Advertisement

6 Makanan yang Sebaiknya Dihindari saat Tahun Baru Agar Tidak Bawa Sial

Menjelang pergantian tahun, banyak orang menjalankan tradisi agar mendapat keberuntungan di tahun yang baru. Salah satu tradisi yang umum adalah menghindari beberapa jenis makanan tertentu karena dipercaya membawa sial atau nasib kurang baik. Keyakinan ini telah menjadi bagian dari kebiasaan turun-temurun dan masih dipercaya hingga saat ini.

Berikut ini adalah enam makanan yang sering dianggap pantangan saat menyambut Tahun Baru, karena dipercaya dapat membawa pengaruh negatif menurut berbagai budaya.

1. Ayam dan Unggas Bersayap

Ayam dan unggas bersayap lainnya seperti kalkun sering dihindari saat malam Tahun Baru. Hal ini karena sayap pada hewan tersebut dipercaya bisa "menerbangkan" keberuntungan yang sudah dimiliki. Gerakan ayam yang menggaruk tanah ke arah belakang juga dianggap simbol mundur, sehingga makanan ini dipercaya dapat menghambat kemajuan di tahun baru.

2. Roti Berongga

Roti dengan rongga udara besar kerap dianggap membawa simbol buruk. Rongga kosong ini dimaknai sebagai peti mati, yang berkaitan dengan kematian atau kehilangan. Oleh sebab itu, banyak orang memilih untuk tidak menyajikan roti berongga agar tidak memicu perasaan takut akan nasib buruk.

3. Lobster dan Kepiting

Meskipun termasuk hidangan mewah, lobster dan kepiting masuk dalam daftar pantangan. Kedua hewan krustasea ini bergerak dengan cara menyamping atau mundur, bukan maju ke depan. Gerakan ini dilambangkan sebagai kemunduran atau stagnasi, sehingga dipercaya bisa menghambat kemajuan dan keberhasilan di tahun baru.

4. Daging Sapi

Daging sapi, terutama bagian iga, sering menjadi menu spesial saat perayaan. Namun, sapi yang biasa merumput sambil diam di satu tempat dianggap sebagai simbol stagnasi. Oleh karenanya, daging sapi dipercaya dapat membawa energi mandek dan menghambat perkembangan di tahun yang akan datang.

5. Hewan Pemakan Dasar Laut

Jenis seafood yang mencari makan di dasar laut, seperti udang, kerang, ikan kod, dan halibut, kerap dihindari saat Tahun Baru. Kebiasaan makanan dasar laut ini dianggap melambangkan hidup dari sisa-sisa atau kondisi kekurangan. Untuk menghindari kesan kesulitan finansial, banyak yang mengganti seafood ini dengan bahan pengganti seperti jamur.

6. Menghindari Menghabiskan Semua Makanan

Selain jenis makanan, tradisi lain adalah tidak menghabiskan makanan yang disantap saat pergantian tahun. Menghabiskan makanan dianggap membawa simbol kekurangan di tahun yang baru. Sebaliknya, meninggalkan sedikit makanan dipercaya melambangkan kelimpahan dan kemakmuran yang berlanjut.

Kepercayaan tentang pantangan makanan ini memperlihatkan bagaimana budaya dan simbolisme masih berperan penting dalam tradisi menyambut Tahun Baru. Meskipun dianggap sebagai mitos oleh sebagian orang, tradisi ini tetap melekat karena berfungsi sebagai doa dan harapan akan tahun yang lebih baik.

Bagi yang ingin menjalankan tradisi ini, pilihan menghindari enam jenis makanan tersebut bisa menjadi langkah sederhana untuk menjaga energi positif sepanjang tahun. Selain itu, mempertahankan kebiasaan menyisakan makanan juga bisa menjadi simbol harapan akan kelimpahan yang terus bertambah.

Dengan memperhatikan makanan yang dikonsumsi saat pergantian tahun, masyarakat berharap bisa menarik keberuntungan dan menjauhkan diri dari nasib buruk. Tradisi ini juga mengajarkan nilai kesadaran terhadap simbol-simbol yang ada dalam kehidupan sehari-hari.

Berita Terkait

Back to top button