Ini 6 Gejala Awal Glaukoma yang Wajib Diwaspadai dan Siapa Paling Risiko

Glaukoma merupakan salah satu penyebab utama kebutaan yang dapat dicegah, namun seringkali berkembang tanpa disadari karena gejalanya yang tak nampak sejak awal. Kondisi ini terjadi akibat kerusakan saraf optik yang bertanggung jawab mengirimkan sinyal penglihatan dari mata ke otak, sehingga jika tidak terdeteksi dan diobati dengan tepat, dapat menyebabkan kehilangan penglihatan permanen.

Gejala Awal Glaukoma yang Perlu Diwaspadai

Salah satu tantangan utama dalam mendeteksi glaukoma adalah penyakit ini kerap berkembang secara perlahan dan tanpa rasa sakit, terutama pada jenis glaukoma sudut terbuka yang paling umum. Berikut adalah enam tanda awal glaukoma yang harus diwaspadai, sebagaimana dikemukakan oleh laporan NHS dan sumber medis lainnya:

  1. Kehilangan Penglihatan Tepi (Penglihatan Terowongan)
    Gejala paling awal yang sering terjadi adalah berkurangnya penglihatan di bagian tepi bidang pandang. Kondisi ini biasanya bermula dari sisi dekat hidung dan berkembang secara bertahap hingga mempengaruhi penglihatan secara luas. Karena berlangsung perlahan, banyak pasien tidak menyadarinya sampai terjadi kehilangan penglihatan yang signifikan.

  2. Pembentukan Bintik Buta Halus (Skotoma)
    Bintik buta atau area yang tidak terlihat dalam bidang penglihatan bisa muncul secara sporadis dan biasanya sangat kecil sehingga hanya dapat diketahui lewat pemeriksaan visual lanjutan dengan alat khusus.

  3. Penglihatan Kabur dan Gangguan Visual Ringan
    Beberapa orang mungkin mengalami penglihatan kabur sesaat, misalnya setelah aktivitas fisik atau di kondisi tertentu. Hal ini dapat menandakan stres pada saraf optik yang belum parah, sehingga tidak boleh diabaikan.

  4. Melihat Lingkaran Cahaya di Sekitar Lampu
    Munculnya lingkaran cahaya seperti pelangi terutama saat malam hari bisa menjadi pertanda tekanan dalam mata meningkat atau ada pembengkakan di kornea. Gejala ini sering terjadi pada glaukoma jenis akut dan membutuhkan pemeriksaan segera.

  5. Gejala Mendadak dan Parah (Glaukoma Sudut Tertutup Akut)
    Walaupun relatif jarang, glaukoma sudut tertutup dapat timbul secara tiba-tiba dengan gejala yang berat seperti nyeri mata hebat, sakit kepala, mual, mata merah, dan penglihatan kabur mendadak. Kondisi ini merupakan keadaan darurat medis yang harus segera ditangani untuk mencegah kebutaan.

  6. Seringkali Tidak Ada Gejala Awal yang Terlihat
    Mayoritas kasus glaukoma awal tidak menunjukkan gejala yang jelas. Kerusakan penglihatan terjadi secara diam-diam sehingga pemeriksaan mata rutin menjadi cara teraman untuk mendeteksi dan mencegah dampak parahnya.

Kelompok yang Paling Berisiko Mengalami Glaukoma

Beberapa kelompok memiliki risiko lebih tinggi terkena glaukoma. Menurut data dari berbagai sumber kesehatan, faktor risiko utama meliputi:

  1. Usia di Atas 40 Tahun
    Risiko glaukoma meningkat signifikan mulai usia 40 tahun ke atas, sehingga disarankan melakukan pemeriksaan mata rutin setelah usia tersebut.

  2. Riwayat Keluarga
    Jika keluarga dekat pernah menderita glaukoma, risiko Anda juga meningkat. Faktor genetika berperan penting dalam kejadian penyakit ini.

  3. Tekanan Intraokular Tinggi
    Peningkatan tekanan dalam mata adalah faktor risiko utama yang dapat merusak saraf optik.

  4. Penderita Diabetes dan Hipertensi
    Kondisi medis seperti diabetes dan tekanan darah tinggi dapat memperburuk kesehatan mata dan meningkatkan risiko glaukoma.

Bagi masyarakat yang termasuk dalam kelompok risiko tersebut, pemeriksaan mata teratur dengan fokus pada pengukuran tekanan intraokular serta tes lapang pandang sangat dianjurkan. Deteksi dini merupakan kunci penting untuk memperoleh pengobatan yang tepat dan melambatkan perkembangan penyakit sehingga penglihatan dapat dipertahankan.

Pentingnya Pemeriksaan Mata Rutin

Karena glaukoma kerap berkembang tanpa gejala yang jelas, rutin melakukan pemeriksaan mata komprehensif menjadi langkah utama dalam pencegahan kebutaan. Pemeriksaan ini biasanya meliputi pengukuran tekanan mata, evaluasi saraf optik, serta tes lapang pandang. Menurut para ahli, penanganan tepat waktu dapat memperlambat kehilangan penglihatan secara signifikan.

Mengingat potensi dampak glaukoma yang serius, meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai gejala awal dan faktor risiko sangat penting. Konsultasi dengan dokter mata profesional harus dilakukan jika Anda mengalami gejala yang mencurigakan atau memiliki faktor risiko yang disebutkan. Upaya pencegahan melalui deteksi dini berpeluang besar menjaga kualitas penglihatan dalam jangka panjang, mengingat glaukoma adalah kondisi yang tak dapat disembuhkan sepenuhnya, namun dapat dikendalikan jika ditangani sejak awal.

Penafian: Artikel ini bertujuan memberikan informasi dan bukan sebagai pengganti nasihat medis profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga medis berkompeten untuk diagnosis dan pengobatan yang tepat.

Berita Terkait

Back to top button