
Paparan material radioaktif Cesium-137 (Cs-137) di kawasan industri Cikande, Kabupaten Serang, Banten, menimbulkan kekhawatiran serius terkait dampak buruk bagi kesehatan masyarakat. Temuan ini terungkap setelah kontainer komoditas udang beku asal kawasan tersebut ditolak oleh otoritas Amerika Serikat pada bulan Agustus 2025 karena mengandung radiasi berbahaya.
Radiasi adalah energi yang dipancarkan dalam bentuk gelombang elektromagnetik atau partikel subatomik. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sumber radiasi di alam termasuk bahan radioaktif yang ditemukan di tanah, air, dan udara, serta paparan buatan seperti sinar-X medis. Paparan terhadap radiasi dapat terjadi secara eksternal maupun internal, tergantung pada jalur kontak dengan sumber radiasi.
Dampak Paparan Radiasi terhadap Kesehatan
Terpapar radiasi tingkat tinggi dalam waktu singkat dapat menyebabkan penyakit radiasi akut, yang berdampak langsung pada jaringan tubuh. Mayo Clinic menjelaskan bahwa gejala awal penyakit radiasi meliputi mual dan muntah, yang kemudian dapat berkembang menjadi komplikasi yang lebih serius. Paparan radiasi juga memiliki efek yang merusak DNA manusia, dengan potensi memutus untai ganda dan tunggal DNA, sehingga mengganggu pembelahan sel dan fungsi normal jaringan.
Risiko kesehatan yang muncul akibat paparan radioaktif sangat bergantung pada dosis radiasi yang diterima. Dosis rendah secara bertahap cenderung menimbulkan risiko yang lebih kecil, karena tubuh manusia memiliki kemampuan memperbaiki kerusakan seluler. Namun, paparan dosis tinggi dapat menyebabkan luka bakar kulit, gangguan fungsi organ, hingga kanker. Paparan radiasi juga diketahui berkontribusi pada gangguan kesehatan mental, seperti kecemasan dan depresi, yang dapat menimpa korban dalam jangka pendek maupun panjang.
Gejala Klinis dari Paparan Radioaktif
Berbagai gejala yang mungkin dirasakan oleh individu terpapar radiasi antara lain:
- Mual dan muntah
- Diare
- Sakit kepala
- Demam
- Pusing dan kehilangan orientasi
- Kelelahan ekstrem
- Rambut rontok
- Pendarahan internal ditandai dengan muntah atau feses berdarah
- Infeksi berulang
- Tekanan darah rendah
Gejala tersebut muncul dengan tingkat keparahan yang berbeda, bergantung pada dosis dan lama paparan serta area tubuh yang terkena. Sistem gastrointestinal dan sumsum tulang merupakan jaringan yang sangat rentan terhadap radiasi.
Standar Dosis Radiasi dan Batas Aman
Berdasarkan rekomendasi dari International Atomic Energy Agency (IAEA) dan lembaga kesehatan internasional lain, paparan radiasi yang dapat diterima manusia telah diatur secara ketat. Misalnya, rata-rata paparan radiasi latar belakang bagi manusia secara global adalah sekitar 2,4 mSv per tahun. Sementara itu, dosis di atas 100 mSv per tahun mulai menunjukkan peningkatan risiko kanker, dan dosis di kisaran 1000 mSv secara singkat dapat menimbulkan sindrom radiasi akut.
Beberapa patokan dosis radiasi dan efeknya yang relevan di antaranya:
- 2,4 mSv/tahun: Paparan radiasi latar belakang umum
- 100 mSv: Ambang terendah di mana peningkatan risiko kanker terdeteksi
- 250 mSv: Batas dosis jangka pendek pada pekerja darurat
- 1000 mSv: Batas dosis yang dapat menyebabkan penyakit radiasi akut sementara
- 4000-5000 mSv: Dosis yang dapat menyebabkan kematian pada setengah korban dalam waktu satu bulan tanpa pengobatan medis intensif
Implikasi bagi Masyarakat Cikande
Kondisi di Cikande tentu memerlukan perhatian serius dari pemerintah dan masyarakat. Paparan radioaktif pada produk udang yang diekspor menunjukkan potensi kontaminasi sumber daya dan risiko kesehatan yang lebih luas. Mengingat potensi efek kanker dan gangguan mental akibat paparan Cs-137, upaya mitigasi serta pemantauan radiologi secara ketat sangat diperlukan.
Penting bagi masyarakat di sekitar kawasan industri untuk mendapatkan edukasi dan pemeriksaan kesehatan berkala guna mengidentifikasi gejala dini dampak radiasi. Penegakan regulasi terhadap limbah bahan radioaktif juga harus menjadi prioritas agar paparan radiasi tidak meluas dan membahayakan populasi.
Paparan radioaktif memang bukan hanya soal risiko fisik, tetapi juga berdampak psikologis, yang dapat menimbulkan stres berkelanjutan hingga gangguan mental. Oleh karena itu, pendekatan multidisipliner melibatkan aspek kesehatan fisik dan psikologis sangat diperlukan untuk menangani masalah ini secara menyeluruh.
Pemantauan lebih lanjut oleh otoritas terkait dan transparansi informasi kepada publik sangat penting untuk mencegah kepanikan sekaligus memastikan langkah penanganan yang tepat. Data ilmiah serta panduan internasional harus dijadikan acuan dalam menyusun kebijakan yang mengutamakan keselamatan dan kesehatan masyarakat di kawasan industri Cikande dan sekitarnya.
Src: https://lifestyle.bisnis.com/read/20251001/106/1916050/paparan-radioaktif-di-cikande-bisa-sebabkan-kanker-hingga-sakit-mental/All





