Tina Toon Soroti Fasilitas Kesehatan Belum Merata di Dinkes Jakarta

Wakil Ketua Komisi E DPRD Jakarta, Agustina Hermanto atau akrab disapa Tina Toon, menekankan perlunya pemerataan fasilitas pelayanan kesehatan di Jakarta. Dalam pandangannya, ketidakmerataan ini menjadi tantangan besar bagi masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan yang memadai. Tina menyoroti 15 kelurahan yang saat ini masih belum memiliki puskesmas pembantu, yang seharusnya bisa melayani kebutuhan kesehatan dasar warganya.

Menurut Tina, setiap kecamatan di Jakarta idealnya sudah memiliki puskesmas sendiri. “Jadi, ibaratnya tidak perlu pinjam kanan-kiri atau pindah-pindah untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang menyeluruh bagi seluruh warga Jakarta,” ujarnya dalam sebuah konferensi pers. Perhatian terhadap kebutuhan ini semakin mendesak, terutama dalam situasi di mana akses kesehatan menjadi sangat penting.

Kepala Dinas Kesehatan Jakarta, Ani Ruspitawati, menanggapi kritik tersebut dengan menjelaskan bahwa dari total 267 kelurahan di Jakarta, memang ada 15 kelurahan yang belum memiliki puskesmas pembantu. Dua di antaranya, yaitu Kelurahan Cipedak dan Kelurahan Glodok, sekarang dalam tahap pembangunan. Namun, Ani menegaskan bahwa meskipun belum ada puskesmas pembantu, pelayanan kesehatan tetap dapat dijangkau oleh masyarakat.

“Kami memastikan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan tetap terpenuhi. Ketika satu wilayah tidak memiliki puskesmas pembantu, bukan berarti masyarakatnya tidak dilayani. Kami akan mengarahkan mereka ke fasilitas kesehatan terdekat,” jelas Ani. Pernyataan ini bertujuan untuk meredakan kekhawatiran masyarakat akan ketersediaan layanan kesehatan di wilayah yang kurang terlayani.

Namun, kenapa hingga saat ini pembangunan puskesmas masih berjalan lambat? Ani mengungkapkan bahwa kendala yang dihadapi sebagian besar berkaitan dengan ketersediaan lahan. Ini menjadi isu penting yang perlu diatasi agar kebutuhan fasilitas kesehatan dapat lebih cepat dipenuhi.

Tina Toon juga menunjukkan keprihatinannya terkait sejumlah masalah lain dalam pelayanan kesehatan. Ia mengingatkan bahwa keberadaan puskesmas yang memadai sangat crucial dalam memberikan layanan yang cepat dan efisien kepada masyarakat, terutama di kota besar seperti Jakarta yang memiliki jumlah penduduk yang tinggi.

Selain itu, Tina mengajak masyarakat untuk lebih aktif dalam melaporkan kesulitan yang mereka hadapi terkait akses kesehatan. Ia berpendapat bahwa keterlibatan masyarakat dalam proses ini akan membantu pemerintah untuk lebih responsif terhadap kebutuhan yang ada.

Masyarakat di Jakarta memang sering kali menghadapi tantangan dalam mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai. Buruknya distribusi dan keberadaan fasilitas kesehatan, di satu sisi, menyebabkan banyak warga harus menempuh jarak yang jauh hanya untuk mendapatkan perawatan sederhana. Masalah ini semakin diperburuk oleh kehadiran penduduk yang terus meningkat, yang tidak diimbangi dengan penambahan fasilitas kesehatan yang memadai.

Tina Toon memahami bahwa perhatian dan tindakan cepat diperlukan dari Dinas Kesehatan untuk memastikan bahwa semua kelurahan mendapatkan fasilitas kesehatan yang dia sempatkan. Ketersediaan puskesmas yang lebih merata akan sangat berkontribusi pada peningkatan kesehatan masyarakat secara keseluruhan.

Tina juga menekankan pentingnya transparansi dan komunikasi yang baik antara pihak pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi masalah ini. “Kami mengharapkan ada solusi yang lebih inovatif dan sistematik agar akses kesehatan dapat merata di seluruh Jakarta,” imbuhnya.

Dengan meningkatnya kepedulian publik terhadap isu ini, diharapkan Dinas Kesehatan Jakarta dapat segera mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan. Melalui kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan layanan kesehatan dapat lebih merata dan mudah dijangkau oleh seluruh warga Jakarta.

Berita Terkait

Back to top button