Ini 7 Sinyal Tersembunyi Stres Berat, Salah Satunya Bikin Super Sensitif

Stres berat tidak selalu menampakkan dirinya dengan cara yang mudah dikenali seperti kecemasan atau detak jantung yang cepat. Terkadang, tubuh dan pikiran kita mengirimkan sinyal-sinyal tersembunyi yang bisa saja terabaikan karena dianggap sebagai kelelahan biasa atau sekadar suasana hati yang kurang baik. Memahami tanda-tanda ini sangat penting agar stres tidak menumpuk dan menimbulkan masalah kesehatan yang lebih serius.

1. Menjadi Super Sensitif dan Mudah Menangis
Salah satu indikator stres yang jarang disadari adalah perubahan emosi yang drastis. Jika Anda merasa lebih mudah tersentuh perasaannya, bahkan sampai menangis karena hal-hal kecil seperti iklan di televisi, ini bisa jadi tanda otak dalam keadaan lelah. Kondisi stres yang berkepanjangan membuat kemampuan otak untuk mengatur emosi menurun, sehingga Anda menjadi sangat sensitif secara tiba-tiba.

2. Kesulitan Membuat Keputusan dan Fokus
Stres berat dapat mengganggu fungsi eksekutif otak yang bertanggung jawab atas pengambilan keputusan dan fokus. Hal-hal sederhana seperti menentukan menu makan siang atau membalas pesan menjadi sangat sulit. Ini mencerminkan kondisi mental yang “lumpuh” sementara akibat mode bertahan hidup yang aktif. Akibatnya, seseorang bisa mengalami procrastination dan sulit menyelesaikan tugas-tugas harian.

3. Perubahan Nafsu Makan yang Drastis
Ketika mengalami stres, hormon yang mengatur rasa lapar juga ikut terganggu. Beberapa orang justru terdorong untuk makan secara berlebihan, terutama makanan tinggi gula dan lemak, sebagai pelarian sementara dari tekanan. Namun, ada pula yang kehilangan nafsu makan sama sekali, sehingga merasa tidak tertarik untuk makan dalam jangka waktu tertentu.

4. Menarik Diri dari Interaksi Sosial
Salah satu respons tubuh terhadap stres berat adalah kebutuhan untuk menghemat energi dengan menghindari interaksi sosial. Undangan atau ajakan bertemu teman yang biasanya dinantikan bisa terasa melelahkan dan menjadi beban. Orang yang stres cenderung lebih memilih menyendiri, membatalkan janji, atau berhenti membalas pesan sebagai bentuk perlindungan diri.

5. Terjebak dalam Pola Berpikir Berlebihan (Overthinking)
Berpikir secara berlebihan dan terus-menerus mengkhawatirkan banyak hal merupakan sinyal stres tersembunyi lainnya. Kondisi ini membuat pikiran sulit tenang dan justru memperparah rasa cemas. Pakar kesehatan mental menyebut overthinking sebagai tanda stres yang harus diwaspadai karena bisa mengganggu keseharian dan kesehatan mental secara keseluruhan.

6. Perasaan Mati Rasa dan Menghindari Emosi
Beberapa orang mencoba “mematikan” perasaan mereka dengan melakukan aktivitas berlebihan seperti makan berlebih, bermain game secara nonstop, doomscrolling media sosial, atau penggunaan zat tertentu. Perilaku ini merupakan mekanisme untuk menghindari merasakan tekanan emosional akibat stres. Namun, jika terus berlanjut, kondisi stres kronis bisa makin parah tanpa disadari.

7. Gejala Fisik yang Tidak Biasa Muncul
Stres tidak hanya berpengaruh pada kondisi psikologis, tetapi juga dapat menimbulkan gangguan fisik yang aneh dan tidak dapat dijelaskan secara medis, seperti sakit kepala berulang, migrain, gangguan pencernaan (diare, sembelit, sakit perut), menggertakkan gigi saat tidur, atau nyeri otot tanpa sebab yang jelas. Kondisi ini merupakan peringatan bahwa stres sudah mulai menimbulkan dampak serius bagi tubuh.

Mengenali tanda-tanda stres berat ini merupakan langkah awal yang bisa membantu untuk segera mengambil tindakan pencegahan. Beberapa langkah sederhana yang dianjurkan antara lain mengambil jeda singkat untuk bernapas dan relaksasi, berbicara dengan orang terdekat untuk menyalurkan perasaan, memastikan cukup waktu tidur berkualitas, dan melakukan aktivitas fisik ringan seperti jalan kaki guna meningkatkan pelepasan hormon endorfin.

Jika gejala stres terasa semakin sulit dikendalikan, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga profesional seperti psikolog atau terapis. Penanganan sejak dini akan membantu mencegah stres berkembang menjadi gangguan kesehatan mental yang lebih serius dan berpotensi memengaruhi kualitas hidup secara keseluruhan.

Source: lifestyle.bisnis.com

Berita Terkait

Back to top button