Banyak orang saat ini memilih untuk meninggalkan media sosial, sebuah keputusan yang mencerminkan karakter dan pandangan hidup mereka. Keputusan ini bukan semata soal teknologi, tetapi juga merupakan cerminan dari tipe kepribadian tertentu yang membuat seseorang lebih memilih menjauh dari hiruk-pikuk dunia digital.
1. Mandiri Secara Emosional
Orang dengan kepribadian mandiri secara emosional memiliki kekuatan kendali internal yang tinggi. Mereka tidak tergantung pada pengakuan digital seperti jumlah likes atau followers untuk merasa berharga. Banyak yang dulunya aktif di media sosial, kemudian memilih berhenti karena telah menemukan sumber harga diri yang stabil dari dalam diri sendiri. Kemampuan ini menunjukkan kematangan psikologis, sehingga mereka tidak mudah terbawa arus tekanan sosial untuk terus tampil online.
2. Pemikir Analitis
Kepribadian ini cenderung melihat media sosial sebagai alat yang memakan waktu dan perhatian secara berlebihan. Mereka memahami bahwa media sosial dirancang untuk membuat pengguna kecanduan dan sering kali mengalami fenomena doomscrolling yang menguras fokus. Dengan kesadaran akan dampak negatif tersebut, mereka memutuskan meninggalkan media sosial demi mendapatkan waktu lebih efektif dan kualitas hidup yang lebih bermakna.
3. Menjunjung Tinggi Privasi
Sebagian orang sangat menghargai privasi dan tidak nyaman jika kehidupan pribadi mereka diketahui banyak orang. Mereka berhati-hati dalam membagikan informasi pribadi dan tidak merasa perlu pamer di media sosial. Jika media sosial dianggap mengancam privasi tersebut, mereka cenderung memilih untuk tidak aktif atau bahkan menonaktifkan akun agar kehidupan pribadi tetap terjaga.
4. Selektif dalam Bersosialisasi
Tidak semua orang menyukai lingkaran sosial yang luas dan interaksi yang bersifat superfisial. Kepribadian ini lebih menghargai hubungan yang autentik dan intim dengan sejumlah kecil orang. Banyak yang memutuskan menghapus akun media sosial karena percaya kualitas hubungan lebih penting daripada jumlah koneksi digital. Penelitian dari Psychology Today juga menunjukkan bahwa media sosial tetap penting bagi sebagian orang, namun mereka yang meninggalkannya biasanya punya alasan kuat terkait kedalaman relasi sosial.
5. Rentan terhadap Perbandingan Sosial
Media sosial sering menampilkan kehidupan yang terlihat sempurna dan tanpa cela, sehingga mudah memicu perasaan tidak aman atau rendah diri. Orang dengan kepribadian ini cenderung merasakan tekanan dan sering membandingkan diri dengan orang lain secara negatif. Mereka memilih menjauh dari media sosial untuk melindungi kesejahteraan mental dan menghindari jatuh ke perangkap perbandingan sosial yang merugikan.
Perilaku meninggalkan media sosial sebenarnya sangat berkaitan dengan perkembangan kepribadian dan kebutuhan psikologis individu. Bagi sebagian orang, media sosial tetap menjadi sarana penting untuk berinteraksi, sementara bagi yang lain, keputusan untuk berhenti adalah cara agar bisa hidup lebih autentik dan seimbang. Memahami karakteristik ini dapat membantu kita lebih bijak dalam memilih bagaimana menggunakan platform digital dalam kehidupan sehari-hari.
