Semua pasangan suami istri perlu membuat rencana konkret untuk menghadapi masa depan bersama. Terutama untuk pasutri muda, menyusun planning tahunan sangat penting agar kehidupan keluarga berjalan lancar dan terarah.
Berikut enam rencana penting yang harus segera dieksekusi oleh pasutri, agar masa depan bisa lebih terjamin dan harmonis.
1. Pindah dari rumah orangtua atau mertua
Tinggal bersama orangtua atau mertua bisa mengurangi privasi dan kemandirian pasangan baru. Segeralah mencari hunian sendiri, baik melalui sewa maupun membeli rumah. Hal ini membantu kalian belajar menjalankan peran sebagai pasangan mandiri dan mencegah kebingungan anak nantinya terkait gaya pengasuhan yang berbeda.
2. Menabung biaya pendidikan anak lebih awal
Persiapkan dana pendidikan anak jauh sebelum kelahiran atau masa sekolahnya dimulai. Menurut sumber terpercaya, menabung sejak dini dengan deposito atau investasi emas dapat membantu menyesuaikan kenaikan biaya pendidikan yang terus meningkat. Bahkan pasangan tanpa anak sekalipun disarankan mulai menyiapkan tabungan pendidikan.
3. Membimbing anak untuk aktivitas berkualitas
Pasutri harus berdiskusi menentukan jenis aktivitas anak yang merangsang perkembangan terbaik. Aktivitas tersebut harus mengembangkan aspek kognitif, emosional, dan motorik anak. Contohnya yaitu klub olahraga, tari, bela diri, renang, atau musik. Rencana ini perlu dimulai lebih awal agar bakat dan minat anak bisa tergali maksimal.
4. Mengumpulkan dana darurat yang memadai
Dana darurat perlu disiapkan lebih besar daripada individu lajang, mengingat risiko dan tanggung jawab bersama. Saat kehamilan atau kendala pekerjaan muncul, dana ini menjadi penyelamat. Selain dana darurat bersama, masing-masing pasangan dianjurkan memilikinya secara terpisah sebagai cadangan.
5. Menyiapkan tabungan pensiun dan investasi jangka panjang
Pasutri baru harus mulai merencanakan dana pensiun dan investasi sesegera mungkin. Menunda perencanaan ini sampai usia menjelang pensiun akan menyulitkan akumulasi dana, sehingga nantinya bisa membebani anak secara finansial. Perencanaan dini menghasilkan nilai hasil investasi yang lebih optimal dan kestabilan keuangan di masa tua.
6. Memiliki asuransi dasar yang terpercaya
Asuransi kesehatan keluarga merupakan prioritas utama dalam pengelolaan risiko keuangan. Setelah itu, asuransi jiwa untuk pencari nafkah utama juga perlu dimiliki. Jika anggaran kurang, investasi asuransi pendidikan dapat digantikan dengan tabungan pendidikan. Hal ini penting untuk menjaga keselamatan dan keamanan finansial keluarga dari risiko tak terduga.
Semua rencana di atas memerlukan koordinasi dan kesepakatan pasangan secara matang. Biaya dan dana yang harus disiapkan memang tidak sedikit, tetapi perencanaan yang matang akan membuat perjalanan rumah tangga lebih terarah dan bebas dari kekhawatiran mendadak di masa depan. Karena itu, segera diskusikan dan eksekusi rencana satu per satu tanpa menunda waktu.





