
Makanan ultraproses (Ultra-Processed Food/UPF) menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat global. Studi terbaru yang dipublikasikan di jurnal medis The Lancet menegaskan bahwa konsumsi UPF terus meningkat dan berdampak negatif terhadap pola makan serta kesehatan.
Definisi makanan ultraproses mencakup produk yang diproses secara industri dengan berbagai aditif serta minim kandungan bahan makanan utuh. Contohnya adalah minuman ringan berkarbonasi dan mi instan yang mudah ditemui dalam kehidupan sehari-hari.
Dampak Kesehatan Makanan Ultraproses
Menurut profesor Carlos Monteiro dari Universitas São Paulo, pencetus istilah UPF, bukti ilmiah cukup menunjukkan hubungan antara konsumsi makanan ultraproses dengan berbagai masalah kesehatan. Ini termasuk risiko meningkatnya obesitas, diabetes tipe 2, hingga kanker.
Tinjauan sistematis dari 104 studi jangka panjang menunjukkan 92 penelitian mencatat korelasi negatif antara UPF dan kesehatan. Beberapa kondisi yang terkait meliputi obesitas, diabetes tipe 2, depresi, dan penyakit kronis lainnya.
Meski sebagian besar studi tidak membuktikan hubungan kausal langsung, para ahli menegaskan bahwa sinyal bahaya yang muncul sudah cukup untuk tindakan segera dari pemerintah dan pembuat kebijakan.
Peningkatan Konsumsi Secara Global
Data menyebutkan konsumsi UPF sudah melampaui separuh asupan kalori di beberapa negara, seperti Amerika Serikat. Tren ini terjadi di banyak wilayah dan menjadi perhatian utama di bidang kesehatan masyarakat.
UPF yang mudah diakses dan dipasarkan secara agresif membuat pola makan masyarakat bergeser menjauhi makanan segar dan alami. Hal ini memperburuk masalah gizi dan kesehatan secara menyeluruh.
Tantangan dan Upaya Penanganan
Para ilmuwan yang terlibat dalam makalah The Lancet mengakui masih diperlukan penelitian lebih mendalam untuk memahami mekanisme bagaimana UPF memengaruhi kesehatan. Namun, mereka sepakat bahwa langkah pengendalian harus dilakukan segera.
Beberapa pendekatan yang disarankan meliputi:
- Mengintegrasikan UPF dalam regulasi makanan nasional, khususnya yang fokus pada kandungan lemak, gula, dan garam.
- Mengedukasi masyarakat mengenai risiko konsumsi makanan olahan berlebihan.
- Mengatur pemasaran dan distribusi produk UPF terutama untuk anak-anak.
Industri makanan ultraproses dipandang sebagai hambatan utama dalam penanganan masalah ini. Sementara organisasi seperti International Food and Beverage Alliance menyatakan anggotanya berkomitmen meningkatkan kualitas makanan, peran industri dalam pembuatan kebijakan masih menjadi perdebatan.
Implikasi Kebijakan Kesehatan
Studi ini menekankan urgensi kebijakan publik global yang lebih tegas dalam mengatur produksi dan konsumsi UPF. Pengawasan yang ketat terhadap produk-produk ini dapat membantu menekan lonjakan penyakit kronis yang berhubungan dengan pola makan tidak sehat.
Peran pemerintah strategis untuk mengendalikan dampak negatif UPF sekaligus mendorong ketersediaan pangan sehat dan alami bagi masyarakat luas. Pemahaman dan dukungan dari berbagai pihak akan memperkuat efektivitas program pencegahan.
Pemantauan berkelanjutan terhadap konsumsi dan dampak UPF juga penting untuk meningkatkan data ilmiah yang dapat mendukung pembentukan kebijakan berbasis bukti. Langkah ini diperlukan agar upaya pengendalian risiko kesehatan dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.
Baca selengkapnya di: lifestyle.bisnis.com




