Mpok Alpa, komedian Betawi yang dikenal luas melalui curhatan viral di media sosial dan kiprahnya di televisi, meninggal dunia pada usia 38 tahun setelah berjuang melawan kanker payudara selama tiga tahun. Ia menghembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Dharmais, Jakarta Barat, pada Jumat (15/8/2025). Kepergian Mpok Alpa membuka kembali perhatian masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini dan kewaspadaan terhadap gejala kanker payudara.
Kanker Payudara: Ancaman Serius bagi Perempuan
Kanker payudara merupakan salah satu penyakit kanker yang paling umum diderita perempuan dan menjadi penyebab kematian kedua setelah kanker serviks. Penyakit ini terjadi ketika sel-sel di jaringan payudara mengalami mutasi yang menyebabkan pertumbuhan tidak terkendali. Sel kanker bisa menyerang berbagai bagian payudara, termasuk saluran air susu, lobulus penghasil susu, dan jaringan penunjang seperti lemak.
Faktor risiko kanker payudara cukup beragam. Gaya hidup tidak sehat, paparan radiasi, obesitas, gangguan hormonal, serta faktor genetik dapat meningkatkan kemungkinan seseorang terkena penyakit ini. Selain itu, tanda-tanda kehidupan reproduksi juga berperan, seperti menstruasi pertama pada usia di bawah 12 tahun atau menopause yang terlambat.
Gejala Kanker Payudara yang Harus Diwaspadai
Meski kanker payudara seringkali terlihat melalui benjolan, ada sejumlah gejala lain yang kerap terabaikan oleh banyak pihak. Berikut ini lima gejala utama yang perlu menjadi perhatian khusus:
-
Benjolan pada Payudara
Benjolan adalah tanda paling umum dan biasanya muncul tunggal. Benjolan ini bisa memiliki tekstur dari lunak hingga keras, permukaan yang tidak rata, dan melekat kuat pada jaringan sekitar. Menariknya, benjolan ini biasanya tidak menimbulkan rasa sakit saat ditekan. Karena itu, pemeriksaan diri secara rutin (sadari) sangat dianjurkan untuk mendeteksi benjolan sejak awal. -
Perubahan pada Kulit Payudara
Sel kanker dapat menyebabkan kulit payudara menjadi menebal, berkerut, cekung, atau bahkan terasa gatal. Kondisi ini menunjukkan adanya peradangan yang disebabkan oleh serangan sel kanker di jaringan kulit. -
Keluarnya Cairan dari Puting
Keluarnya cairan tidak biasa, seperti cairan berwarna cokelat kemerahan, terutama disertai luka yang sulit sembuh di sekitar puting, harus menjadi tanda waspada. Gejala ini wajib diperiksakan oleh dokter sesegera mungkin. -
Payudara Besar Sebelah
Perbedaan ukuran yang mencolok antara kedua payudara, disertai pembengkakan pada salah satu sisi, dapat mengindikasikan adanya sel kanker yang memengaruhi jaringan payudara. Pembengkakan ini bisa menjadi tanda bahwa kanker sudah memengaruhi struktur yang lebih luas. - Puting Melesak ke Dalam
Serangan kanker yang terjadi di balik puting dapat menyebabkan puting tertarik masuk ke dalam dan berubah bentuk secara drastis. Tanda fisik ini sering terabaikan, padahal sangat penting untuk diagnosis awal.
Mengutamakan Deteksi Dini dan Perawatan Rutin
Kisah Mpok Alpa mengingatkan akan pentingnya kesadaran terhadap gejala-gejala kanker payudara. Semakin cepat gejala dikenali dan mendapat penanganan medis, peluang keberhasilan terapi juga semakin meningkat. Pemeriksaan rutin dan pengobatan yang tepat sangat krusial untuk meningkatkan angka harapan hidup penderita kanker payudara.
Sebagai langkah preventif, setiap perempuan disarankan melakukan pemeriksaan payudara sendiri secara berkala, menjaga pola hidup sehat, dan segera berkonsultasi dengan tenaga medis jika menemukan gejala mencurigakan. Selain itu, memahami faktor risiko personal juga membantu dalam melakukan pencegahan lebih awal.
Perjuangan Mpok Alpa melawan kanker payudara selama tiga tahun menjadi pengingat bahwa penyakit ini bisa menyerang siapa saja, tak memandang usia maupun profesi. Oleh karena itu, edukasi tentang kanker payudara harus terus ditingkatkan agar lebih banyak perempuan peduli terhadap kesehatan payudaranya dan mengambil langkah kongkrit untuk deteksi dan pengobatan dini.





