
Psoriasis merupakan penyakit inflamasi sistemik yang menyerang kulit secara kronis dan dapat terjadi pada semua usia, baik anak-anak maupun orang dewasa. Penyakit ini ditandai dengan munculnya plak kemerahan yang ditutupi sisik tebal berwarna putih seperti perak serta memiliki batas yang tegas di permukaan kulit. Kondisi ini disebabkan oleh reaksi sistem kekebalan tubuh yang keliru menyerang sel-sel kulit sehat, sehingga menstimulasi produksi sel kulit baru secara berlebihan.
Hingga saat ini, penyebab pasti psoriasis masih belum dapat dipastikan. Namun, penelitian menunjukkan bahwa faktor genetik dan gangguan autoimun menjadi penyebab utama. Limfosit T, yaitu jenis sel darah putih yang seharusnya berfungsi melindungi tubuh dari infeksi, justru menyerang sel kulit sehat, memicu terjadinya peradangan dan percepatan regenerasi sel kulit. Akibatnya, terjadi penumpukan sel kulit yang menyebabkan kulit menjadi menebal, kasar, kering, dan bersisik.
Beberapa faktor lain dapat memicu timbulnya atau memperburuk gejala psoriasis, di antaranya:
1. Infeksi bakteri penyebab radang tenggorokan (streptokokus) yang berhubungan dengan jenis psoriasis guttata
2. Cedera pada kulit akibat paparan sinar matahari berlebihan, gigitan serangga, atau luka gores
3. Obesitas yang meningkatkan peradangan tubuh
4. Kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol
5. Stres yang berkepanjangan tanpa penanganan
6. Perubahan hormon, khususnya pada wanita saat menstruasi atau menjelang menopause
7. Gangguan sistem kekebalan yang disebabkan oleh penyakit lain, misalnya HIV
8. Penggunaan obat-obatan tertentu seperti untuk tekanan darah tinggi, antiinflamasi, antimalaria, dan lithium
9. Kondisi cuaca ekstrem yang menghilangkan kelembapan alami kulit
Gejala psoriasis umumnya dapat dikenali melalui beberapa tanda yang muncul pada kulit maupun bagian tubuh lain. Gejala meliputi:
1. Kulit area tertentu yang memerah, kering, tebal, dan bersisik
2. Perubahan pada kuku seperti menebal dan permukaan kuku menjadi tidak rata
3. Rasa gatal dan sensasi panas yang mengganggu kenyamanan
4. Pembengkakan dan kekakuan pada sendi (psoriasis artritis)
5. Kulit yang kering parah hingga dapat pecah dan mengeluarkan darah
Faktor-faktor risiko yang memperbesar kemungkinan seseorang mengalami psoriasis antara lain:
– Riwayat keluarga dengan psoriasis
– Stres berkepanjangan
– Obesitas
– Trauma fisik pada kulit
– Kebiasaan merokok
– Konsumsi alkohol secara rutin
– Infeksi bakteri atau virus seperti streptokokus dan HIV
Mengamati tanda awal dan faktor risiko sangat penting agar pasien dapat segera mendapatkan penanganan medis. Perawatan dini dapat mencegah komplikasi lebih lanjut dan memperbaiki kualitas hidup penderita.
Penanganan psoriasis biasanya meliputi penggunaan obat-obatan baik topikal maupun sistemik sesuai dengan anjuran dokter. Selain itu, penerapan gaya hidup bersih juga membantu mencegah komplikasi infeksi kulit yang rentan terjadi pada penderita psoriasis. Beberapa langkah yang disarankan adalah:
– Menghindari berbagi barang pribadi seperti sikat gigi, handuk, dan pakaian agar mencegah penyebaran infeksi
– Menggunakan pakaian yang longgar dan mudah menyerap keringat
– Rutin mengganti pakaian dalam sehari sekali
– Segera mengeringkan kulit yang basah atau berkeringat agar tidak menjadi sarang bakteri
Melalui pemahaman mengenai psoriasis, dari penyebab, gejala, hingga penanganannya, masyarakat diharapkan dapat lebih waspada dan menjalani pola hidup yang mendukung kesehatan kulit. Rujukan ke tenaga medis profesional tetap diperlukan jika kondisi kulit makin memburuk atau disertai gejala sistemik seperti demam, kelelahan, nyeri otot, dan sendi. Dengan cara ini, proses diagnosis dan terapi dapat dilakukan tepat waktu dan efektif.





