotransmiter. Meskipun penyebab pasti dari migrain belum sepenuhnya dipahami, terdapat sejumlah jenis makanan yang dikenal dapat menjadi pemicu.
Daging Olahan
Daging olahan seperti sosis, ham, bacon, dan salami merupakan salah satu makanan yang harus diwaspadai. Produk-produk ini sering mengandung nitrat dan nitrit yang berfungsi sebagai pengawet. Walaupun penggunaannya umum, senyawa ini dapat menyebabkan pelebaran pembuluh darah otak yang secara langsung berujung pada sakit kepala. Individu dengan riwayat sakit kepala kronis sebaiknya membatasi konsumsi daging olahan untuk mencegah resiko migrain yang lebih tinggi.
Keju Tua
Keju, terutama jenis yang disimpan dalam waktu lama seperti blue cheese dan cheddar, mengandung senyawa bernama tiramin. Senyawa ini dihasilkan dari pemecahan protein selama proses fermentasi dan dapat memengaruhi regulasi tekanan dan aktivitas pembuluh darah di otak. Bagi individu yang tidak memiliki enzim yang cukup untuk memecah tiramin, keju bisa memicu serangan migrain yang cukup parah.
Cokelat
Kandungan di dalam cokelat, seperti feniletilamin dan kafein, dapat menciptakan fluktuasi pada pembuluh darah yang berpotensi memicu sakit kepala. Selain itu, cokelat dapat memengaruhi kadar serotonin di otak, yang berhubungan dengan serangan migrain. Beberapa orang melaporkan gejala ini muncul dalam waktu cepat setelah mengonsumsi cokelat, terutama saat perut kosong.
Makanan atau Minuman Dingin
Makanan dan minuman dingin seperti es krim atau soda dikenal dengan efek "brain freeze". Efek ini bisa memicu sakit kepala, terutama bagi individu yang sensitif terhadap suhu dingin. Mengonsumsi makanan dingin terlalu cepat juga dapat meningkatkan risiko terjadinya migrain.
Makanan Tinggi Garam
Makanan yang mengandung banyak garam, seperti keripik dan makanan cepat saji, berpotensi memperburuk kondisi migrain. Asupan natrium yang tinggi dapat menyebabkan dehidrasi dan gangguan pada sistem saraf. Oleh karena itu, penting untuk membatasi makanan tinggi garam dan beralih ke pilihan yang lebih sehat, seperti buah-buahan segar.
MSG (Monosodium Glutamat)
MSG sering digunakan sebagai penyedap dalam banyak makanan cepat saji dan camilan kemasan. Bagi beberapa orang, MSG dapat memicu gejala yang dikenal sebagai "Chinese Restaurant Syndrome", yang ditandai oleh sakit kepala yang tajam. Jika Anda rentan terhadap respons neurologis ini, sebaiknya menghindari makanan yang mengandung MSG.
Makanan Manis Berlebihan
Makanan manis, terutama yang mengandung pemanis buatan seperti aspartam, juga bisa menjadi pencetus migrain. Fluktuasi kadar gula darah yang cepat dapat menyebabkan otak kekurangan energi, yang pada gilirannya menimbulkan sakit kepala. Jika ingin menyantap makanan manis, penting untuk melakukannya bersama makanan bergizi lainnya untuk mengikuti pola makan seimbang.
Penting bagi semua orang, terutama yang memiliki riwayat migrain, untuk memahami makanan mana yang dapat memicu gejala. Memelihara pola makan seimbang dan menghindari pemicu tersebut dapat membantu mengurangi frekuensi dan intensitas sakit kepala. Jika Anda mengalami migrain berulang atau akibat berat, sebaiknya konsultasikan dengan profesional kesehatan untuk mendapatkan penanganan yang tepat.





