Air cucian beras seringkali hanya dianggap limbah dan langsung dibuang begitu saja. Padahal, cairan berwarna putih keruh ini menyimpan manfaat besar bagi tanaman hias Anda.
Di era berkebun yang mengedepankan ramah lingkungan dan hemat biaya, air cucian beras menjadi alternatif pupuk yang menarik. Kandungan pati, vitamin, dan mineralnya mampu menyuburkan tanaman secara alami tanpa perlu bahan kimia.
1. Menyuburkan Media Tanam Secara Alami
Air cucian beras mengandung karbohidrat dan mineral yang penting untuk meningkatkan kesuburan tanah. Nutrisi tersebut memberikan energi bagi mikroorganisme baik yang membantu menguraikan unsur hara di media tanam. Menurut Healthline, pati alami dalam air cucian beras merangsang aktivitas mikroba tanah yang esensial bagi kesehatan tanaman.
2. Merangsang Pertumbuhan Daun yang Lebih Sehat
Vitamin B dalam air cucian beras membantu proses metabolisme tanaman hias. Pemakaian rutin dapat membuat daun lebih hijau, segar, dan mencegah daun cepat menguning. The Spruce mengungkap bahwa bahan alami ini juga meminimalkan risiko over-fertilizing yang umum terjadi dengan pupuk kimia.
3. Memperkuat Akar Tanaman
Kualitas media tanam yang meningkat berkat air cucian beras membuat akar tanaman lebih kuat dalam menyerap air dan nutrisi. Gardening Know How menyatakan media dengan mikroorganisme baik mendukung sistem akar yang sehat sekaligus meningkatkan ketahanan tanaman terhadap stres seperti kekeringan.
4. Menjaga Kelembapan Tanah
Selain nutrisi, air cucian beras efektif menjaga kelembapan tanah, terutama untuk tanaman hias pot. Kelembapan yang stabil membantu tanaman tidak mudah layu dan mendukung proses fotosintesis agar berjalan maksimal meskipun terpapar sinar matahari langsung.
5. Alternatif Pupuk Murah dan Ramah Lingkungan
Menggunakan air cucian beras sebagai pupuk cair dapat mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia yang lebih mahal. BBC Future melaporkan bahwa praktik berkebun berkelanjutan dengan bahan alami sangat penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan kesuburan tanah jangka panjang.
Sebelum menggunakan, disarankan memakai air cucian beras pertama atau kedua yang telah didiamkan selama 6–12 jam untuk fermentasi ringan. Siram media tanam dengan air ini 1–2 kali per minggu, jangan berlebihan agar tanah tidak terlalu lembap.
Pemanfaatan air cucian beras ini membuktikan bahwa bahan sederhana dan murah dari limbah dapur dapat menyuburkan dan memperkuat tanaman hias secara alami. Cara ini layak jadi pilihan bagi pecinta tanaman yang ingin menjaga tanaman tetap sehat dan lingkungan tetap hijau.





