Merasa Flu Terus-menerus? Waspadai Sinusitis, Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

Merasa mengalami flu yang tak kunjung sembuh meskipun sudah minum obat dan beristirahat dengan cukup? Bisa jadi yang dialami bukan flu biasa, melainkan sinusitis. Kondisi ini seringkali salah dipahami dan dianggap remeh oleh banyak orang, padahal sinusitis dapat memberikan dampak signifikan terhadap aktivitas sehari-hari.

Apa Itu Sinusitis?

Menurut dr. Guntur Bayu Bima Pratama, Spesialis THT dari Eka Hospital Depok, sinusitis adalah peradangan atau pembengkakan pada dinding sinus. Sinus merupakan rongga kecil berisi udara yang terletak di sekitar tulang wajah, seperti di sekitar hidung, mata, dan dahi. Saat sinus meradang, lendir yang biasanya keluar dari rongga sinus tidak bisa mengalir secara normal, sehingga menumpuk dan menyebabkan hidung tersumbat, nyeri di wajah, serta sakit kepala yang berkepanjangan.

Tanda-Tanda Sinusitis yang Sering Disangka Flu Biasa

Flu dan sinusitis memang memiliki beberapa gejala awal yang mirip, seperti hidung tersumbat dan berair. Namun, beberapa tanda khas sinusitis perlu diwaspadai:

  1. Nyeri Spesifik di Wajah
    Penderita sinusitis merasakan nyeri atau tekanan di area tertentu seperti dahi (antara alis), pipi (di bawah mata), dan sekitar hidung. Jika area ini ditekan terasa sakit, kemungkinan sinus sedang meradang.

  2. Lendir Berwarna Kuning atau Hijau
    Lendir yang keluar biasanya kental dan berwarna kuning kehijauan, berbeda dengan flu biasa yang lendirnya cenderung bening atau putih.

  3. Indra Penciuman Menurun
    Jika bau makanan atau parfum sulit tercium, itu menandakan saraf penciuman terganggu akibat peradangan sinus.

  4. Sakit Kepala yang Memburuk Saat Menunduk
    Menunduk dapat memperparah sakit kepala karena tekanan di rongga sinus semakin terasa.

  5. Gejala Bertahan Lebih dari 10 Hari
    Berbeda dengan flu biasa yang parahnya hanya bertahan 7-10 hari, sinusitis akut bisa membuat keluhan memburuk atau tidak kunjung membaik setelah 10 hari.

Penyebab Sinusitis

Beberapa faktor berikut dapat memicu radang pada rongga sinus:

  1. Sisa Infeksi Flu
    Infeksi virus atau bakteri dari pilek dapat menyebar ke sinus dan menyebabkan infeksi sekunder.

  2. Alergi
    Alergi terhadap debu, serbuk sari, atau bulu hewan bisa menimbulkan peradangan hingga menyumbat saluran sinus.

  3. Masalah Struktural Hidung
    Kondisi seperti pembengkokan tulang hidung (deviasi septum) atau polip hidung dapat menghambat aliran lendir.

  4. Gaya Hidup dan Lingkungan
    Paparan terhadap polusi udara, asap rokok, atau udara kering yang berlebihan menjadi iritan yang memicu sinusitis.

Kapan Harus Berkonsultasi ke Dokter THT?

Meski penanganan mandiri seperti menghirup uap hangat atau mengompres wajah dengan air hangat dapat membantu meredakan gejala, ada kondisi tertentu yang mengharuskan penderita segera memeriksakan diri ke dokter THT, yaitu:

  • Gejala tidak membaik atau bahkan memburuk setelah lebih dari 10 hari.
  • Nyeri wajah dan sakit kepala sangat parah sampai mengganggu aktivitas sehari-hari.
  • Disertai demam tinggi.
  • Sinusitis terjadi berulang kali dalam setahun, yang menandakan kemungkinan sinusitis kronis.

Penanganan dini oleh dokter dapat mencegah sinusitis berkembang menjadi kondisi kronis yang lebih sulit diobati. Oleh karena itu, mengenali gejala dan penyebab sinusitis sangat penting agar pengobatan bisa dilakukan dengan tepat dan efektif.

Dengan semakin meningkatnya paparan polusi dan perubahan cuaca, risiko sinusitis juga meningkat. Memahami tanda-tanda sinusitis sekaligus menerapkan langkah pencegahan sesuai anjuran medis dapat membantu mengurangi gangguan kesehatan ini, sehingga kualitas hidup tetap terjaga.

Berita Terkait

Back to top button