
Paparan radiasi radioaktif dari produk makanan, khususnya seafood yang tercemar di wilayah Cikande, menjadi perhatian serius terkait dampaknya bagi kesehatan manusia. Sejak ditemukannya kontaminasi radioaktif Cesium-137 dalam udang dan cengkeh yang diekspor ke Amerika Serikat, berbagai kebijakan pembatasan impor diterapkan untuk mengurangi risiko paparan jangka panjang bagi konsumen.
Kerusakan Sel dan Jaringan
Radiasi ionisasi yang berasal dari material radioaktif dapat merusak ikatan kimia dalam sel tubuh. Hal ini menyebabkan mutasi dan kerusakan permanen pada sel, khususnya di organ vital seperti hati dan ginjal yang berperan sebagai penyaring racun. Kerusakan tersebut dapat menimbulkan gangguan fungsi organ yang berlanjut dalam jangka panjang.
Meningkatnya Risiko Kanker
Salah satu bahaya utama akibat paparan radioaktif adalah peningkatan kemungkinan berkembangnya sel kanker. Zat radioaktif seperti Cesium-137 dan Iodium-131 dapat terakumulasi pada jaringan tubuh dan memicu terbentuknya kanker tiroid, leukemia, kanker tulang, serta kanker hati. Risiko ini sangat bergantung pada lokasi penumpukan zat berbahaya tersebut.
Gangguan Sistem Imun
Paparan berulang terhadap radiasi dapat menurunkan efektivitas sel darah putih yang menjadi bagian penting dari sistem kekebalan tubuh. Akibatnya, tubuh menjadi rentan terhadap infeksi, virus, dan bakteri. Proses penyembuhan luka dan penyakit juga melambat karena terganggunya sistem imun ini.
Dampak pada Reproduksi dan Genetik
Radiasi dapat merusak DNA dalam sel sperma dan sel telur, meningkatkan potensi cacat genetik, kelainan kromosom, serta infertilitas. Kerusakan genetik ini tidak hanya berpengaruh pada individu yang terpapar, tetapi juga pada generasi penerus melalui mutasi yang diwariskan.
Masalah pada Sistem Pencernaan
Paparan dosis radiasi tinggi dapat menyebabkan kerusakan serius pada lambung dan usus. Gejala yang muncul meliputi mual, muntah kronis, diare, bahkan peradangan hebat pada saluran pencernaan. Kondisi ini berisiko menyebabkan malnutrisi dan dehidrasi jika tidak segera ditangani.
Sakit Akibat Radiasi (Radiation Sickness)
Penyakit ini muncul ketika seseorang terpapar radiasi dalam dosis tinggi dalam waktu singkat. Gejala yang dialami sangat berat, seperti pendarahan hebat, kulit dan organ dalam yang terkelupas, disertai mual, muntah, sakit kepala, rambut rontok, serta penurunan jumlah sel darah putih dan gangguan saraf yang serius.
Mempercepat Proses Penuaan
Radiasi mempercepat oksidasi dan kerusakan pada sel tubuh, sehingga mempercepat terjadinya penuaan dini. Efek yang terlihat adalah kulit menjadi kusam, muncul keriput lebih cepat, dan menurunnya kemampuan tubuh untuk memperbaiki jaringan yang rusak.
Gangguan pada Sistem Kardiovaskular
Zat radioaktif dari Cikande juga dapat merusak organ jantung dan pembuluh darah. Penumpukan radiasi berisiko memicu pengerasan arteri, hipertensi, hingga meningkatkan kemungkinan stroke dan gagal jantung akibat rusaknya lapisan pembuluh darah.
Ketidakseimbangan Hormon
Organ penghasil hormon, terutama tiroid, sangat rentan terhadap paparan radioaktif, khususnya Iodium-131. Gangguan ini dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormon yang memengaruhi metabolisme, berat badan, dan suasana hati bagi masyarakat terdampak.
Kerusakan pada Sumsum Tulang dan Pembentukan Darah
Sumsum tulang sebagai pusat pembentukan sel darah merah, putih, dan trombosit juga akan terganggu oleh paparan radiasi. Kondisi ini bisa menyebabkan anemia, sistem kekebalan menurun, gangguan pembekuan darah, dan pada kasus yang parah berkembang menjadi leukemia.
Dampak kesehatan akibat konsumsi produk makanan terkontaminasi radiasi ini umumnya muncul setelah paparan jangka panjang. Meski demikian, penting untuk memahami bahwa tubuh manusia memiliki batas toleransi terhadap radiasi, dan paparan di bawah ambang batas masih dapat ditoleransi tanpa menyebabkan kerusakan yang signifikan. Untuk meminimalkan risiko, masyarakat disarankan untuk selalu memeriksa informasi kemasan makanan, seperti tanggal kedaluwarsa, asal bahan produksi, serta memastikan produk tersebut memiliki izin edar yang valid. Informasi terkini mengenai keamanan pangan menjadi hal penting yang harus diikuti guna menjaga kesehatan jangka panjang.
Source: lifestyle.bisnis.com





