6 Gejala dan Cara Mencegah Varian Covid-19 Baru Stratus yang Perlu Diwaspadai

Varian Covid-19 terbaru yang dikenal sebagai Stratus (XFG) mulai menarik perhatian di beberapa negara, termasuk Indonesia. Varian ini merupakan subvarian dari keluarga Omicron yang pertama kali diidentifikasi pada awal tahun 2025. Berbeda dari varian sebelumnya, Stratus menunjukkan tingkat penularan yang cepat, meskipun belum terbukti lebih berbahaya. Data dari World Health Organization (WHO) per 25 Juni 2025 mencatat bahwa Stratus termasuk dalam kategori variant under monitoring (VUM) karena meledaknya jumlah kasus di berbagai wilayah.

Di Indonesia, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan bahwa Stratus telah mendominasi 100% kasus Covid-19 pada Juni 2025, dengan 291 kasus terdeteksi dari 12.853 spesimen yang diuji. Penting untuk dicatat bahwa meskipun varian ini dianggap memiliki risiko rendah oleh Kemenkes, pengawasan tetap diperketat, terutama di daerah dengan angka kasus tinggi seperti DKI Jakarta dan Jawa Timur.

Gejala Varian Covid-19 Stratus

Varian Stratus memiliki gejala yang relatif berbeda dari varian sebelumnya. Di antara gejala utama yang sering muncul, suara serak menjadi yang paling menonjol. Laporan dari The Independent menjelaskan enam gejala yang perlu diwaspadai, di antaranya:

  1. Suara serak atau perubahan suara.
  2. Pilek atau hidung tersumbat.
  3. Sakit kepala ringan hingga sedang.
  4. Demam ringan.
  5. Kelelahan yang tidak biasa.
  6. Sakit tenggorokan.

Berbeda dari varian Delta, gejala-gejala seperti kehilangan indera penciuman atau rasa cenderung tidak terjadi pada Stratus. Kebanyakan gejala bersifat ringan, terutama bagi mereka yang telah divaksinasi lengkap. Namun, individu dalam kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, atau penderita komorbid tetap disarankan untuk lebih berhati-hati.

Cara Mencegah Penularan Varian Stratus

Meskipun varian Stratus tidak teridentifikasi sebagai lebih mematikan, langkah pencegahan harus tetap dilakukan guna menekan angka penularan. Berikut adalah beberapa cara yang direkomendasikan oleh WHO dan Kemenkes untuk mencegah penularan:

  1. Kenakan masker, terutama di tempat tertutup atau ramai, guna mengurangi risiko penularan melalui droplet.
  2. Vaksinasi tetap penting meskipun Stratus mampu menghindari sebagian antibodi. Pastikan mendapatkan vaksin sesuai jadwal yang ditentukan.
  3. Jika mengalami gejala seperti pilek atau suara serak, segera lakukan tes PCR dan isolasi mandiri minimal lima hari hingga gejala mereda.
  4. Cuci tangan secara rutin dengan sabun atau hand sanitizer, terutama setelah menyentuh benda di tempat umum.
  5. Hindari kerumunan dengan mengurangi aktivitas di area padat dan berventilasi buruk guna mengurangi risiko terpapar virus.
  6. Tingkatkan imunitas tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi, berolahraga, dan cukup istirahat.
  7. Manfaatkan aplikasi SatuSehat untuk memantau kondisi kesehatan, terutama saat melakukan perjalanan internasional.

Varian Covid-19 Stratus (XFG) menunjukkan potensi penularan yang tinggi, namun dengan mengetahui dan memahami gejalanya, masyarakat dapat lebih waspada. Karena gejala yang ditimbulkannya cenderung ringan, upaya pencegahan tetap perlu ditingkatkan demi menjaga kesehatan diri dan orang lain. Terlepas dari kondisi ini, penting bagi masyarakat untuk tetap mengikuti perkembangan informasi serta patuh pada anjuran kesehatan yang ada.

Berita Terkait

Back to top button