Resep Sehat Mendiang Jane Goodall Bekerja hingga Usia 91 Tahun

Jane Goodall, ahli primata dan konservasionis ternama dunia yang meninggal pada usia 91 tahun pada 1 Oktober 2025, dikenang bukan hanya karena kontribusinya dalam memahami simpanse, tetapi juga karena gaya hidup sehatnya yang membantunya tetap aktif hingga akhir hayat. Sehari-hari, Goodall mengadopsi beberapa kebiasaan sehat yang bisa menjadi inspirasi bagi siapa saja yang ingin menjaga stamina dan kesehatan di usia lanjut.

Mengonsumsi Pola Makan Nabati

Salah satu kunci kesehatan Goodall adalah pola makan nabati yang dia jalani selama puluhan tahun. Dalam esai pribadi tahun 2017, Goodall mengungkapkan bahwa ia berhenti memakan daging sekitar 50 tahun lalu setelah menyadari dampak etis dan kesehatannya. “Saya berhenti makan daging karena melihat potongan daging babi yang melambangkan ketakutan, rasa sakit, dan kematian,” ujarnya. Ia melanjutkan pola makan vegan demi alasan etika dan kesehatan. Goodall mengungkapkan bahwa usus manusia tidak dirancang untuk konsumsi daging dalam jumlah besar, dan pola makan nabati membuatnya merasa lebih ringan dan sehat.

Hal ini sejalan dengan studi ilmiah yang mendukung manfaat pola makan nabati. Sebagai contoh, penelitian dari University of Naples pada 2021 menunjukkan bahwa konsumsi makanan nabati seperti minyak zaitun dan tomat dapat menurunkan risiko penyakit jantung. Penelitian lain dari University of Bergen, Norwegia, pada 2022, menemukan bahwa diet berbasis tumbuhan dan mengurangi makanan olahan bisa memperpanjang harapan hidup hingga 10 tahun.

Aktif Bekerja dan Tetap Sibuk

Jane Goodall tetap produktif sepanjang hidupnya. Ia lebih banyak menghabiskan waktunya untuk kerja dan kegiatan konservasi dibandingkan beristirahat. Dalam sebuah wawancara, Goodall menyatakan bahwa hampir 300 hari dalam setahun ia habiskan untuk berpergian dan bekerja. Ia tidak membedakan hari kerja atau libur, karena bagi Goodall, setiap hari adalah kesempatan untuk berkontribusi. Kesibukan ini menurut profesor gerontologi Karen Glaser dari King’s College London dapat membantu menjaga kepuasan hidup dan kemampuan kognitif, terutama di usia lanjut.

Goodall mengisi hari-harinya dengan membalas email, melakukan wawancara, rapat via Zoom, dan memberikan ceramah, tanpa terlalu memikirkan kondisi kesehatannya. “Saya hanya menjadi diri saya sendiri,” ujarnya.

Selalu Belajar dan Menerima Hal Baru

Semangat belajar tak pernah padam bagi Goodall. Dalam sebuah diskusi podcast, ia menyatakan bahwa semakin tua, semakin banyak yang bisa dipelajari. Tidak ada hari yang dilalui tanpa mempelajari sesuatu, bahkan hal kecil. Sikap ini membuat otaknya tetap tajam dan mampu memahami dunia dengan lebih mendalam. Menurut Jason Shepherd, profesor neurobiologi di University of Utah, belajar hal baru dapat meningkatkan plastisitas otak, mencegah kebosanan dalam rutinitas, dan menjaga kesehatan mental seiring bertambahnya usia.

Mengelola Stres dengan Bijak

Goodall juga dikenal mampu mengendalikan stres dengan baik. Meskipun menghadapi berbagai tantangan, ia berusaha fokus pada hal-hal yang bisa dikendalikan. Ia menyebutkan bahwa bila ada situasi stres, misalnya penerbangan tertunda menjelang rapat penting, ia berusaha mencari solusi terbaik dan menerima bila hal itu memang tidak bisa dihindari. Pendekatan ini juga mendukung hasil riset yang mengatakan bahwa stres kronis dapat memperburuk kesehatan tubuh, terutama sistem kekebalan dan risiko penyakit.

Para peneliti umur panjang menekankan pentingnya sikap menerima dan tidak overthinking hal-hal di luar kendali sebagai ciri umum para centenarian. Ben Meyers, CEO LongeviQuest, menambahkan bahwa meskipun tak ada yang mengincar hidup hingga sangat tua, mereka cenderung menikmati hidup dan merasa bahagia atas keberadaan mereka.

Menghabiskan Waktu di Alam

Akan tetapi, bukan hanya pekerjaan dan pola makan yang menjadi rahasia Goodall. Hubungannya dengan alam sangat erat dan memberinya ketenangan. Ia merasa paling bahagia saat bisa berada di alam bebas, bahkan saat di kota, ia berusaha mencari pohon atau ruang hijau di hotel dan menghabiskan waktu di sana. Menurut Goodall, berada di alam memberikannya rasa menjadi bagian dari dunia, bukan terpisah darinya.

Penelitian juga menyoroti manfaat menghabiskan waktu di alam bagi kesehatan manusia, termasuk meningkatkan daya ingat, mengurangi peradangan, dan menurunkan tekanan darah.

Jane Goodall meninggalkan warisan tak hanya berupa ilmu pengetahuan, tapi juga contoh gaya hidup sehat dan aktif yang layak ditiru. Kebiasaan makan tanaman, terus berkarya, belajar tanpa henti, mengelola stres, dan menikmati alam adalah beberapa kunci agar tetap sehat dan produktif hingga usia lanjut. Gaya hidup seperti inilah yang memungkinkan Goodall tetap fokus pada misinya hingga akhir hayatnya.

Source: lifestyle.bisnis.com

Berita Terkait

Back to top button