
Pilihan mobil listrik di Indonesia semakin beragam. Konsumen kini dapat menemukan model mobil listrik terbaru dengan harga mulai dari 189 juta rupiah hingga lebih dari 7,6 miliar rupiah.
Perkembangan pasar kendaraan listrik didorong oleh hadirnya berbagai merek, mulai dari produsen ternama hingga pendatang baru. Mobil listrik kini menawarkan desain inovatif, fitur mutakhir, dan dukungan efisiensi energi yang diincar masyarakat perkotaan.
Mobil Listrik Terbaru: Jaecoo J5 EV dan Mercedes-Maybach EQS 680 SUV
Bulan ini, dua model terbaru resmi diperkenalkan, yaitu Jaecoo J5 EV dan Mercedes-Maybach EQS 680 SUV. Jaecoo J5 EV hadir sebagai SUV urban premium dengan desain gril depan tertutup berlapis krom dan lampu LED ramping yang memberi tampilan modern. Interiornya didominasi nuansa digital berkat layar sentuh besar, panel instrumen digital, serta material soft-touch yang memberikan kesan mewah.
Performa Jaecoo J5 EV didukung motor listrik berdaya tinggi yang menawarkan akselerasi responsif. Mobil listrik ini juga dibekali baterai yang mampu menempuh jarak lebih dari 500 kilometer dalam sekali pengisian daya, sesuai klaim pabrikan. Menariknya, harga varian Standard dibanderol di angka 249,9 juta rupiah, sedangkan tipe Premium ditawarkan 299,9 juta rupiah untuk seribu pembeli pertama. Harga ini terbilang kompetitif di pasar nasional untuk kelas SUV listrik.
Mercedes-Maybach EQS 680 SUV tampil dengan grille black panel, kisi-kisi berlapis krom, emblem Mercedes di kap, serta logo Maybach di garis lampu Digital Light. Kabin didesain layaknya lounge pribadi, memadukan kulit Nappa Leather dan kayu berpori terbuka, serta berbagai fitur comfort mutakhir. Kursi belakang dilengkapi pemanas leher, sistem pijat ENERGIZING COMFORT, dan tablet MBUX di konsol tengah. Harga mobil listrik ultra mewah ini mencapai 7,65 miliar rupiah, di luar biaya pajak kemewahan tambahan. Model ini menargetkan konsumen premium yang mengutamakan eksklusivitas sekaligus teknologi paling canggih.
Deretan Harga Mobil Listrik di Indonesia
Mobil listrik kini dapat diakses di berbagai segmen. Harga entry-level dipegang oleh Wuling Air ev Lite yang dibanderol 184 juta rupiah dan Seres E1 B-Type di angka 189 juta rupiah. Model menengah antara lain MG 4 EV Ignite yang dipasarkan 299 juta rupiah, Neta V-II di 299 juta rupiah, serta Polytron G3 yang juga berada di kisaran harga serupa.
Kategori harga 300-700 jutaan kini padat diisi merek-merek seperti BYD, Chery, Citroen, DFSK, GAC Aion, hingga Hyundai dan VinFast. Konsumen dapat menemukan banyak pilihan untuk model city car, crossover, MPV, SUV, dan mobil keluarga kelas menengah.
Tabel Harga Pilihan Mobil Listrik Terbaru (Harga OTR/Off the Road)
| Merek | Model | Harga (Rp) |
|---|---|---|
| Wuling | Air ev Lite | 184 juta |
| Seres | E1 B-Type | 189 juta |
| BYD | Atto 1 Dynamic/Premium | 195-235 juta |
| VinFast | VF 3 | 192,28 juta |
| Neta | V-II | 299 juta |
| Jaecoo | J5 EV Standard/Premium | 249,9-299,9 juta |
| MG | 4 EV Ignite | 299 juta |
| Citroen | E-C3 | 377 juta |
| Hyundai | Kona Style Standard Range | 516 juta |
| Chery | E5 Pure | 369,9 juta |
| GAC Aion | UT Standard | 325 juta |
| BMW | iX1 eDrive20 | 1,379 miliar |
| Mercedes-Benz | EQB 250+ Progressive Line | 1,69 miliar |
| Mercedes-Maybach | EQS 680 SUV | 7,65 miliar |
Sumber data sebagaimana dirangkum dari Kompas.com dan pelaku industri otomotif.
