Diet semangka menjadi salah satu metode penurunan berat badan yang mulai banyak dibicarakan di masyarakat. Diet ini mengandalkan konsumsi buah semangka dalam jumlah besar selama beberapa hari dengan tujuan detoksifikasi dan mengurangi asupan kalori.
Diet semangka biasanya diterapkan dalam jangka waktu singkat, yakni antara 3 hingga 7 hari. Pada periode ini, sebagian besar kalori berasal dari buah semangka, meskipun beberapa variasi diet memperbolehkan tambahan konsumsi protein rendah lemak.
Semangka sendiri memiliki kandungan air yang sangat tinggi, yakni sekitar 91 persen. Dalam setiap 100 gram semangka terdapat sekitar 30 kalori, 7,6 gram karbohidrat, 6,2 gram gula, serta sedikit protein dan lemak. Selain itu, semangka mengandung asam amino sitrulin dan antioksidan likopen yang bermanfaat untuk tubuh.
Sitrulin yang terdapat pada kulit putih semangka dapat diubah menjadi arginin dalam tubuh. Arginin berperan dalam produksi oksida nitrat yang membantu meningkatkan sirkulasi darah dan kesehatan sistem kardiovaskular.
Namun, para ahli kesehatan memberikan peringatan terkait diet yang hanya mengandalkan semangka. Menurut Dr. Mark Hyman, konsumsi semangka saja dalam jangka panjang dapat menyebabkan kekurangan nutrisi penting lain seperti protein dan lemak yang diperlukan tubuh.
Kekurangan protein akibat diet semangka dapat berujung pada hilangnya massa otot. Ahli gizi Ilana Muhlstein menyatakan bahwa kehilangan massa otot bisa terjadi dalam 24 hingga 72 jam jika tubuh hanya mendapatkan nutrisi dari semangka.
Selain itu, kandungan kalium yang tinggi dan natrium yang rendah dalam semangka berisiko menimbulkan ketidakseimbangan elektrolit. Kondisi ini dapat menimbulkan gejala seperti pusing dan sakit kepala.
Sebagai alternatif yang lebih aman, para ahli menyarankan untuk mengonsumsi semangka sebagai bagian dari pola makan seimbang. Konsumsi rekomendasi adalah sekitar satu hingga dua cangkir atau setara 300 gram semangka per hari, dikombinasikan dengan sumber protein, lemak sehat, dan karbohidrat lainnya.
Semangka bisa menjadi pilihan menu penutup yang menyehatkan setelah makan utama. Dengan begitu, manfaat semangka dapat dirasakan tanpa mengorbankan kebutuhan nutrisi tubuh secara keseluruhan.
Jika Anda tertarik mencoba diet semangka, penting untuk memahami batasan waktu dan menjaga keseimbangan nutrisi. Selalu konsultasikan dengan ahli gizi atau dokter sebelum memulai diet tertentu agar aman bagi kesehatan.
