Advertisement

3 Jenis Makanan “Sehat” yang Malah Menghambat Penurunan Berat Badan menurut Pakar Gizi

Banyak orang beranggapan bahwa mengonsumsi makanan sehat otomatis membantu menurunkan berat badan. Namun, nyatanya tidak semua makanan yang tergolong sehat bisa mendukung proses penurunan berat badan. Menurut ahli gizi Sarah Garone, NDTR, CNC, terdapat beberapa makanan “sehat” yang justru dapat menghambat penurunan berat badan jika dikonsumsi tanpa memperhatikan kandungan dan porsinya.

Salah satu makanan yang sering dianggap sehat namun perlu diwaspadai adalah protein bar. Makanan ini praktis dan kandungan proteinnya tinggi sehingga bisa membuat perut terasa kenyang lebih lama. Akan tetapi, Garone menjelaskan bahwa banyak protein bar yang sangat diproses dan mengandung gula tambahan dalam jumlah cukup tinggi. Kalori dalam protein bar juga bisa sangat besar dan sering kali melebihi kebutuhan kalori camilan harian, sehingga menimbulkan surplus kalori yang akhirnya bikin berat badan sulit turun.

Yogurt berperisa menjadi pilihan lain yang sering keliru dipahami saat diet. Yogurt memang dikenal kaya probiotik dan baik untuk kesehatan usus, tapi yogurt yang mengandung gula tambahan bisa menimbulkan lonjakan gula darah. Hal ini berpotensi memicu rasa lapar yang muncul lebih cepat dan keinginan makan berlebihan. Garone menyarankan untuk memilih yogurt yang rendah gula atau tanpa tambahan gula agar tetap sehat sekaligus membantu program penurunan berat badan berjalan efektif.

Buah kering juga layak diwaspadai meskipun tergolong camilan sehat. Karena buah kering kehilangan kandungan airnya, kalorinya menjadi jauh lebih padat dibanding buah segar dengan berat yang sama. Kondisi ini membuat kamu lebih mudah mengonsumsinya dalam jumlah berlebihan tanpa menyadari asupan kalori yang tinggi. Menurut Garone, buah segar lebih baik dikonsumsi jika sedang berupaya menurunkan berat badan karena kandungan airnya yang tinggi memberi rasa kenyang lebih lama dan membantu pencernaan.

Untuk memaksimalkan hasil diet, penting agar kita tidak hanya melihat label makanan sebagai ‘sehat’ secara umum, tapi juga memahami kandungan kalori dan gula di dalamnya. Memperhatikan porsi dan memilih produk yang minim gula tambahan membantu mengurangi risiko kegagalan diet. Misalnya, batasi konsumsi protein bar dengan kandungan gula rendah, pilih yogurt plain tanpa perisa, dan selalu prioritaskan buah segar daripada buah kering.

Dengan pemahaman yang tepat tentang makanan sehat namun perlu dibatasi, proses menurunkan berat badan bisa berjalan dengan lebih efektif. Ahli gizi menyarankan agar pola makan seimbang tetap diutamakan, sambil bijak memilih makanan sehat yang tidak menyulitkan usaha defisit kalori. Jadi, jangan hanya terpaku pada label sehat, tetapi cermati kandungan nutrisi dan kalori dari setiap makanan yang dikonsumsi agar berat badan bisa turun sesuai target.

Berita Terkait

Back to top button