Infeksi cacing masih menjadi masalah kesehatan yang cukup umum di Indonesia, terutama bagi anak-anak dan orang dewasa yang tinggal di daerah dengan sanitasi kurang memadai. Penggunaan obat cacing secara tepat dapat membantu mengatasi dan mencegah infeksi parasit ini. Berikut merupakan lima rekomendasi obat cacing yang aman untuk anak dan orang dewasa, serta dapat dibeli dengan mudah di apotek.
1. Combantrin
Combantrin mengandung bahan aktif Pirantel Pamoat yang bekerja dengan melumpuhkan sistem saraf cacing melalui depolarisasi neuromuskular. Cara kerja ini menyebabkan cacing menjadi lumpuh dan kemudian dikeluarkan secara alami melalui feses tanpa perlu pencahar tambahan. Obat ini efektif untuk mengatasi infeksi cacing gelang, kremi, dan cacing tambang. Combantrin tersedia dalam bentuk tablet dan sirup, sehingga aman dan mudah dikonsumsi oleh anak-anak maupun orang dewasa. Harga obat ini berkisar antara Rp 18.000 hingga Rp 22.000 per strip atau botol.
2. Vermox
Vermox mengandung Mebendazole yang menghambat penyerapan glukosa oleh cacing sehingga cacing kehilangan sumber energi dan mati secara perlahan. Obat ini cocok digunakan untuk berbagai jenis cacing seperti cacing gelang, kremi, cambuk, dan tambang. Vermox biasanya tersedia dalam bentuk tablet kunyah dan diberikan dalam dosis tunggal. Harga per tablet Vermox diperkirakan sekitar Rp 20.000.
3. Vermoran
Sama halnya dengan Vermox, Vermoran juga mengandung Mebendazole 500 mg. Mekanisme kerjanya mengganggu metabolisme cacing sehingga menyebabkan kematian karena kelaparan energi. Vermoran efektif untuk mengatasi infeksi campuran cacing usus. Obat ini dapat digunakan oleh anak-anak di atas 5 tahun dan orang dewasa. Harga Vermoran lebih terjangkau, yakni sekitar Rp 7.900 hingga Rp 9.200 per tablet.
4. Zentel
Zentel mengandung Albendazole sebagai zat aktifnya yang memiliki mekanisme kerja dengan menghambat polimerisasi tubulin pada sel cacing. Hal ini mengganggu penyerapan glukosa dan menyebabkan kematian cacing, termasuk larva dan telur. Zentel efektif memberantas cacing gelang, cacing pita, dan juga digunakan untuk pengobatan neurocysticercosis (infeksi cacing di otak). Obat ini tersedia dalam bentuk tablet dan suspensi dengan harga sekitar Rp 15.000 hingga Rp 22.000 per kemasan.
5. Ozen
Berbeda dengan keempat obat sebelumnya, Ozen bukan obat cacing melainkan antihistamin yang mengandung Cetirizine Hydrochloride. Obat ini berfungsi menghambat reseptor histamin H1 untuk meredakan gejala alergi seperti gatal, bersin, dan ruam. Ozen tidak digunakan untuk membasmi cacing, tetapi sangat membantu meredakan reaksi alergi yang mungkin muncul setelah mengonsumsi obat cacing. Ozen cocok untuk anak-anak dan dewasa, tersedia dalam bentuk tablet, sirup, dan drops. Harga Ozen berada pada kisaran Rp 50.000 hingga Rp 80.000 per strip atau botol, tergantung bentuk sediaannya.
Pentingnya Penggunaan Obat Cacing Secara Bijak
Meninggalnya balita Raya (4 tahun) asal Sukabumi pada Juli 2025 akibat infeksi cacing gelang akut menjadi peringatan penting tentang bahaya infeksi parasit yang tidak segera ditangani. Tubuhnya penuh oleh cacing parasit yang bahkan menjalar hingga ke otak, sehingga menimbulkan infeksi serius dan berujung kematian. Tragedi ini kemudian menimbulkan kepanikan yang luas, terutama di kalangan generasi muda, yang beramai-ramai mengonsumsi obat cacing tanpa pengawasan medis yang tepat.
Menurut ahli kesehatan, penggunaan obat cacing harus mengikuti dosis dan anjuran dokter atau petugas kesehatan. Meski obat cacing memiliki efek yang efektif untuk membunuh parasit, penggunaan yang tidak tepat dapat menimbulkan efek samping dan risiko lain, seperti reaksi alergi atau resistensi obat.
Selain menggunakan obat cacing, pemeliharaan kebersihan pribadi dan lingkungan juga sangat penting untuk mencegah infeksi cacing. Cuci tangan dengan sabun sebelum makan dan setelah dari toilet, bersihkan makanan dengan baik, serta gunakan air bersih dan fasilitas sanitasi yang memadai menjadi langkah pencegahan utama.
Pemahaman dan edukasi terkait penyebab, bahaya, dan pencegahan infeksi cacing harus terus diperkuat di masyarakat. Dengan memilih obat cacing yang tepat dan menggunakan dengan benar, diharapkan risiko infeksi dapat diminimalisir tanpa menimbulkan komplikasi kesehatan baru. Pastikan juga selalu berkonsultasi dengan tenaga medis sebelum memulai pengobatan cacing.