Ragam Teknologi dan Keunggulan Fitur
Pabrikan mobil kini berlomba memberikan fitur inovatif untuk segmen listrik. Varian premium seperti Mercedes-Maybach EQS 680 SUV menonjolkan sistem infotainment MBUX, fitur comfort eksklusif, dan teknologi keamanan mutakhir. Di sisi lain, mobil listrik dengan harga terjangkau tetap mengutamakan efisiensi penggunaan baterai yang hemat namun aman, berikut fitur-fitur esensial seperti panel kontrol digital dan smart key.
Kapasitas baterai telah berkembang pesat dengan rata-rata daya jelajah di kelas 300-500 kilometer per pengisian. Beberapa merek seperti Hyundai, BYD, dan GWM menyasar segmen pasar menengah ke bawah dengan menawarkan varian SUV dan crossover yang mampu memenuhi kebutuhan harian maupun perjalanan jarak jauh tanpa rasa khawatir akan kehabisan daya.
Pilihan Model SUV, MPV, hingga City Car
Mobil listrik model SUV semakin diminati. Jaecoo J5 EV, Hyundai Kona, dan BYD Atto 3 masuk dalam daftar SUV listrik populer di rentang harga 200-700 jutaan. Untuk kategori MPV, DFSK Gelora Electric dan Wuling Mitra EV Minibus mulai menonjol sebagai alternatif kendaraan keluarga yang ramah lingkungan.
City car listrik seperti Seres E1, Citroen E-C3, serta VinFast VF 3 menawarkan harga kompetitif serta kemudahan mobilitas di dalam kota dengan ukuran bodi yang ringkas dan efisiensi tinggi.
Tren Harga dan Insentif Pemerintah
Insentif pemerintah, termasuk keringanan pajak dan kemudahan pembelian, turut mendorong percepatan migrasi ke kendaraan listrik. Beberapa produsen bahkan belum menaikkan harga meski insentif akan segera berakhir, misalnya GAC Aion yang tetap mempertahankan harga dalam beberapa bulan terakhir.
Pemilik mobil listrik juga diuntungkan dari biaya operasional yang lebih rendah dibanding kendaraan berbahan bakar minyak. Biaya pengisian daya di rumah dan minimnya perawatan mesin konvensional membuat mobil listrik semakin diminati di pasar Indonesia.
Variasi Merek dan Persaingan Pasar
Pasar kian ramai dengan kehadiran merek internasional seperti BMW, Tesla, Mercedes-Benz, hingga Kia, MINI, dan Porsche yang menawarkan pengalaman berkendara mewah. Di sisi lain, merek Tiongkok seperti BYD, Chery, GWM, dan VinFast, serta pemain nasional seperti Wuling dan Polytron, memberikan keuntungan dari sisi harga dan model yang variatif.
Daftar harga yang luas membuat konsumen semakin mudah memilih sesuai dengan kebutuhan mobilitas, ketersediaan fitur, kapasitas daya, dan anggaran yang dimiliki.
Pergerakan Industri Otomotif Menuju Mobilitas Berkelanjutan
Masuknya sederet mobil listrik baru, dari kelas entry-level hingga ultra-premium, menunjukkan kesiapan Indonesia menuju era elektrifikasi. Penyegaran model dan inovasi terus menghadirkan pilihan yang semakin beragam setiap bulannya. Persaingan harga kompetitif, pilihan model yang lebih bervariasi, serta dukungan insentif dan infrastruktur pengisian daya menjadi faktor utama pendorong perubahan preferensi konsumen terhadap mobil listrik tanah air.





