
Roti sourdough dan whole wheat sering menjadi pilihan utama bagi yang ingin mengonsumsi roti lebih sehat. Kedua jenis roti ini dikenal menawarkan manfaat nutrisi yang lebih baik dibandingkan roti putih biasa. Namun, apa sebenarnya perbedaan mendasar antara sourdough dan whole wheat yang perlu diketahui sebelum memilih?
Salah satu perbedaan utama adalah proses pembuatannya. Sourdough dibuat melalui fermentasi alami dengan campuran ragi liar dan bakteri asam laktat. Proses inilah yang membuat sourdough cenderung lebih mudah dicerna karena fermentasi dapat mengurangi kadar gluten dan senyawa pemicu gangguan pencernaan. Sedangkan whole wheat biasanya dibuat menggunakan ragi komersial biasa tanpa proses fermentasi lama.
Kemudahan Pencernaan
Menurut para ahli gizi, sourdough lebih ramah bagi sistem pencernaan. Penelitian mengungkapkan fermentasi alami pada sourdough dapat memecah sebagian gluten, sehingga lebih cocok bagi mereka yang memiliki sensitivitas gluten. Meski begitu, penderita penyakit celiac tetap harus menghindari keduanya karena gluten masih terkandung dalam jumlah tertentu.
Sourdough juga memiliki kadar FODMAP yang lebih rendah. FODMAP adalah kelompok karbohidrat yang dapat memicu gangguan pencernaan seperti kembung dan diare pada penderita irritable bowel syndrome (IBS). Hal ini membuat sourdough relatif lebih aman untuk dikonsumsi oleh individu dengan gangguan pencernaan ringan hingga sedang.
Perbandingan Kandungan Serat dan Nutrisi
Whole wheat terkenal tinggi akan serat karena menggunakan tepung gandum utuh. Serat sangat berperan dalam melancarkan pencernaan dan mendukung pertumbuhan bakteri baik dalam usus. Dibandingkan sourdough yang dibuat dari tepung putih, whole wheat memang sedikit unggul dalam kandungan serat.
Namun, sourdough yang juga berbahan gandum utuh memiliki kandungan serat hampir setara dengan whole wheat biasa. Hal ini menunjukkan bahwa bahan dasar tepung sangat menentukan nilai gizi roti. Selain serat, roti ini juga mengandung protein dengan jumlah sedang serta vitamin dan mineral yang biasanya ditambahkan seperti zat besi dan vitamin B.
Faktor yang Perlu Diperhatikan Saat Mengonsumsi
Meski bersama-sama menyajikan manfaat kesehatan, baik sourdough maupun whole wheat tetap mengandung gluten dan karbohidrat tinggi. Oleh sebab itu, mereka kurang cocok bagi orang dengan alergi gluten atau yang menjalani diet rendah karbohidrat seperti diet keto.
Konsultasi dengan ahli gizi penting untuk menentukan jenis roti yang paling sesuai dengan kondisi kesehatan dan kebutuhan tubuh. Pilihan roti sebaiknya disesuaikan dengan toleransi individu terhadap gluten serta tujuan kesehatan yang ingin dicapai, seperti menjaga pencernaan atau mengontrol asupan serat.
Memahami perbedaan utama ini membantu konsumen membuat pilihan cerdas terkait jenis roti yang dikonsumsi. Baik sourdough maupun whole wheat memiliki keunggulan masing-masing, tergantung pada proses pembuatan dan bahan yang digunakan. Dengan pengetahuan tersebut, konsumsi roti dapat lebih optimal untuk mendukung gaya hidup sehat dan kenyamanan pencernaan.





