Advertisement

7 Tanda Kepribadian Orang yang Terlalu Perhitungan dan Cara Menghadapinya dengan Bijak

Orang yang sangat perhitungan biasanya menunjukkan sikap yang sangat berhati-hati dalam segala hal. Mereka menghitung waktu, tenaga, dan bahkan perhatian yang diberikan maupun diterima dengan sangat teliti.

Sikap tersebut kerap membuat interaksi dengan mereka terasa melelahkan secara emosional. Perhitungan yang dilakukan bukan saja terkait materi, tapi juga pada aspek sosial dan emosional.

Memiliki Motif Tersembunyi

Salah satu ciri mencolok adalah adanya motif tertentu di balik setiap tindakan mereka. Mereka tampak peduli dan membantu, tetapi seolah ada syarat atau harga yang harus dibayar di kemudian hari. Motif ini sulit dikenali karena bungkusannya yang rapi dengan sikap baik dan perhatian.

Menurut psikolog Iskra Fileva PhD, motif yang tampak baik dan egois sering bercampur dalam satu tindakan. Misalnya, seseorang dapat berbuat baik bukan hanya karena tulus, tapi juga untuk mendapatkan pengakuan atau mengurangi rasa bersalah.

Selalu Menampilkan Diri Secara Positif

Orang yang sangat perhitungan berusaha keras menampilkan citra positif. Mereka tampak ramah, hangat, dan tanpa cela. Namun, motivasi di balik hal tersebut lebih pada mendapatkan keuntungan pribadi, seperti popularitas atau validasi sosial.

Profesor Brené Brown mengungkapkan bahwa keaslian membutuhkan keberanian untuk menunjukkan kelemahan. Sementara orang perhitungan cenderung menghindari keaslian ini karena lebih mementingkan citra demi keuntungan.

Berubah-Ubah Menyesuaikan Situasi

Mereka bisa mengubah perilaku dan kepribadian sesuai dengan konteks sosial dan siapa yang sedang bersama mereka. Di satu waktu bisa sangat ramah, di waktu lain mungkin tampak dingin atau manipulatif. Ini bukan sekadar kemampuan adaptasi sosial, melainkan strategi untuk mengambil manfaat.

Perbedaan ini membuat mereka sulit ditebak dan memunculkan ketidaknyamanan bagi orang yang berinteraksi. Adaptasi mereka tak didasari keinginan untuk komunikasi tulus, melainkan demi keuntungan.

Sering Membicarakan Orang Lain di Belakang

Mereka kerap membicarakan orang lain secara negatif di belakang. Tujuannya bukan sekadar gosip, melainkan mengontrol opini dan menjaga posisi sosial. Jika mereka bisa melakukan ini pada teman dekat, kemungkinan besar mereka juga melakukan hal yang sama pada kamu.

Orang tulus akan menjaga kepercayaan dan rahasia orang lain. Sebaliknya, orang perhitungan menggunakan informasi sebagai alat untuk memanipulasi dan menguasai.

Memandang Segala Sesuatu Sebagai Kompetisi

Dalam lingkungan sosial, mereka melihat segala hal sebagai arena kompetisi. Mereka ingin selalu unggul dan membuktikan diri paling benar atau hebat. Sikap ini berbeda dengan ambisi yang sehat, karena motivasi mereka lebih pada mengalahkan orang lain daripada berkembang bersama.

Hal ini membuat suasana pertemanan atau kerja menjadi tidak nyaman dan penuh tekanan. Orang perhitungan menjadikan interaksi sosial sebagai ajang pembuktian diri.

Menggunakan Manipulasi Emosional

Sifat perhitungan tidak hanya soal materi tapi juga aspek emosional. Mereka sering menggunakan manipulasi emosional untuk mencapai tujuan. Sikap manis dan perhatian muncul saat mereka butuh sesuatu, tetapi menghilang atau bersikap cuek saat giliran kita membutuhkan.

Situasi ini menguras energi mental dan membuat hubungan menjadi tidak seimbang. Mereka memanfaatkan perasaan orang lain demi keuntungan pribadi.

Untuk menghadapi orang dengan ciri-ciri di atas, penting menjaga batasan sehat dalam hubungan. Kamu berhak mendapatkan interaksi yang tulus tanpa harus dihitung-hitung. Mengenali tanda ini memudahkan kita bersikap bijaksana dan melindungi kesejahteraan emosional diri sendiri.

Berita Terkait

Back to top button