Benarkah Stevia Aman untuk Penderita Diabetes? Fakta dan Risiko Terbaru

Bagi penderita diabetes, pemilihan pemanis yang tepat menjadi bagian penting dalam pengelolaan gula darah. Stevia, pemanis berbahan alami yang berasal dari tanaman semak Amerika Selatan dan Amerika Utara, sering kali disebut sebagai alternatif yang aman karena kandungan kalorinya yang sangat rendah atau bahkan nol kalori. Namun, benarkah stevia benar-benar aman dan bermanfaat untuk orang dengan diabetes?

Stevia dan Kandungan Nutrisi

Stevia mengandung senyawa yang disebut steviol glikosida, yang memiliki tingkat kemanisan 150–300 kali lebih manis dibandingkan gula biasa. Karena kandungan kalorinya yang hampir tidak ada, produk ini dianggap sebagai pemanis nol kalori, sehingga dapat menjadi alternatif bagi mereka yang harus membatasi asupan gula. Namun, steviol glikosida juga dapat menyebabkan rasa pahit yang terkadang menjadi kelemahan stevia. Seiring perkembangan teknologi, produsen kini mulai mengolah stevia agar memiliki rasa lebih netral, seperti produk Steffi dari Vitalentra Group International yang semakin populer di kalangan penderita diabetes.

Keamanan Stevia untuk Penderita Diabetes

American Heart Association (AHA) dan American Diabetes Association (ADA) menyatakan bahwa stevia dan pemanis sejenis dapat dikonsumsi oleh penderita diabetes dengan catatan konsumsi yang wajar dan tidak disertai dengan asupan kalori tambahan secara berlebihan. Artinya, mengonsumsi stevia sebagai pengganti gula harus dilengkapi dengan pola makan yang sehat untuk mendapatkan manfaat yang optimal dalam pengendalian kadar gula darah.

Berbagai studi ilmiah mendukung pernyataan tersebut. Sebuah penelitian pada tahun 2018 menunjukkan bahwa konsumsi jeli kelapa yang dimaniskan dengan stevia dapat menurunkan kadar glukosa darah mulai dari 60 hingga 120 menit setelah konsumsi, bahkan sebelum insulin disekresikan oleh tubuh. Temuan ini mengindikasikan bahwa stevia berpotensi membantu mengontrol glukosa darah secara efektif.

Manfaat Stevia bagi Penderita Diabetes

Ulasan beberapa penelitian menunjukkan manfaat stevia yang luas, antara lain:

  1. Sifat antioksidan yang berpotensi melawan penyakit akibat stres oksidatif.
  2. Kemampuan mengatur kadar gula darah saat puasa maupun setelah makan.
  3. Meningkatkan rasa kenyang dan mengurangi rasa lapar, sehingga membantu mengendalikan asupan kalori.
  4. Mengurangi keinginan mengonsumsi kalori tambahan di waktu berikutnya.
  5. Perlindungan terhadap kerusakan hati dan ginjal yang sering kali menjadi komplikasi diabetes.
  6. Menurunkan kadar trigliserida dan kolesterol dalam darah.

Sebuah studi tahun 2016 melaporkan bahwa bubuk daun stevia kering menurunkan secara signifikan gula darah, trigliserida, dan kolesterol pada penderita diabetes. Studi pada hewan juga menunjukkan efek perlindungan terhadap organ vital seperti hati dan ginjal serta sifat antioksidan pada stevia.

Keterbatasan dan Perhatian dalam Penggunaan Stevia

Sebagian besar penelitian yang dipublikasikan menggunakan bentuk daun stevia kering, bukan ekstrak yang biasa dijual dalam produk pemanis kemasan. Ekstrak stevia sering kali mengandung tambahan bahan lain yang dapat mempengaruhi kadar gula darah sehingga perlu diperhatikan komposisinya oleh konsumen.

Selain itu, stevia memiliki fleksibilitas pemakaian yang baik dalam berbagai jenis makanan dan minuman, baik panas maupun dingin. Namun, stevia tidak dapat mengalami proses karamelisasi seperti gula, sehingga tidak selalu menjadi pengganti ideal untuk semua resep kue atau makanan yang membutuhkan proses pemanggangan dengan karamelisasi.

Peran Stevia dalam Pengelolaan Diabetes di Indonesia

Dengan sekitar 35,8 juta orang atau hampir 13% penduduk Indonesia yang hidup dengan diabetes, kebutuhan akan alternatif gula yang aman sangat tinggi. Mengingat pentingnya perubahan gaya hidup, termasuk pengurangan asupan gula, stevia bisa menjadi salah satu solusi bagi mereka yang kesulitan melepaskan keinginan akan rasa manis.

Namun, konsumsi stevia harus tetap diiringi dengan pola makan seimbang dan pengawasan medis agar kadar gula darah tetap terkontrol dengan baik. Menggunakan stevia sebagai pengganti gula biasa berpotensi membantu menghindari lonjakan gula darah yang berbahaya bagi penderita diabetes.


Artikel ini disusun dengan merujuk pada data Kementerian Kesehatan Indonesia, pernyataan American Heart Association dan American Diabetes Association, serta berbagai studi ilmiah terkait. Informasi ini bertujuan memberikan gambaran objektif dan faktual mengenai manfaat dan keamanan stevia bagi penderita diabetes, sebagai referensi bagi masyarakat yang ingin membuat keputusan tepat dalam pengelolaan penyakit mereka.

Berita Terkait

Back to top button