Hidup di kota besar sering kali membuat individu terlena dalam kesibukan tanpa menyadari pentingnya memberi jeda sejenak untuk menenangkan diri. Tekanan pekerjaan, kemacetan di jalan, dan kebisingan kota yang tak kunjung henti kerap menimbulkan stres yang tidak terlihat, namun berdampak signifikan pada kondisi fisik dan mental.
Data menunjukkan bahwa sekitar 16% pekerja di Indonesia mengalami tekanan emosional yang salah satu penyebab utamanya adalah rutinitas perjalanan menuju tempat kerja. Padahal, tubuh dan otak manusia membutuhkan waktu singkat untuk berhenti, bernapas, dan menurunkan aktivitas saraf yang memicu stres serta kecemasan. Sebuah jeda singkat, bahkan selama beberapa menit, dapat menjadi penyangga penting dalam menjaga kestabilan emosi dan menjaga keseimbangan energi.
Manfaat Jeda Sejenak bagi Kesehatan Mental
Menurut psikolog Irma Gustiana, emosi yang tidak dikelola dengan baik dapat berimbas pada kualitas tidur yang menurun, melemahnya daya tahan tubuh, serta menurunnya kemampuan fokus. “Emosi adalah sinyal tubuh. Jika terus diabaikan, efeknya bisa muncul pada kualitas tidur, daya tahan tubuh, hingga kemampuan kita untuk fokus,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa memberikan waktu hanya lima menit untuk berhenti dan bernapas dalam-dalam dapat membantu menurunkan aktivitas saraf dan mengurangi rasa cemas sekaligus kelelahan.
Sejalan dengan itu, wellness practitioner Rahne Putri menegaskan bahwa ketenangan tidak harus dicari dalam bentuk meditasi panjang. Sederhana seperti menarik napas dalam, meluruskan kaki, atau bersandar tanpa gangguan sesaat dapat menjadi bentuk perawatan diri yang efektif. “Tak perlu selalu meditasi panjang — kadang cukup di dalam mobil, di sela perjalanan, atau saat lampu merah,” tambah Rahne.
Perjalanan sebagai Momen Pemulihan Energi
Inisiatif #TenangBersamaBluebird mengangkat perjalanan harian bukan hanya sebagai perpindahan tempat, namun juga sebagai kesempatan berharga untuk berhenti sejenak dan menemukan ketenangan di tengah kesibukan kota. Bluebird menyediakan armada yang nyaman serta pengemudi terlatih yang mengutamakan interaksi empatik, sehingga perjalanan menjadi ruang pemulihan tubuh dan pikiran.
Monita Moerdani, Chief Marketing Officer PT Blue Bird Tbk, mengungkapkan, “Kami percaya, perjalanan bisa menjadi ruang untuk menemukan kembali ketenangan diri.” Kampanye ini juga menghadirkan berbagai program pendukung seperti audio relaksasi yang diakses melalui QR code di dalam armada serta promo Calm Hour. Promo ini memberikan potongan harga plus wellness package bagi pelanggan yang memilih bepergian pada jam-jam tenang untuk memaksimalkan pengalaman ketenangan.
Strategi Sederhana Menghadapi Hiruk Pikuk Kota
Dari rutinitas yang menguras tenaga, berikut beberapa langkah sederhana yang dapat diterapkan untuk menjaga kesejahteraan mental dan fisik selama menjalani aktivitas di kota besar:
- Sisihkan waktu minimal lima menit untuk berhenti dan bernapas dalam-dalam selama perjalanan.
- Manfaatkan momen menunggu lampu merah atau di transportasi umum untuk relaksasi ringan seperti mengulur otot atau duduk dengan nyaman.
- Gunakan teknologi yang mendukung seperti audio relaksasi untuk membantu menenangkan pikiran.
- Pilih waktu perjalanan di jam-jam tenang saat mungkin untuk mengurangi tekanan dan kebisingan.
- Berinteraksi dengan pengemudi atau sesama penumpang secara positif guna menjaga suasana hati.
Dengan menerapkan jeda sejenak yang konsisten, stres yang menumpuk akibat tekanan kota bisa diminimalisasi sehingga produktivitas dan kualitas hidup turut terjaga.
Mengapa Ketenangan Itu Penting di Kota Besar
Hiruk pikuk kota besar sangat rawan memicu kecemasan dan kelelahan mental jika tidak diimbangi dengan jeda dan ketenangan. Seperti yang disampaikan oleh para ahli, ketenangan memberi peluang agar sistem saraf dapat beristirahat sejenak sebelum melanjutkan aktivitas. Proses ini menjaga keselarasan fungsi tubuh sekaligus memperkuat daya tahan terhadap stres.
Dengan adanya ruang kecil untuk menenangkan diri, individu dapat menghadapi tekanan hidup urban dengan lebih baik dan tetap fokus menjalani hari tanpa kelelahan emosional yang berlebihan.
Lewat upaya ini, masyarakat diajak kembali untuk menyadari bahwa penyelamatan kesehatan mental bukan hanya soal waktu panjang, melainkan juga momen singkat yang konsisten memberi ruang bagi tubuh dan pikiran untuk pulih. Di tengah rutinitas dan kemacetan yang melelahkan, jeda singkat menjadi ketenangan yang menyelamatkan dalam kehidupan modern hari ini.
Source: www.suara.com





