Advertisement

Pabrik COMPAS Akan Ditutup, Ini Penyebab dan Dampak Kolaborasi Nissan–Mercedes Berakhir

Langkah efisiensi global yang ditempuh Nissan dan Mercedes-Benz memicu penutupan fasilitas manufaktur mereka, Cooperation Manufacturing Plant Aguascalientes (COMPAS), di Meksiko. Kebijakan ini menjadi imbas langsung dari restrukturisasi dan penyederhanaan operasi yang sedang dijalankan Nissan secara global guna memangkas biaya dan menyesuaikan strategi bisnis dengan kondisi pasar otomotif terbaru.

Keputusan penghentian aktivitas pabrik COMPAS berdampak signifikan pada ekosistem industri otomotif di wilayah Amerika Utara dan menjadi sorotan karena menyangkut investasi besar dan tenaga kerja yang terlibat. Penutupan ini direncanakan akan selesai dalam waktu dua tahun ke depan, seiring dengan berakhirnya jadwal produksi model-model yang selama ini dirakit di fasilitas tersebut.

Kronologis Penutupan Pabrik COMPAS

Fasilitas COMPAS resmi beroperasi setelah investasi besar dari Nissan dan Daimler, dengan tujuan utama memperkuat sinergi manufaktur. Pabrik ini awalnya memproduksi Infiniti QX50 dan QX55, kemudian menambah Mercedes A-Class dan GLB dalam portofolio produksi. Namun, umur beberapa model tersebut terbilang pendek karena perubahan kebijakan dan dinamika pasar.

QX50 dan QX55 dipastikan akan berhenti diproduksi di akhir waktu yang telah ditentukan, sementara Mercedes-Benz GLB akan menyusul pada akhir Mei dua tahun mendatang. Tidak adanya model baru menjadikan fasilitas tersebut tak lagi relevan bagi strategi bisnis kedua perusahaan tersebut.

Faktor Penentu Keputusan Penutupan

Penutupan pabrik merupakan dampak dari beberapa faktor utama. Nissan dihadapkan pada tekanan biaya yang meningkat, baik dari segi variabel maupun tetap, yang tidak diimbangi dengan pendapatan memadai. CEO Nissan, Ivan Espinosa, menegaskan bahwa penghematan biaya hingga 500 miliar yen menjadi target dalam strategi restrukturisasi.

Selain itu, perubahan preferensi konsumen global juga mendorong perusahaan untuk mengalihkan fokus pada model-model baru dan segmen yang sedang berkembang. Dinamika pasar otomotif yang begitu fluktuatif serta kebijakan tarif baru di Amerika Serikat membuat strategi ekspansi manufaktur di Meksiko tak lagi efisien secara ekonomi.

Dampak Sosial dan Ekonomi Lokal

Ketika pertama kali beroperasi, COMPAS menyerap sekitar 3.600 tenaga kerja langsung. Seiring waktu, jumlahnya menurun drastis hingga tinggal sekitar 800 karyawan saat ini. Setiap proses penutupan pabrik pasti berimbas pada karyawan, pemasok, serta komunitas lokal yang selama ini menopang kehidupan ekonomi di sekitar kawasan tersebut.

Pihak COMPAS menegaskan bahwa mereka akan memenuhi seluruh kewajiban kontraktual terhadap pekerja dan mitra bisnis. Semua penyelesaian hak dan pembayaran dijamin selesai tepat waktu sesuai perjanjian yang telah disepakati.

Restrukturisasi Besar Nissan di Skala Global

Tidak hanya COMPAS, restrukturisasi Nissan juga menyasar beberapa fasilitas lainnya. Produsen asal Jepang itu sebelumnya telah mengumumkan penutupan pabrik Oppama di Jepang serta kawasan industri di Cuernavaca, Meksiko, sekaligus menghentikan operasi sejumlah studio desain di San Diego dan São Paulo.

Skema efisiensi Nissan turut melibatkan pemangkasan tenaga kerja secara masif. Jika ditotal, pengurangan karyawan yang dilakukan dalam beberapa tahun terakhir mencapai sekitar 20.000 orang. Upaya ini dilaksanakan bersamaan dengan pengurangan jumlah pabrik dari 17 menjadi 10 dan penyederhanaan kompleksitas komponen suku cadang hingga 70 persen.

Tantangan di Tengah Persaingan Global

Restukturisasi ini juga dipicu oleh merosotnya penjualan Nissan di pasar utama seperti Amerika Serikat dan China. Tekanan dari produsen kendaraan listrik asal China yang semakin agresif di Asia Tenggara membuat persaingan semakin sulit. Kegagalan pembicaraan merger dengan Honda dan pergantian CEO baru-baru ini menambah tantangan internal bagi Nissan dalam upaya pemulihan merek.

Amerika Serikat memberlakukan kebijakan tarif baru pada kendaraan dan komponen impor, mempersulit daya saing produk-produk buatan Meksiko. Hal ini turut mempercepat keputusan penghentian produksi di pabrik COMPAS setelah tidak ada lagi model yang akan diproduksi.

Arah Baru Model Nissan dan Infiniti

Meskipun proyek joint venture berakhir, kedua produsen telah menyiapkan model baru sebagai pengganti. Infiniti akan mengandalkan QX60 sebagai penerus QX50, sementara SUV coupe QX65 siap menggantikan QX55 dan dijadwalkan dirilis dalam waktu dekat. Model-model ini diharapkan dapat menjaga eksistensi merek di pasar global walaupun tanpa dukungan fasilitas manufaktur dari COMPAS.

Investasi dan Skala Produksi COMPAS sepanjang Operasional

Sejak awal berdirinya, pabrik ini menelan investasi sekitar US$1 miliar dan berdiri di lahan seluas 110 hektare. Kapasitas produksi tahunan pabrik ini cukup besar, mencapai lebih dari 230.000 unit kendaraan. Kontribusinya selama hampir satu dekade telah menjadi bagian penting dari rantai pasokan global Nissan-Mercedes hingga akhirnya kebijakan efisiensi membuat fasilitas tersebut ditutup.

Rangkuman Jadwal Penutupan dan Dampak Langsung

  1. Produksi Infiniti QX50 dan QX55 berakhir pada akhir tahun berjalan.
  2. Produksi Mercedes-Benz GLB berakhir pada akhir Mei dua tahun mendatang.
  3. Operasional pabrik ditargetkan selesai seluruhnya pada 31 Mei dua tahun ke depan.
  4. Sekitar 800 tenaga kerja terdampak proses penutupan ini.
  5. Nissan dan Infiniti telah menyiapkan lini model baru sebagai pengganti portofolio yang dihentikan.

Situasi ini menegaskan dinamika global industri otomotif yang begitu cepat berubah akibat tekanan biaya, tuntutan efisiensi, hingga teknologi baru yang berkembang pesat. Langkah konsolidasi dan efisiensi kini menjadi strategi utama yang ditempuh pabrikan besar seperti Nissan dan Mercedes-Benz untuk tetap bertahan dan relevan di pasar dunia. Produsen otomotif global saat ini harus terus beradaptasi agar tetap kompetitif guna menghadapi perubahan struktural jangka panjang dalam industri otomotif.

Berita Terkait

Back to top button