Anak Bentol Setelah Makan Telur? Waspadai Alergi! Kenali Gejala & Perbedaannya

Anak yang mengalami bentol-bentol atau ruam setelah mengonsumsi telur perlu diwaspadai kemungkinan alergi makanan. Alergi makanan adalah reaksi sistem imun yang spesifik dan berulang terhadap jenis makanan tertentu, berbeda dengan intoleransi yang bersifat non-imun dan biasanya tidak menimbulkan gejala berulang. Menurut Dr. Endah Citraresmi, Sp.A, Subsp.A.Im (K), ahli alergi dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), alergi makanan termasuk salah satu bentuk adverse food reaction, yakni reaksi tidak diinginkan tubuh setelah mengonsumsi makanan tertentu.

Pengertian dan Perbedaan Alergi Makanan dengan Intoleransi

Alergi makanan terjadi ketika sistem imun anak menanggapi makanan tertentu secara berlebihan dan spesifik. Contohnya, jika anak yang alergi telur mengonsumsinya, maka akan muncul gejala bentol, gatal, atau bahkan sesak napas. Gejala ini akan muncul kembali setiap kali anak mengonsumsi telur. “Kata kunci dalam alergi makanan adalah reaksi yang berulang,” jelas Dr. Endah. Reaksi imun ini biasanya dimediasi oleh antibodi IgE yang menyebabkan gejala cepat muncul.

Sementara itu, intoleransi makanan merupakan reaksi yang tidak dimediasi oleh sistem imun. Contohnya intoleransi laktosa, di mana tubuh kekurangan enzim laktase sehingga tidak mampu memecah laktosa dalam susu, menyebabkan gangguan pencernaan seperti diare atau kembung. Berbeda dengan alergi, intoleransi biasanya tidak menimbulkan gejala berulang dan masih memungkinkan anak mengonsumsi makanan tersebut dalam jumlah kecil atau bentuk bebas laktosa.

Gejala Alergi Makanan pada Anak

Gejala alergi makanan pada anak bisa bermacam-macam, mulai dari bentol-bentol (urtikaria), gatal-gatal di kulit, pembengkakan pada wajah atau bibir, hingga sesak napas dan muntah. Pada kasus berat, alergi makanan bisa menyebabkan anafilaksis, yaitu reaksi alergi yang mengancam jiwa dan membutuhkan penanganan cepat di rumah sakit.

Jika anak menunjukkan reaksi ruam atau bentol setelah makan telur, penting untuk segera menghentikan pemberian telur dan berkonsultasi dengan dokter anak atau ahli alergi. Pemeriksaan alergi bisa dilakukan untuk memastikan jenis makanan pemicu dan menentukan penanganan yang tepat.

Makanan Penyebab Alergi Paling Umum pada Anak

Data dari IDAI menyebutkan bahwa 90 persen alergi makanan pada anak disebabkan oleh delapan jenis makanan utama. Pada bayi, susu sapi dan telur merupakan penyebab paling umum alergi makanan. Selain itu, gandum dan kacang kedelai juga termasuk pemicu alergi. Pada anak yang lebih besar, kacang tanah, tree nuts seperti walnut dan almond, serta makanan laut seperti udang, kerang, dan ikan sering menyebabkan alergi.

Peningkatan kasus alergi makanan menjadi fenomena global yang juga terjadi di Indonesia. Sekitar 6-8 persen anak di bawah lima tahun mengalami alergi makanan, lebih tinggi dibandingkan orang dewasa yang sebesar 3-4 persen. Kondisi ini dikenal sebagai “second wave epidemi alergi,” di mana alergi makanan mengalami peningkatan setelah gelombang pertama yang didominasi alergi saluran napas seperti asma.

Penanganan dan Pencegahan

Langkah utama dalam menangani alergi makanan adalah menghindari makanan pemicu secara ketat. Jika anak diketahui alergi telur, orang tua harus membaca label makanan dengan cermat dan menghindarkan anak dari konsumsi telur maupun produk olahannya. Dalam beberapa kasus, dokter mungkin memberikan obat antihistamin untuk meredakan gejala ringan atau epinefrin untuk reaksi alergi berat.

Selain itu, penting bagi orang tua untuk mengenali tanda-tanda awal alergi makanan demi mencegah komplikasi serius. Pendidikan terkait alergi juga harus diberikan kepada lingkungan sekolah atau penitipan anak agar penanganan dapat dilakukan dengan tepat apabila terjadi reaksi alergi.


Alergi makanan pada anak merupakan masalah kesehatan yang memerlukan perhatian serius. Bila anak mengalami bentol setelah makan telur atau makanan lain, segera lakukan evaluasi medis untuk memastikan penyebabnya dan mendapatkan pengelolaan yang sesuai. Memahami perbedaan alergi dan intoleransi makanan serta mengenali gejala alergi adalah langkah awal penting dalam menjaga kesehatan dan keselamatan anak.

Berita Terkait

Back to top button