Advertisement

7 Ungkapan Positif Orang Tua untuk Dukung Perkembangan Kejujuran Anak, Kata Pakar Parenting

Membangun kejujuran pada anak memang menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua. Banyak yang menganggap berbohong adalah perilaku buruk yang harus segera dihukum, padahal sikap seperti ini dapat menimbulkan rasa takut dan memicu anak untuk semakin sering berbohong.

Menurut pakar parenting Alyssa Blask Campbell, penting bagi orang tua untuk mengubah cara memahami perilaku berbohong anak. Berbohong sebenarnya merupakan bagian normal dari perkembangan kognitif anak. Hal ini menunjukkan kemampuan otak anak dalam merencanakan, memecahkan masalah, dan membayangkan berbagai kemungkinan. Penelitian bahkan menyebut berbohong sebagai "fungsi eksekutif dalam tindakan" yang berperan penting dalam pembelajaran dan kreativitas.

Anak-anak berbohong bukan semata-mata karena ingin menipu, melainkan karena berbagai alasan seperti ingin menghindari hukuman, mengelola tekanan sosial, kurang kontrol impuls, ataupun menjaga kemandirian diri. Oleh sebab itu, orang tua perlu memahami kebutuhan di balik kebohongan dan menanggapi dengan empati, bukan langsung menghukum.

Empat Kalimat Ajaib untuk Membantu Anak Jujur

Alih-alih memarahi atau mengoreksi anak saat berbohong, gunakan pendekatan yang membuat kejujuran terasa aman. Campbell menyarankan empat kalimat yang dapat diucapkan orang tua saat menghadapi kebohongan:

  1. “Ibu tidak marah padamu. Ibu merasa sedih atas apa yang terjadi karena Ibu ingin kamu aman. Mari kita bicarakan apa yang bisa dilakukan secara berbeda.”
  2. “Ibu mencintaimu bahkan ketika kamu melakukan kesalahan. Tidak apa-apa untuk mengatakan yang sebenarnya kepada Ibu.”
  3. “Apakah kamu takut untuk memberi tahu Ibu karena takut Ibu akan marah? Tidak apa-apa jika Ibu merasa sedih. Ibu bisa menenangkan diri sendiri untuk membantumu.”
  4. “Ibu ingin kamu merasa aman untuk mengatakan yang sebenarnya kepada Ibu. Ibu akan mendengarkan dan kita selalu bisa menyelesaikan masalah bersama.”

Kalimat-kalimat tersebut menyampaikan pesan bahwa anak tetap aman dan dicintai meskipun melakukan kesalahan. Pendekatan ini menumbuhkan rasa percaya dan keberanian anak untuk jujur tanpa takut hukuman.

Cara Menumbuhkan Kejujuran dalam Lingkungan Keluarga

Menciptakan rumah yang penuh kepercayaan sangat penting untuk mendukung perilaku jujur anak. Berikut beberapa langkah yang dapat diterapkan orang tua:

  1. Normalisasi kesalahan agar anak tidak merasa malu atau takut saat mengaku jujur.
  2. Validasi perasaan anak dengan mengakui kecemasan atau ketakutan yang mereka alami.
  3. Ulangi harapan dengan nada yang tenang, menggabungkan batasan dengan empati.
  4. Tetap fleksibel dan tunjukkan sikap adaptif agar anak belajar kejujuran membawa hasil positif.
  5. Bangun rasa aman dan nyaman agar anak merasa percaya untuk terbuka kepada orang tua dalam kondisi apapun.

Semakin anak merasa dihargai dan aman, semakin besar pula keinginan mereka untuk jujur dan berkomunikasi terbuka. Alyssa Blask Campbell menegaskan bahwa menjaga “pintu kejujuran tetap terbuka” adalah kunci membangun kepercayaan yang langgeng antara orang tua dan anak.

Dengan menerapkan kalimat ajaib dan pola pengasuhan berbasis empati ini, proses membimbing anak menjadi pribadi jujur akan lebih efektif. Penting bagi orang tua untuk memahami bahwa kejujuran tumbuh dari rasa aman dan hubungan yang penuh pengertian, bukan dari rasa takut atau hukuman.

Berita Terkait

Back to top button